SUGBK Ditutup Jelang FIFA Series 2026, Persija Bidik JIS untuk Jadi Markas saat Jamu PSM Makassar
- Persija
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, menyebut Persija Jakarta tengah berusaha mencari opsi stadion sebagai markas di laga-laga kandang selanjutnya. Hal itu menyusul Macan Kemayoran yang tak dapat menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, karena sejumlah alasan.
Persija kembali dihadapkan dengan masalah klasik terkait venue kandang. Macan Kemayoran disebut berpeluang kembali menjadi tim musafir di lanjutan Super League 2025/2026.
Langkah baru pun tengah disiapkan Persija dalam menyambut laga kandang terdekat. Manajemen klub bersama elemen suporter kini mengupayakan agar pertandingan berikutnya bisa digelar di Jakarta International Stadium (JIS).
Diky Soemarno mengungkapkan bahwa komunikasi terus dilakukan demi mewujudkan rencana tersebut. Ia menegaskan prosesnya masih berjalan dan belum ada keputusan final yang diumumkan secara resmi.

- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Dalam beberapa bulan terakhir, Persija cukup rutin memakai Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai kandang. Stadion berkapasitas 78.000 kursi itu menjadi lokasi lima pertandingan beruntun yang digelar Macan Kemayoran.
Lima laga tersebut mempertemukan Persija dengan PSIM Yogyakarta, Bhayangkara Presisi Lampung FC, Persijap Jepara, Madura United, serta Arema FC. Rangkaian pertandingan berlangsung sejak akhir November hingga awal Februari.
Namun situasi berubah menjelang akhir Februari. Tiga pertandingan kandang berikutnya dipastikan tak bisa lagi digelar di SUGBK.
Persija dijadwalkan menjamu PSM Makassar pada 20 Februari. Setelah itu, mereka menghadapi Borneo FC Samarinda pada 3 Maret dan Dewa United Banten FC pada 15 Maret.
Tidak tersedianya SUGBK bukan tanpa alasan. Stadion tersebut akan ditutup sementara demi perawatan intensif pada bagian lapangan.

- PSSI
Penutupan dilakukan guna menyambut ajang internasional bertajuk FIFA Series 2026 yang berlangsung pada 23 hingga 31 Maret. Perbaikan rumput dianggap krusial agar kualitas arena tetap terjaga saat menjadi tuan rumah event tersebut.
Melihat kondisi itu, opsi kembali ke JIS pun mencuat. Stadion megah di Jakarta Utara tersebut dinilai paling memungkinkan untuk mengakomodasi kebutuhan laga kandang skuad asuhan Mauricio Souza.
Terakhir kali Persija menggunakan JIS sebagai kandang adalah saat bersua Bali United pada 14 September 2025. Sejak itu, Persija lebih sering berpindah markas sesuai ketersediaan stadion.
Diky memastikan pengelola JIS terus menjalin komunikasi dengan panitia pelaksana Persija. Kedua belah pihak berupaya menyamakan persepsi soal kesiapan fasilitas dan teknis pertandingan.

- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Pada Senin (9/2), panpel Persija bersama Pengurus Pusat The Jakmania meninjau langsung kondisi lapangan di JIS. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan terbaru dan memastikan stadion siap digunakan.
"Panpel masih komunikasi terus. Setahu saya memang panpel kemarin hari Senin sudah meninjau JIS bareng-bareng dan JIS ada progres yang baik. Tapi kita masih menunggu kabar dari panpel," kata Diky Soemarno, Kamis (12/2/2026).
"Progres terakhir ketemu sama panpel di JIS, kita tinjau bareng. Ya, mereka optimistis, dari pihak JIS optimistis bisa dilangsungkan pertandingan tanggal 20 (Februari) di JIS," tambahnya.
Apabila rencana penggunaan JIS belum dapat direalisasikan, Persija tidak tinggal diam. Stadion Patriot Candrabhaga di Kota Bekasi disebut-sebut menjadi alternatif yang sedang dipertimbangkan sebagai kandang sementara demi menjaga kelancaran jadwal kompetisi.
(igp)
Load more