Ngaku Kena Serangan Rasis Sebelum Layangkan Tendangan Kungfu, Fadly Alberto Disindir Pemain Dewa United: Gak Usah Lebay
- Instagram @dzlariel
Alasan Fadly Alberto Layangkan Tendangan Kungfu ke Pemain Lawan
- Kitagaruda.id
COO Bhayangkara FC Sumardji menuturkan kalau sikap memalukan Fadly Alberto datang bukan tanpa sebab. Ia menyinggung rasisme jadi pemantik emosi sang pemuda.
Sumardji menjelaskan keterangan dari Fadly Alberto kalau yang bersangkutan sebelumnya mendapatkan serangan rasisme dari bench Dewa United U-20.
Hal inilah yang kemudian membuat Fadly Alberto emosional. Walau begitu, tindakan melayangkan tendangan kungfu tersebut bukanlah sikap yang pantas.
Apalagi, Fadly Alberto merupakan salah satu bintang Timnas Indonesia usia muda. Dia juga pernah dipuji FIFA sebagai prospek cerah sepak bola tanah air.
“Menurut Berto, saya kan langsung telepon Berto, ada dari bench [Dewa United] teriakkan 'Berto Hxxxm, Berto Mxxxxt', nah disitulah Berto akhirnya marah dan dia melakukan tendangan,“ jelas Sumardji saat diwawancarai Kumparan Play.
Reaksi Pemain Dewa United Soal Alasan Tendangan Kungfu Fadly Alberto
- Instagram @dzlariel/@smgfootball
Sontak, pengakuan dari Fadly Alberto yang mendapat serangan rasisme dikomentari oleh pemain Dewa United U-20 yaitu Oumar Nja Ariel Denzel.
Oumar Nja Ariel Denzel merupakan pemain Dewa United U-20 keturunan Kamerun yang tidak masuk dalam skuad saat timnya bertemu Bhayangkara FC.
Pemain yang pernah dipanggil ke pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 tersebut kemudian bereaksi ketika rekan setimnya mendapat kekerasan oleh Fadly Alberto.
Ia bahkan menyindir tegas saat Fadly Alberto mengaku jadi korban rasisme sebelum layangkan tendangan kungfu ke Rakha Nurkholis.
Menurut Oumar Nja Ariel Denzel, Bhayangkara FC juga pernah melakukan serangan rasisme terhadapnya ketika masih di level U-18.
“Gak usah lebay bre, kemarin anak Bhayangkara U-18 manggil gue bxxxk, mxxxxt, hxxxm, tapi gw santai aja tuh gak lebay kayak lu,“ kata @dzlariel.
Pengakuan Oumar Nja Ariel Denzel mendapat reaksi warganet. Pro kontra pun tak terelakkan lantaran aksi rasisme belum sepenuhnya hilang dari sepak bola.
(han)
Load more