Ketua Komite Wasit PSSI Soroti Keterbatasan VAR di Super League, Tambahan Kamera Jadi Kunci
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Ogawa menjelaskan bahwa dalam kasus ini VAR tidak bisa melakukan intervensi. Hal tersebut disebabkan keterbatasan jumlah kamera yang tersedia dalam sistem yang digunakan di kompetisi domestik.
Ia menyebutkan bahwa saat ini VAR di Super League hanya didukung oleh 13 kamera. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan dengan teknologi yang digunakan dalam ajang internasional.
Sebagai perbandingan, Ogawa menyinggung penggunaan VAR di Piala Dunia 2022 yang didukung sekitar 50 kamera. Banyaknya kamera tersebut memungkinkan tim VAR mendapatkan sudut pandang yang jauh lebih lengkap.
Dalam turnamen tersebut, salah satu contoh krusial adalah gol Jepang ke gawang Spanyol. Keputusan yang sempat diperdebatkan itu akhirnya disahkan berkat sudut kamera tambahan.
"Kejadian ini sama seperti waktu Jepang di Piala Dunia 2022," jelas Ogawa.
Lebih lanjut, Ogawa menegaskan bahwa keputusan wasit dalam pertandingan tersebut sudah sesuai prosedur. Ia menyebut wasit telah mengambil posisi terbaik dan mendapatkan bantuan dari asisten wasit.
Menurutnya, jika wasit tidak sepenuhnya yakin bahwa bola sudah keluar, maka permainan memang harus tetap dilanjutkan. Dalam kondisi seperti itu, VAR berperan sebagai alat verifikasi tambahan.
"Jika wasit atau asisten wasit sudah berusaha mengambil posisi terbaik dan melihat situasi, jika 100 persen yakin bola keluar maka harus memberi sinyal. Namun jika tidak 100 persen yakin, keputusan di lapangan harus dipertahankan dan VAR akan mengecek," jelas pria asal Jepang tersebut.
"Jika VAR tidak menemukan bukti 100 persen bola keluar atau masuk, maka keputusan awal harus tetap dipertahankan. Jika ada bukti 100 persen, barulah direkomendasikan perubahan," tutupnya.
(igp)
Load more