Pemain Persija Jakarta Sering Terpancing Emosi dengan Beckham Putra, Ketum Jakmania: Kita juga Butuh yang Kayak Dia
- x.com/persib
tvOnenews.com - Ketua Jakmania, Diky Soemarno, memberikan komentar mengenai penampilan Beckham Putra usai laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung, yang menjadi pertandingan paling ramai dibicarakan pekan ini.
Persib Bandung keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0, berkat gol cepat Beckham Putra pada menit kelima. Bertanding di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Maung Bandung tidak membutuhkan waktu lama untuk membuka keunggulan.
Baru empat menit pertandingan berjalan, Berguinho mengirim umpan dari sisi kanan. Bruno Tabarao terlambat membaca arah bola dan tanpa sengaja memberikannya kepada Beckham yang datang dari lini kedua.
- Persib
Hanya dengan satu sentuhan, Beckham berhasil menaklukkan kiper Persija. Gol ini membuat Persib unggul 1-0, dan stadion bergemuruh menyambut tiga poin penting.
Sepanjang pertandingan, Persija berusaha bangkit, meski harus bermain dengan sepuluh orang setelah Bruno Tabarao menerima kartu merah pada menit ke-54.
Macan Kemayoran menciptakan beberapa peluang, dengan bola mengarah tepat ke gawang Persib, tetapi kiper Teja Paku Alam tampil gemilang dengan tiga penyelamatan penting.
Kartu merah Bruno Tubarao menjadi momen penting dalam kekalahan Persija Jakarta dari Persib Bandung.
Setelah Persib membuka skor, Persija berusaha keras mencari gol penyama kedudukan. Namun, pada babak kedua, Bruno Tubarao justru melakukan tindakan yang merugikan tim.
Pada menit ke-53, pemain berusia 30 tahun itu diusir oleh wasit Ko Hyung-Jin, yang berasal dari Korea Selatan, setelah kedapatan menginjak tangan Beckham Putra Nugraha.
Insiden tersebut dinilai tidak perlu. Sebelumnya, Tubarao memang terlibat duel dengan Beckham Putra, namun pelanggaran awalnya tergolong ringan dan tidak mendapat kartu kuning. Gerakan tambahan yang dilakukannya akhirnya membuat wasit memberi kartu merah.
Hukuman ini jelas merugikan Persija Jakarta, karena Macan Kemayoran harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain selama lebih dari 35 menit tersisa.
Hingga peluit akhir dibunyikan, skor tidak berubah. Persib Bandung menempati puncak klasemen Super League dengan 38 poin, disusul Borneo FC di peringkat kedua dengan 37 poin, dan Persija Jakarta di posisi ketiga dengan 35 poin.
Dalam acara bincang sepak bola, Diky Soemarno menyoroti penampilan Beckham Putra, yang lahir dan besar di Bandung serta menembus akademi Persib.
"Ini yang ada di klub lain, tidak ada di Persija, kita mungkin punya asli lahir di Jakarta itu Rayhan Hannan, mungkin asli Jakarta masih ada tuh Andritany yang senior," ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Liputan6.
Diky menambahkan, "Yang sebetulnya core-nya ada di situ, biar bagaimana pun juga sisi kedaerahan itu kan masih agak penting di sepakbola Indonesia."
Ketum Jakmania juga menekankan pentingnya asal-usul Beckham sebagai produk asli akademi Persib. "Beckham sudah jelas kelahiran mana, dan dia seperti apa, dia besarnya juga di mana. Dan itu harus ditumbuhkan," tuturnya.
Ia menilai Persija saat ini tengah berupaya membangun jalur serupa melalui program EPA (Elite Pro Academy), sebagaimana Persib melahirkan pemain seperti Beckham Putra.
"Persija sedang memulai itu, dengan EPA, ada Rayhan Hannan, Aditya Warman, ada banyak pemain-pemain termasuk Dony Tri juga. Persija sedang membangun itu, artinya masih butuh waktu untuk mereka menjadi seperti Beckham," jelas Diky.
Menurutnya, proses pembinaan pemain seperti Beckham tidak instan. "Beckham kan juga nggak langsung, ketika masuk Persib dia nggak langsung begitu, tapi memang itu yang dibutuhkan dari sepakbola, apalagi sepakbola Indonesia. Kita butuh pemain yang betul-betul mencintai klub ini tuh dengan sepenuh hati, sepenuh jiwanya, jadi mereka rela fight habis-habisan di pertandingan itu, tapi mereka juga punya skill dan kemampuan untuk memenangkan pertandingan," pungkasnya. (ind)
Load more