Meski Level Dunia, Layvin Kurzawa Tetap Dapat Peringatan dari Bung Binder soal Adaptasi di Persib Bandung
- instagram Layvin Kurzawa
tvOnenews.com - Kedatangan Layvin Kurzawa ke Persib Bandung langsung menyedot perhatian publik sepak bola nasional.
Pemain yang pernah tampil di Liga Champions dan berstatus mantan bintang Eropa itu menjadi sorotan besar, mengingat rekam jejaknya sebagai pemain kelas dunia.
Pundit sepak bola nasional, Bung Binder, secara terbuka memberikan tantangan kepada Layvin Kurzawa yang baru saja resmi bergabung dengan Maung Bandung.

- Instagram @persib
Dalam pandangannya, Bung Binder menyoroti fakta bahwa Kurzawa sempat berstatus tanpa klub sebelum akhirnya direkrut Persib Bandung.
Persib sendiri bergerak cepat dalam bursa transfer. Tak lama setelah kepergian William Marcilio, Hamra, dan Rezaldi Hehanussa, pelatih Bojan Hodak langsung mendatangkan dua pemain anyar.
Sosok yang dimaksud adalah Layvin Kurzawa, mantan sayap kiri Paris Saint-Germain dan Timnas Prancis, serta pemain muda Timnas Indonesia, Dion Markx.
Layvin Kurzawa dikontrak hingga akhir musim, sementara Dion Markx mendapatkan kontrak jangka menengah berdurasi 2,5 tahun.
Rumor bergabungnya Kurzawa ke Persib sebenarnya sudah lama beredar di media sosial. Statusnya sebagai pemain kelas dunia membuat kabar ini ramai diperbincangkan, bahkan hingga media dan jurnalis Prancis turut meliputnya.
Keraguan sebagian Bobotoh akhirnya sirna setelah foto Kurzawa di bandara tersebar luas.
Di Persib Bandung, Layvin Kurzawa akan mengenakan nomor punggung 3 dan diproyeksikan bersaing dengan Alfeandra Dewangga di sektor sayap kiri.
Gebrakan transfer ini pun menuai banyak perhatian, termasuk dari Bung Binder.
Melalui kanal YouTube miliknya, Bung Binder memberikan pujian terhadap level permainan Kurzawa yang dinilainya sudah berada di atas standar Asia, berkat pengalamannya berkarier di Eropa.
“Setelah berkonsultasi dengan pelatih mereka Bojan Hodak, akhirnya mereka mengontrak dua pemain baru yang di luar dugaan saya mereka mengontrak pemain level dunia,“ ucapnya.
“Saya berani mengatakan Layvin Kurzawa pemain level dunia, bukan lagi level Asia apalagi ASEAN,“ lanjut Binder Singh.
Meski demikian, Bung Binder tetap memberikan tantangan tersendiri kepada Kurzawa, khususnya terkait proses adaptasi di Persib Bandung.
Tantangan ini muncul karena Kurzawa diketahui sempat menganggur sejak Juli 2025 usai kontraknya bersama klub Portugal, Boavista, tidak diperpanjang.
Selama enam bulan tanpa klub, Kurzawa praktis tidak merasakan atmosfer pertandingan kompetitif. Situasi ini bukan yang pertama baginya.
Setelah dilepas PSG pada Juli 2024, ia juga sempat tanpa klub hingga Februari 2025 sebelum akhirnya bergabung dengan Boavista.
“Kalo yang namanya pemain yang punya kualitas, seharusnya dia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk kembali tune in,“ tantang Bung Binder kepada Kurzawa.
Atas dasar itu, Bung Binder memprediksi bahwa Bojan Hodak tidak akan langsung menurunkan Kurzawa sebagai starter. Menurutnya, sang pemain kemungkinan akan dimainkan secara bertahap demi mempermudah proses adaptasi.
“Saya yakin dia tidak akan diturunkan langsung oleh Bojan Hodak, tapi kemungkinan dia akan diturunkan secara perlahan-lahan,“ ujarnya.
“Jadi kalau saya dengan yakin mengatakan ini adalah pemain level dunia, tapi nanti kita tunggu adaptasinya bisa cepat atau tidak,“ papar Bung Binder.
Di sisi lain, Binder Singh menilai keputusan Persib Bandung merekrut Layvin Kurzawa sudah sangat tepat. Ia menegaskan bahwa Kurzawa merupakan tipe pemain yang disukai Bojan Hodak karena kematangannya serta kemampuannya bermain di berbagai posisi.
“Layvin Kurzawa ini sangat penting karena dia pemain yang matang dan dia bisa bermain di beberapa posisi, bisa di center back sebelah kiri, bisa bermain sebagai gelandang bertahan. Inilah tipe pemain yang disuka Bojan Hodak,“ jelasnya.
Selain itu, Kurzawa juga diharapkan mampu menjadi penghubung dalam fase transisi permainan Persib Bandung, khususnya ketika membangun serangan dari sisi kiri.
“Ini sesuai dengan kebutuhan di sebelah kiri itu — Persib itu butuh pemain yang bisa delivery bola dari posisi full back juga karena itu penting di saat ada transisi positif,“ pungkasnya. (han/ind)
Load more