News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sejarah Lagu Daerah Sumsel “Cuk Mak Ilang”, Kisah Pantun Cinta Palembang yang Kembali Populer

Tahukah kamu bahwa Sumatera Selatan memiliki banyak lagu daerah yang sarat makna budaya, salah satunya adalah “Cuk Mak Ilang”? Lagu tradisional ini dikenal luas
Selasa, 10 Maret 2026 - 23:52 WIB
Ilustrasi Sejarah Lagu Daerah Sumsel “Cuk Mak Ilang”, Kisah Pantun Cinta Palembang yang Kembali Populer
Sumber :
  • Istockphoto

tvOnenews.com - Tahukah kamu bahwa Sumatera Selatan memiliki banyak lagu daerah yang sarat makna budaya, salah satunya adalah “Cuk Mak Ilang”? 

Lagu tradisional ini dikenal luas di kalangan masyarakat Palembang karena liriknya yang ringan, jenaka, dan penuh pantun khas Melayu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak dahulu, lagu ini sering dinyanyikan dalam berbagai acara kebudayaan maupun pergaulan masyarakat sebagai bentuk ekspresi rasa cinta dan kerinduan anak muda.

Menariknya, lagu “Cuk Mak Ilang” kembali menjadi sorotan ketika karya musik daerah mulai banyak diangkat kembali oleh generasi baru. 

Kehadirannya mengingatkan bahwa lagu-lagu tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang merekam cara masyarakat berkomunikasi, bersosialisasi, dan menyampaikan perasaan melalui pantun yang indah.

Di tengah arus modernisasi musik, lagu-lagu daerah seperti “Cuk Mak Ilang” memiliki nilai historis dan kultural yang kuat. 

Liriknya menggambarkan kisah cinta dan kerinduan anak muda dalam bentuk pantun yang ringan dan penuh makna. 

Karakter ceria dari lagu ini membuatnya mudah diterima lintas generasi, sekaligus menjadi salah satu warisan budaya yang terus hidup di masyarakat Sumatera Selatan.

Asal-usul Lagu “Cuk Mak Ilang” dari Tradisi Pantun Palembang

Melansir dari berbagai sumber, “Cuk Mak Ilang” merupakan lagu daerah yang berakar dari tradisi sastra lisan masyarakat Palembang. 

Sejak dahulu, masyarakat Sumatera Selatan dikenal memiliki kebiasaan menyampaikan pesan melalui pantun, terutama dalam pergaulan muda-mudi.

Pantun tersebut sering digunakan untuk mengekspresikan rasa suka, rindu, maupun candaan dalam suasana santai. Dari tradisi inilah lahir berbagai lagu daerah bernuansa ringan dan romantis, termasuk “Cuk Mak Ilang”.

Nuansa riang dalam lagu ini menggambarkan kehidupan sosial masyarakat yang akrab dengan humor, pergaulan, dan ungkapan perasaan secara halus melalui kata-kata puitis. 

Tidak heran jika lagu ini sering dinyanyikan dalam berbagai acara kebudayaan maupun kegiatan masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karakter lirik yang sederhana membuat lagu ini mudah diingat dan dinyanyikan kembali oleh generasi berikutnya. 

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa “Cuk Mak Ilang” tetap dikenal hingga sekarang meski zaman terus berubah.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Bertambah Jadi 93 Anak, Orang Tua Diimbau Buat Laporan

Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Bertambah Jadi 93 Anak, Orang Tua Diimbau Buat Laporan

Jumlah korban dalam kasus dugaan kekerasan terhadap anak di tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha kembali bertambah. 
Relawan Pendukung Prabowo Bakal Laporkan Fitnah Terhadap Presiden ke Polisi

Relawan Pendukung Prabowo Bakal Laporkan Fitnah Terhadap Presiden ke Polisi

Relawan pendukung Presiden Prabowo Subianto, Arus Bawah Prabowo (ABP) menyiapkan langkah hukum atas pernyataan fitnah yang dilayangkan kepada Presiden.
Dedi Mulyadi Geram Palang Pintu Kereta di Ampera Bekasi Masih Manual dan Dijaga Ormas

Dedi Mulyadi Geram Palang Pintu Kereta di Ampera Bekasi Masih Manual dan Dijaga Ormas

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara terang-terangan meluapkan kegeramannya melihat sistem perlintasan kereta api yang masih dikelola secara manual pasca ...
Dapat Gaji Lebih Besar dari Megawati Hangestri! Segini Nilai Kontrak Pyo Seung-ju di Pink Spider untuk V League Musim Depan

Dapat Gaji Lebih Besar dari Megawati Hangestri! Segini Nilai Kontrak Pyo Seung-ju di Pink Spider untuk V League Musim Depan

Pink Spiders membuat kejutan pada bursa transfer pemain free agent untuk gelaran V League musim depan dengan mendatangkan Pyo Seung-ju di detik-detik terakhir.
Alami Crash hingga DNF di MotoGP Spanyol 2026, Marc Marquez Mengaku Tak Tahu Penyebab Kecelakaannya di Sirkuit Jerez

Alami Crash hingga DNF di MotoGP Spanyol 2026, Marc Marquez Mengaku Tak Tahu Penyebab Kecelakaannya di Sirkuit Jerez

Marc Marquez datang ke MotoGP Spanyol 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah memenangi Sprint dalam kondisi hujan deras sehari sebelumnya.
Daft Funk Live Guncang Jakarta, Tribute Daft Punk Bakar Bengkel SCBD dengan Atmosfer Imersif

Daft Funk Live Guncang Jakarta, Tribute Daft Punk Bakar Bengkel SCBD dengan Atmosfer Imersif

Daft Funk Live sukses di Jakarta, hadirkan tribute Daft Punk penuh energi dan visual imersif di Bengkel SCBD, disambut antusias penonton.

Trending

Top 3 Timnas Indonesia: Ole Romeny-Jay Idzes Diizinkan Main, John Herdman Disentil Pelatih Brasil, hingga Presiden FIFA Bertemu Erick Thohir

Top 3 Timnas Indonesia: Ole Romeny-Jay Idzes Diizinkan Main, John Herdman Disentil Pelatih Brasil, hingga Presiden FIFA Bertemu Erick Thohir

Berikut tiga rangkuman berita terpopuler seputar Timnas Indonesia yang paling banyak dibaca di tvOnenews.com. Mulai dari FIFA ASEAN Cup hingga pertemuan FIFA dan PSSI
Panggilan ‘Baru’ Megawati Hangestri dari Media Korea, Bukan Lagi Megatron

Panggilan ‘Baru’ Megawati Hangestri dari Media Korea, Bukan Lagi Megatron

Megawati Hangestri kembali ke V-League 2026/2027 dengan julukan baru dari media Korea. Simak selengkapnya.
Demo Hari Ini, Ratusan Ribu Buruh Kepung Jakarta Peringati May Day Hindari Titik-titik Zona Kuning Ini

Demo Hari Ini, Ratusan Ribu Buruh Kepung Jakarta Peringati May Day Hindari Titik-titik Zona Kuning Ini

Ratusan ribu buruh diprediksi padati ibu kota Jakarta dalam memperingati May Day atau Hari Buruh 2026 hari ini Jumat (1/5/2026).
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Bongkar Biaya Pemasangan Palang Pintu Kereta Api Bekasi Rp500 Juta–Rp1 Miliar: Laksanakan, Alokasinya Tersedia!

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Bongkar Biaya Pemasangan Palang Pintu Kereta Api Bekasi Rp500 Juta–Rp1 Miliar: Laksanakan, Alokasinya Tersedia!

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi membeberkan estimasi biaya pemasangan palang pintu digital. Nilainya berkisar antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar untuk satu titik perlintasan.
Eligible Bela Timnas Indonesia, Kiper 199 Cm Keturunan Surabaya Dinobatkan Pemain Terbaik di Eredivisie

Eligible Bela Timnas Indonesia, Kiper 199 Cm Keturunan Surabaya Dinobatkan Pemain Terbaik di Eredivisie

Nama Kayne van Oevelen mendadak jadi perbincangan, tak hanya di Belanda tetapi juga di kalangan suporter Timnas Indonesia. Kiper Eropa itu raih pemain terbaik.
Media Korea Sudah Curiga Alasan Shin Tae-yong Tak Benar-benar Tinggalkan Indonesia, Kini Jadi Penasihat Teknik

Media Korea Sudah Curiga Alasan Shin Tae-yong Tak Benar-benar Tinggalkan Indonesia, Kini Jadi Penasihat Teknik

Kabar mengejutkan datang dari sosok Shin Tae-yong yang kembali dikaitkan dengan Indonesia. Namun kali ini, perannya di luar dugaan publik. Media Korea kaget.
Gelandang Stuttgart Berdarah Surabaya yang Mulai Luluh untuk Bela Timnas Indonesia

Gelandang Stuttgart Berdarah Surabaya yang Mulai Luluh untuk Bela Timnas Indonesia

Nama talenta muda Laurin Ulrich kembali memanaskan pemberitaan calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia. Gelandang potensial yang kini tengah meniti karier -
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT