Nostalgia Persib Bandung: Satoshi Otomo, Suksesor Suchao Nutnum dari Jepang, Diam-diam Dinaturalisasi Filipina
- Instagram @persib
tvOnenews.com - Persib Bandung pernah ketagihan memakai jasa seorang pemain asal Jepang, salah satunya adalah gelandang bernama Satoshi Otomo.
Ketika itu, dia diplot oleh pelatih Jaya Hartono untuk menggantikan peran dari Suchao Nutnum yang kembali ke Thailand setelah masa peminjamannya berakhir.
Kendati demikian, tak sedikit Bobotoh yang ragu dengan kemampuan Satoshi Otomo. Ia dianggap tidak sebanding dengan Suchao Nutnum.
Pelatih Jaya Hartono bahkan sampai pasang badan untuk Satoshi Otomo dengan meminta fans agar tidak membandingkannya dengan pemain asal Thailand itu.
Walai begitu, kebersamaan Satoshi Otomo di Persib Bandung hanya semusim saja. Kekhawatiran publik malah terealisasi karena performanya tak sesuai ekspektasi.
Setelah pindah dari Maung Bandung, pemain kelahiran Jepang tersebut berkelana ke sejumlah klub, mulai dari Bontang FC hingga Persela Lamongan.
Belasan tahun setelah tinggalkan Indonesia, Satoshi Otomo dikabarkan berganti kewarganegaraan dari yang sebelumnya Jepang kini menjadi Filipina.Â
Lalu, bagaimana kabar dari Satoshi Otomo, pemain yang diragukan suporter Persib Bandung?
- X @persib
Lahir di Sakae, Chiba, 1 Oktober 1981, Satoshi Otomo langsung bergabung dengan klub papan atas Liga Jepang Kashima Antlers junior. Ia lalu promosi ke tim U-18.
Akan tetapi, ia sulit bersaing sehingga pada tahun 2000, Satoshi Otomo hengkang ke Vegalta Sendai. Nasibnya tak kunjung berubah, ia lalu dipinjamkan ke Sagan Tosu.
Sempat main di Jerman dengan memperkuat FC Reimsbach, pemain yang berposisi sebagai gelandang serang itu kembali ke Jepang, tepatnya TDK Akita SC dan FC Gifu.
Tiga musim di FC Gifu, kontrak Satoshi Otomo justru tidak berlanjut. Momen ini dimanfaatkan oleh Persib Bandung yang saat itu tengah mencari pengganti Suchao Nutnum.
Bergabung di jendela transfer 2010, Bobotoh skeptis dengan Satoshi Otomo. Pelatih Jaya Hartono bahkan meminta agar pemain barunya itu tak dibanding-bandingkan.
“Memang saya ingin dia sama seperti Suchao, tapi jangan terus-terus mengingat ke belakang bagaimana Suchao hebat dan menekan Satoshi harus sama,“ tegas Jaya.
Load more