News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

5 Pemain Sepak Bola Indonesia yang Meninggal Saat Bertanding, Ada Andalan di Timnas dan Persebaya

Sepak bola selalu menghadirkan euforia, emosi, dan kebanggaan. Namun di balik gemerlapnya dunia lapangan hijau, ada kisah kelam yang tak terlupakan. Indonesia
Sabtu, 29 November 2025 - 20:53 WIB
Bonek Kenang Eri Irianto
Sumber :
  • ANTARA

tvOnenews.com, Jakarta – Sepak bola selalu menghadirkan euforia, emosi, dan kebanggaan. Namun di balik gemerlapnya dunia lapangan hijau, ada kisah kelam yang tak terlupakan.

Indonesia mencatat sejumlah tragedi ketika pesepak bola gugur saat menjalani pertandingan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut lima pemain yang meninggal di lapangan, menjadi pengingat betapa kerasnya dunia sepak bola profesional:

1. Eri Irianto – Persebaya Surabaya (2000)

Bonek Membentangkan Spanduk Bergambar Almarhum Eri Irianto di Stadion GBT Surabaya, Rabu (3/4/2019)
Bonek Membentangkan Spanduk Bergambar Almarhum Eri Irianto di Stadion GBT Surabaya, Rabu (3/4/2019)
Sumber :
  • ANTARA

 

Eri Irianto menjadi salah satu nama paling dikenang dalam sejarah Persebaya. Insiden tragis terjadi saat laga Persebaya Surabaya menghadapi PSIM Yogyakarta pada 3 April 2000 di Stadion Gelora 10 November.

Eri mengalami benturan dengan pemain PSIM asal Gabon Samson Noujine Kinga hingga akhirnya pingsan dan dilarikan ke Rumah Sakit Dr. Soetomo.

Namun nyawanya tak tertolong. Dokter menyatakan Eri meninggal akibat serangan jantung pada malam harinya.

Eri tampil sepuluh kali bersama Timnas Indonesia dan mencetak tiga gol. Ia juga pernah membawa Persebaya menjadi runner-up Liga Indonesia 1998/1999.

Untuk menghormati jasanya, Persebaya mempensiunkan nomor punggung 19 dan menamai mess klub sebagai “Wisma Eri Irianto.”

2. Jumadi Abdi – PKT Bontang (2009)

Jumaidi Abdi, Pemain Pupuk Kaltim yang Meninggal Dunia Akibat Benturan
Jumaidi Abdi, Pemain Pupuk Kaltim yang Meninggal Dunia Akibat Benturan
Sumber :
  • pspkt.pupukkaltim.com

 

Tragedi kembali terjadi pada tahun 2009 saat gelandang PKT Bontang, Jumadi Abdi, mengalami benturan keras dengan pemain Persela Lamongan Denny Tarkas.

Benturan di bagian perut membuat organ dalamnya mengalami cedera serius.

Jumadi sempat menjalani operasi, namun kondisinya memburuk hingga akhirnya meninggal dunia beberapa hari setelah insiden tersebut.

3. Akli Fairuz – Persiraja Banda Aceh (2014)

Dokumentasi. Pemain Persiraja Banda Aceh Akli Fairuz yang Meninggal Dunia 16 Mei 2014
Dokumentasi. Pemain Persiraja Banda Aceh Akli Fairuz yang Meninggal Dunia 16 Mei 2014
Sumber :
  • tim tvOne - viva.co.id

 

Nama berikutnya adalah Akli Fairuz, pemain muda Persiraja Banda Aceh. Ia mengalami benturan keras dengan kiper PSAP Sigli Agus Rohman saat bertanding tahun 2014.

Akli sempat dirawat, namun luka yang dialaminya membuat kondisinya tak tertolong. Tragedi ini menambah daftar panjang kasus fatal yang terjadi akibat benturan keras di lapangan.

4. Choirul Huda – Persela Lamongan (2017)

Choirul Huda
Choirul Huda
Sumber :
  • ANTARA

 

Kiper sekaligus kapten Persela Lamongan, Choirul Huda, menjadi salah satu kasus paling disorot publik. Insiden terjadi dalam laga kontra Semen Padang pada 15 Oktober 2017.

Saat mencoba mengamankan bola, ia bertabrakan dengan rekannya sendiri, Ramon Rodrigues.

Choirul masih sempat sadar dan mengeluh sakit di bagian dada sebelum kondisinya menurun dan akhirnya dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Dokter menyebut penyebab kematian adalah trauma pada dada dan rahang bawah yang memicu henti napas dan henti jantung (hipoksia).

Choirul Huda
Choirul Huda
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rahbani Syahputra

 

5. Taufik Ramsyah – Tornado FC (2021)

Unggahan Duka Cita Atas Meninggalnya Kiper Tornado FC Taufik Ramsyah
Unggahan Duka Cita Atas Meninggalnya Kiper Tornado FC Taufik Ramsyah
Sumber :
  • ANTARA

 

Daftar terakhir datang dari kompetisi Liga 3. Kiper Tornado FC Pekanbaru, Taufik Ramsyah, mengalami benturan keras di kepala saat laga melawan Wahana FC pada tahun 2021.

Meski sempat menjalani perawatan intensif, cedera fatal yang dialaminya membuat sang penjaga gawang muda itu tidak dapat diselamatkan.

Deretan tragedi ini menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya soal skill, kemenangan, dan sorakan suporter, tetapi juga soal risiko nyata yang mengintai setiap pemain di lapangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa klub, federasi, dan pihak terkait kini terus berupaya meningkatkan standar keselamatan, termasuk penanganan medis cepat dan perlindungan pemain.

Namun nama-nama para pemain yang gugur di lapangan akan selalu dikenang sebagai bagian dari sejarah sepak bola Indonesia.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Pertamina dukung bank sampah Desa Kuta, pengelolaan sampah kawasan wisata Mandalika lebih optimal.
Lomba Bidar Tradisional Kodam II Sriwijaya Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Penjaringan Atlet

Lomba Bidar Tradisional Kodam II Sriwijaya Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Penjaringan Atlet

Kodam II Sriwijaya kembali menggelar Lomba Bidar Tradisional Piala Pangdam di Venue Dayung, kawasan Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sabtu (10/10/2026).
Ada Laga Persib 11, 14 dan 18 Oktober 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Polresta Bandung Siapkan Pengamanan Tanpa Celah

Ada Laga Persib 11, 14 dan 18 Oktober 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Polresta Bandung Siapkan Pengamanan Tanpa Celah

Persib akan berlaga pada 11, 14 dan 18 Oktober 2026 di Stadion Si Jalak Harupat. Pihak kepolisian mengingatkan agar Bobotoh menjaga perilaku selama pertandingan.
Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Veda Ega Start Ketujuh di Moto3 Mandalika, Pembalap Indonesia Siap Bikin Kejutan di Negara Sendiri

Veda Ega Start Ketujuh di Moto3 Mandalika, Pembalap Indonesia Siap Bikin Kejutan di Negara Sendiri

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Veda Ega Pratama untuk memburu posisi lebih tinggi saat tampil di hadapan ribuan pendukung Tanah Air.
5 Zodiak Paling Hoki soal Karier Pekan Depan, 12-18 Oktober 2026: Ada Peluang Baru Menanti!

5 Zodiak Paling Hoki soal Karier Pekan Depan, 12-18 Oktober 2026: Ada Peluang Baru Menanti!

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki soal karier pekan depan, 12-18 Oktober 2026: Ada peluang baru menanti. Zodiakmu termasuk?

Trending

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT