News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Apa Kabar Sujana? Eks Striker Persib Bandung yang Dijuluki 'Sujagol' oleh Bobotoh

Mengenang Sujana, striker lokal Persib Bandung era 2000-an: Dijuluki Sujagol, pencetak gol ikonik, dan perjalanan hidupnya setelah pensiun.
Selasa, 30 Desember 2025 - 12:25 WIB
Sujana, eks striker Persib Bandung
Sumber :
  • Instagram @sj_gol12

tvOnenews.com - Bagi Bobotoh yang mengikuti Persib Bandung pada penghujung 1990-an hingga awal 2000-an, sosok Sujana jelas punya tempat tersendiri.

Ia bukan penyerang asing atau pemain instan, melainkan striker lokal hasil pembinaan klub yang pernah menjadi simbol semangat Maung Bandung di masa transisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gaya mainnya dikenal meledak-ledak, penuh determinasi, dengan selebrasi yang kerap mengundang sorak Stadion Siliwangi.

Dari sanalah lahir julukan khas yang melekat hingga kini: Sujagol.

Sujana, eks pemain Persib
Sujana, eks pemain Persib
Sumber :
  • Instagram @sj_gol12

Julukan itu bukan tanpa alasan. Sujana kerap mencetak gol-gol penting, “ngagolkeun” dalam istilah Sunda, yang membuat Bobotoh Viking menjadikannya idola.

Nama “Sujagol” pun lahir dari gabungan nama Sujana dan kata gol, sederhana namun penuh makna.

Tumbuh dari Akademi, Menempa Diri di Luar Bandung

Karier Sujana tidak dibangun secara instan.

Ia melewati jenjang pembinaan Persib sejak usia muda, mulai dari level junior hingga U-21.

Namun, ketatnya persaingan di tim utama membuatnya memilih jalan memutar.

Demi menambah jam terbang, Sujana hijrah ke PSGC Ciamis dan PSDS Deli Serdang.

Keputusan meninggalkan Bandung diambil dengan kesadaran penuh: menembus skuad utama Persib membutuhkan lebih dari sekadar bakat.

Usaha itu berbuah hasil. Pada 1998, Sujana resmi kembali dan menjadi bagian dari tim senior Persib. 

Namun, tantangan justru baru dimulai. Ekspektasi Bobotoh yang tinggi membuat setiap pemain Persib berada di bawah sorotan.

Kesempatan bermain reguler sempat dirasakan Sujana pada musim 1999–2000 ketika Persib ditangani almarhum Suryamin.

Pelatih ini dikenal berani memberi ruang bagi pemain muda untuk berkembang.

Situasi berubah saat kursi pelatih berpindah ke tangan Indra Thohir.

Persaingan semakin ketat, dan Sujana harus kembali bersabar karena tim lebih sering mengandalkan pemain senior.

Meski begitu, satu hal tak pernah berubah: mentalitasnya.

Sujana dikenal tak mudah patah oleh kritik.

Ia paham betul bahwa mengenakan jersey Persib berarti siap menerima pujian sekaligus cacian.

Ada satu pengalaman pahit yang selalu diingatnya. Sebuah komentar pedas yang ia dengar di pasar, tepat di depan anaknya, usai Persib menelan kekalahan.

Momen itu menyakitkan, namun bagi Sujana justru menjadi cermin betapa besarnya cinta masyarakat Bandung terhadap Persib.

Nama Sujana kembali mencuat pada awal Liga Indonesia VII 2001. 

Ia mencatatkan diri sebagai pencetak gol perdana Persib musim itu saat menghadapi PSP Padang di Stadion Siliwangi, 14 Januari 2001.

Gol pada menit ke-14 menjadi penanda awal perjalanan Persib dengan optimisme tinggi.

Produktivitasnya terus meningkat. Pada musim 2001, Sujana mengoleksi enam gol.

Setahun berselang, ia mencapai puncak performa di Liga Indonesia VIII 2002 dengan delapan gol, sekaligus menjadi top skor Persib musim tersebut.

Salah satu golnya paling dikenang tentu saja saat menghadapi Persija Jakarta.

Gol salto spektakuler ke gawang rival abadi itu tetap hidup dalam ingatan Bobotoh, meski laga berakhir imbang.

Selebrasi Sujana kala itu juga ikonik. Ia memperlihatkan kaos bertuliskan “Jatira”, nama gang kecil di Bandung yang menyimpan kisah personal dalam hidupnya—sebuah selebrasi yang membuat publik semakin dekat dengannya.

Seperti banyak striker lain, Sujana punya cara sendiri untuk membangun kepercayaan diri.

Ia mengaku kerap merokok di toilet stadion sebelum pertandingan, lalu menempelkan bola ke sepatunya sebelum masuk lapangan.

Bagi Sujana, itu hanyalah sugesti agar fokus pada satu hal, mencetak gol.

Namun yang paling berkesan baginya adalah teriakan Bobotoh yang menyebut namanya, sebuah sensasi merinding yang, menurutnya, tak tergantikan oleh apa pun.

Performa agresif dan kecepatan Sujana juga membawanya mencicipi panggilan tim nasional Indonesia.

Di era pelatih Dananjaya, namanya sempat masuk radar timnas berkat karakter bermain yang lugas dan penuh energi.

Setelah berpisah dengan Persib pada 2003, Sujana melanjutkan karier bersama sejumlah klub, di antaranya PKT Bontang, Persikabo Bogor, Persikad Depok, dan Persma Manado. Ia akhirnya gantung sepatu pada 2012.

Kini, Sujana menjalani kehidupan baru sebagai karyawan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. 

Meski tak lagi merumput di level profesional, sepak bola tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya.

Ia aktif di dunia kepelatihan, membina pemain usia dini di sekolah sepak bola hingga tim junior, termasuk pernah terlibat mendampingi Tim PON Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sejarah Persib, Sujana menjadi bagian dari mata rantai penyerang lokal yang pernah mengisi lini depan Maung Bandung, melanjutkan jejak nama-nama seperti Cecep Supriatna, Dadang Hidayat, Yaris Riyadi, Suwita Patha, hingga generasi berikutnya.

Bagi Bobotoh, Sujana bukan sekadar mantan striker. Ia adalah simbol era, kerja keras, dan kecintaan tanpa syarat kepada Persib Bandung. (tsy)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Top Skor Pertandingan Grand Final Proliga 2026, Putri: Duo Megawati Hangestri dan Irina Voronkova Tak Terbendung!

Top Skor Pertandingan Grand Final Proliga 2026, Putri: Duo Megawati Hangestri dan Irina Voronkova Tak Terbendung!

Top Skor Pertandingan Grand Final Proliga 2026 laga kedua dari sektor putri yang kembali mempertemukan Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska Plus Indonesia
KPK Soroti Lemahnya Penegakan Hukum atas Pelanggaran Pemilu, Potensi Suap Jadi Alarm Keras

KPK Soroti Lemahnya Penegakan Hukum atas Pelanggaran Pemilu, Potensi Suap Jadi Alarm Keras

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa penegakan hukum atas pelanggaran yang terjadi dalam penyelenggaraan Pemilu masih lemah dan belum optimal.
Kadis LH Ditetapkan Tersangka Kasus Longsor Sampah TPST Bantar Gebang, DPRD: Tidak Boleh Berhenti di Proses Hukum

Kadis LH Ditetapkan Tersangka Kasus Longsor Sampah TPST Bantar Gebang, DPRD: Tidak Boleh Berhenti di Proses Hukum

Anggota DPRD DKI Jakarta, Josephine Simanjuntak merespons kelanjutan longsor sampah di TPST Bantar Gebang, yang saat ini sudah ke tahap penetapan tersangka.
Eks Pelatih Timnas Putri Indonesia Bawa Al Nassr Juara Liga Arab Saudi

Eks Pelatih Timnas Putri Indonesia Bawa Al Nassr Juara Liga Arab Saudi

Rudy Eka Priyambada, eks pelatih Timnas Putri Indonesia, bawa Al Nassr Putri juara Saudi Women's Premier League 2025-2026 untuk keempat kalinya secara beruntun.
Bung Ropan Mulai Curiga, Jangan-jangan John Herdman akan Panggil Striker Ini Debut di Timnas Indonesia saat AFF 2026

Bung Ropan Mulai Curiga, Jangan-jangan John Herdman akan Panggil Striker Ini Debut di Timnas Indonesia saat AFF 2026

Bung Ropan mulai mencurigai John Herdman akan memanggil striker ini ke Timnas Indonesia. Jika benar, maka akan menjadi debut bagi striker tersebut di Timnas.
Tak Cuma Dean Zandbergen, VVV-Venlo Punya 1 Lagi Pemain Keturunan yang Siap Bela Timnas Indonesia: Garuda OWT Dapat Professor Baru

Tak Cuma Dean Zandbergen, VVV-Venlo Punya 1 Lagi Pemain Keturunan yang Siap Bela Timnas Indonesia: Garuda OWT Dapat Professor Baru

VVV-Venlo ternyata tidak hanya memiliki Dean Zandbergen sebagai pemain keturunan. Klub Belanda itu juga punya satu nama lain buat jadi pilar Timnas Indonesia.

Trending

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes
Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Peluang Megawati Hangestri untuk reuni dengan Yeum Hye-seon di Red Sparks pada V League musim depan sudah tertutup.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT