GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Memori Persija Jakarta: Agus Indra Kurniawan, 'Si Jepang' yang Jadi Supersub bagi Macan Kemayoran, Kini Coba Karier Lain

Agus Indra Kurniawan, gelandang dengan nama panggilan Si Jepang ini menghabiskan tujuh musim kariernya bersama klub ibu kota Persija Jakarta di Liga Indonesia.
Kamis, 18 Desember 2025 - 07:29 WIB
Mantan pemain Persija Jakarta Agus Indra Kurniawan
Sumber :
  • ANTARA/Syaiful Arif/s/pd/10

tvOnenews.com -  Pecinta sepak bola Indonesia khususnya yang menggemari Persija Jakarta sejak era 2000-an tak mungkin lupa dengan Agus Indra Kurniawan.

Gelandang dengan julukan 'Si Jepang' itu didatangkan Persija Jakarta setelah sukses membawa Petrokimia Gresik juara Liga Indonesia pada musim 2002.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak disangka, Agus Indra Kurniawan justru menjadi salah satu pemain yang dicintai Jakmania. Di Jakarta, ia bertahan selama tujuh musim dari 2004 hingga 2011.

Agus Indra mengatakan jika Liga Indonesia 2005 jadi periode terbaiknya bersama Persija Jakarta. Saat itu, gelar juara hampir kembali ke ibukota jika tak digagalkan Persipura.

Di Persija Jakarta jugalah, Agus Indra menerima panggilan pertama dari Timnas Indonesia. Ia sukses bawa Garuda menjadi runner-up Piala Tiger 2004.

Tujuh tahun di Persija Jakarta, Agus Indra memutuskan pulang ke Gresik United. Sempat memperkuat Pelita Bandung Raya dan Aceh United, ia akhirnya pensiun pada 2022.

Lalu, bagaimana kabar Agus Indra Kurniawan setelah tiga tahun lalu putuskan gantung sepatu?

Mantan pemain Persija Jakarta Agus Indra Kurniawan
Mantan pemain Persija Jakarta Agus Indra Kurniawan
Sumber :
  • ANTARA/PRASETYO/ed/ama/10

Lahir di Gresik, 27 Februari 1982, Agus Indra Kurniawan datang dari SSB lokal sebelum ditarik oleh klub raksasa Petrokimia Gresik pada musim 2000.

Ketika baru genap 20 tahun, pelatih Petrokimia Gresik Sergei Dubrovin langsung memberi kepercayaan kepada Agus Indra sebagai pemeran utama di lini tengah.

Keputusan Sergei Dubrovin itu tak salah. Petrokimia Gresik akhirnya merasakan gelar juara Liga Indonesia 2002 setelah di final menumbangkan Persita Tangerang 2-1.

Namun di musim berikutnya, performa Petrokimia Gresik di Liga Indonesia berjalan antiklimaks. Mereka malah degradasi meski berstatus juara bertahan.

Agus Indra Kurniawan atau Si Jepang mulai sadar kalau kapal yang membawanya berlayar akan karam. Pada musim 2004, dia menerima pinangan Persija Jakarta.

Di sini, Agus Indra yang berstatus pemain muda berdiri sejajar dengan deretan pemain bintang Persija Jakarta. Ismed Sofyan serta Hendro Kartiko jadi mentornya.

Berposisi sebagai gelandang bertahan, namun tidak jarang Agus Indra berperan dalam gol Persija Jakarta. Tandukannya seringkali merepotkan lawan.

Hanya butuh semusim untuk beradaptasi, Agus Indra yang akrab dengan nomor punggung 11 bawa tim ibu kota ke dua babak final kompetisi domestik.

Yang pertama adalah Liga Indonesia, lalu Copa Indonesia. Keduanya terjadi pada musim 2005. Laga akbar dihelat di Stadion GBK, Senayan, Jakarta.

Meski tajuknya venue netral, faktanya Stadion GBK yang terletak di Senayan membuat Persija Jakarta secara tidak langsung menjadi tuan rumah.

Persija Jakarta lalu berhadapan dengan Persipura Jayapura pada 25 September 2005 dalam final Liga Indonesia. Puluhan ribu suporter penuh sesak di tribun Stadion GBK.

Tidak butuh waktu lama, Agus Indra memecah kebuntuan pada menit ke-10. Ia sukses membobol gawang Jendri Pitoy setelah memanfaatkan umpan Lorenzo Cabanas.

Namun sayang, laga yang harus diselesaikan hingga babak extra time itu berpihak kepada Persipura Jayapura. Golden gol dari Korinus Fingkrew bikin Persija Jakarta terpana.

Dua bulan setelahnya, Persija Jakarta kembali ke partai final. Kali ini, Arema Malang jadi lawannya dalam perebutan satu trofi Copa Indonesia 2005.

Si Jepang saat itu tidak ada dalam skuad Arcan Iurie. Sampai akhirnya Persija Jakarta kalah dari Arema Malang sehingga musim 2005 nihil trofi.

Momen itu juga yang mengantarkan Agus Indra ke Timnas Indonesia. Tercatat lima caps dia mainkan dengan sumbangan satu gol beserta runner-up Piala Tiger 2004.

Setelahnya, Agus Indra tetap setia di Persija Jakarta. Pemain silih berganti keluar masuk, namun hingga tujuh tahun berikutnya, ia tak berganti kostum.

Hingga kemudian Agus Indra memutuskan keluar dari zona nyaman. Ia pun pulang kampung. Nama Petrokimia sudah melebur jadi Gresik United pada 2011.

Hengkang ke Pelita Bandung Raya pada 2013 dan balik ke Gresik United di musim berikutnya. Lima tahun di sana, Si Jepang justru pensiun di Aceh United.

Update Terbaru Agus Indra Kurniawan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Setelah pensiun, Agus Indra mendapat ajakan untuk mendampingi pelatih Sashi Kirono dan Ibnu Grahan ketika menukangi Muba Babel United pada musim 2021.

Dua tahun setelahnya, Gresik United memintanya kembali. Peran asisten pelatih, pelatih interim dan pelatih kepala semuanya pernah diemban Si Jepang.

Karier kepelatihan Agus Indra mulai meroket saat ia bantu Bhayangkara FC promosi ke Super League musim 2024/2025 lalu dengan status asisten pelatih.

Saat ini, Agus Indra dipercaya untuk mendampingi sesama mantan pemain Persija Jakarta Ade Suhendra di kontestan Pegadaian Championship, Adhyaksa FC.

Selain itu, jabatan lain yang diemban Agus Indra saat ini ialah kepala pengembangan bakat muda dari akademi Blayu FC, klub asal Malang yang kini berkompetisi di Liga 4.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di luar itu, Agus Indra sering membagikan momen spesialnya bersama keluarga dan aktivitas sehari-harinya seperti menjaga bentuk kebugaran tubuh dengan berolahraga.

(han)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

DPD PDIP Provinsi Banten terus melakukan konsolidasi internal dalam agenda politiknya hingga kerja-kerja partai yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.
OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

Sejumlah tokoh menyoroti serius soal wacana kenaikan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) yang kini mulai ramai di kalangan partai parlemen.
Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin mengaku sangat emosional usai berhasil meraih kemenangan pada MotoGP Prancis 2026, yang berlangsung di Sirkuit Le Mans pada Minggu (10/5/2026).
Serangan Siber Semakin Meningkat, DPR RI Sebut RUU KKS Urgensi untuk Segera Disahkan

Serangan Siber Semakin Meningkat, DPR RI Sebut RUU KKS Urgensi untuk Segera Disahkan

Komisi I DPR RI menilai Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) dinilai semakin mendesak untuk dapat segera disahkan.
Angka Pernikahan Dini di BUlungan Tinggi, Bupati Ingatkan Dampaknya

Angka Pernikahan Dini di BUlungan Tinggi, Bupati Ingatkan Dampaknya

Angka pernikahan dini yang masih cukup tinggi di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), membuat Bupati Bulungan, Syarwani mengingatkan dampak pada tumbuh kembang anak atau stunting.
Daftar Pemain Indonesia di Thailand Open 2026: Leo/Daniel Reuni, Bagas Punya Partner Baru

Daftar Pemain Indonesia di Thailand Open 2026: Leo/Daniel Reuni, Bagas Punya Partner Baru

Daftar pemain Indonesia di Thailand Open 2026, di mana kembalinya pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Bagas Maulana punya pasangan baru.

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT