3 Kasus Pelanggaran Brutal di Liga Indonesia, Aksi Tendangan Kungfu Pemain Putra Jaya Pasuruan Bukan yang Pertama
- tvOne - abdul rohim
tvOnenews.com - Sepak bola Indonesia tengah dihebohkan dengan aksi brutal penggawa Putra Jaya Pasuruan Muhammad Hilmi yang melayangkan tendangan kungfu terhadap Firman Nugraha, pemain Perseta.
Akan tetapi, kejadian ini bukannya sekali ataupun dua kali terjadi. Beberapa momen mengerikan ternyata berulang kali menghias sepak bola Indonesia.
Viral di media sosial sebuah aksi tidak sportif ketika pemain Putra Jaya Pasuruan Muhammad Hilmi Gymnastiar bertindak brutal terhadap lawan.
Peristiwa ini terjadi dalam laga babak 32 besar grup CC Liga 4 PSSI antara Putra Jaya Pasuruan vs Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1).
Dalam laga yang dimenangkan oleh Perseta 1970 Tulungagung dengan skor 7-1 itu, pemain Putra Jaya Muhammad Hilmi melayangkan tendangan kungfu ke bagian dada Firman Nugraha.
Sontak, Firman Nugraha terkapar setelah mendapat tendangan itu. Hilmi kemudian langsung diganjar hukuman kartu merah oleh wasit yang bertugas.
Muhammad Hilmi Gymnastiar yang bertindak kasar terhadap Firman Nugraha langsung diberi sanksi tegas oleh Putra Jaya Pasuruan berupa pemecatan.
Aksi berbahaya ini bukan yang pertama terjadi di Indonesia. Dalam dua dekade terakhir, tak sedikit kasus yang terekam dalam benak penggemar sepak bola nasional.
Lebih parahnya lagi, sejumlah pemain yang menjadi korban kemudian meninggal dunia setelah mendapati pelanggaran keras ketika pertandingan.
Berikut ini kasus pelanggaran brutal yang pernah terjadi di sepak bola Indonesia.
1. Jumadi Abdi, Pemain PKT Bontang Wafat pada 15 Maret 2009
- Youtube Petokpetok
Pemain PKT Bontang Jumadi Abdi harus meregang nyawa setelah berbenturan keras dengan penggawa Persela Lamongan Denny Tarkas dalam lanjutan Liga Indonesia, 7 Maret 2009.
Pada laga yang dihelat di Stadion Mulawarman, kaki Denny Tarkas mendarat telak di ulu hati Jumadi Abdi yang menyebabkan cedera sangat fatal.
Jumadi Abdi langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pupuk Kaltim. Setelah dirawat intensif selama delapan hari, gelandang timnas Indonesia itu menghembuskan nafas terakhirnya.
Pemain 26 tahun itu wafat disebabkan kerusakan di sejumlah organ vital bagian dalam akibat infeksi berat yang disebabkan kuman yang keluar dari usus halus yang bocor.
2. Odsantino Berti, Pemain Klub Liga 3 PPSM Magelang Dilarikan ke Rumah Sakit pada 1 November 2021
- Youtube Magelang Vibes
Odsantino Berti menjadi korban kebrutalan dalam lanjutan Liga 3 2021 zona Jawa Tengah antara PPSM Sakti Magelang kontra Persak Kebumen, Senin (1/11).
Momen itu terjadi ketika pemain Persak Tri Hartanto melayangkan tendangan kungfu ke area dada kanan hingga leher gelandang PPSM Odsantino Berti yang berniat menjatuhkan diri untuk melakukan tekel.
Akibat aksi tidak terpuji dari Tri Hartanto tersebut, Odsantino sampai dilarikan ambulans ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan lanjutan.
Yang membuat geleng-geleng kepala adalah wasit yang memimpin laga itu yakni Doma Saputra hanya memberi kartu kuning kepada Tri hingga membuat suporter murka.
3. Taufik Ramsyah, Kiper Klub Liga 3 Tornado FC Wafat pada 21 Desember 2021
Nyawa penjaga gawang Tornado FC Taufik Ramsyah tidak dapat terselamatkan lantaran benturan keras di kepala ketika bertanding dalam lanjutan Liga 3 musim 2021 lalu.
Ketika itu, mendiang Taufik Ramsyah yang membela Tornado FC berbenturan dengan pemain lawan dari Wahana FC. Ia pun tak sadarkan diri di lapangan.
Taufik Ramsyah yang pingsan langsung dilarikan ke rumah sakit setelah insiden tragis tersebut. Setelah dilakukan upaya operasi, kiper muda itu dinyatakan meninggal dunia pada 21 Desember 2021.
Owner Tornado FC Muflihun saat itu mengeluhkan lambannya penanganan kejadian fatal terhadap Taufik Ramsyah yang baru ditindaklanjuti 15 menit setelah kejadian.
Load more