Suporter Dewa United Murka Lihat Rafael Struick cs Kalah dari PSM di Super League: Beli Pemain Mahal Buat Apa?
- instagram.com/dewaunitedfc/
Jakarta, tvOnenews.com – Dewa United kembali menelan kekalahan di kandang sendiri pada lanjutan Super League 2025/2026. Hasil negatif ini memicu kemarahan para suporter yang meluapkan kekecewaannya melalui komentar pedas di media sosial.
Seperti diketahui, Dewa United harus mengakui keunggulan tim tamu PSM Makassar. Laga ini menjadi debut manis bagi pelatih anyar Juku Eja, Tomas Trucha, yang berhasil membawa timnya meraih kemenangan penting.
Tomas Trucha mencatat start sempurna dengan membawa PSM menang 1-0 di Stadion Internasional Banten, Serang, pada Minggu (9/11/2025). Gol semata wayang dari Abu Kamara menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
- PSM Makassar
Kemenangan tersebut membuat PSM Makassar naik ke posisi 11 klasemen sementara Super League dengan 12 poin. Sementara Dewa United harus puas tertahan di peringkat 14 dengan koleksi 10 poin dari 12 pertandingan.
Pada laga ini, tuan rumah sebenarnya diperkuat kembali oleh bek andalan mereka, Nick Kuipers, yang sebelumnya absen. Namun, absennya Wahyu Prasetyo karena akumulasi kartu membuat lini pertahanan Dewa United tak tampil solid.
Di sisi lain, Tomas Trucha tidak melakukan banyak perubahan pada susunan pemain PSM. Ia tetap mempercayakan Yuran Fernandes sebagai kapten dan memberi kesempatan kepada pemain muda Victor Dethan di sektor U-23.
Kekalahan di depan publik sendiri, meski diperkuat pemain bintang seperti Rafael Struick, memancing amarah para pendukung Tangsel Warriors. Kolom komentar media sosial klub langsung dipenuhi luapan emosi dan kritik tajam dari suporter.
Banyak fans mempertanyakan keputusan manajemen yang dinilai boros dalam membeli pemain tetapi tak berbanding lurus dengan performa tim. “Ini tim beli pemain mahal dan bagus keinginan pelatih apa cuma buat gengsi biar dibilang tim kaya,” tulis seorang netizen.
Sosok pelatih menjadi sasaran utama kekecewaan. “Mending out aja deh pelatihnya, pelatih Belanda nggak cocok main di Liga 1, contohnya aja pelatih Bali,” komentar warganet lainnya yang menyindir tajam.
Load more