Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

‎Bhayangkara FC Vs Persib Bandung Memanas, Dua Versi Berbeda Muncul soal Dugaan Rasisme

Tudingan rasisme pada Marc Klok memicu polemik panas antara Bhayangkara FC dan Persib. Kedua kubu saling klaim, ini kronologi lengkap versinya.
Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:30 WIB
Marc Klok dan Sumardji
Sumber :
  • tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Perbedaan pernyataan mencuat dari dua kubu setelah laga antara Bhayangkara FC dan Persib Bandung. Kedua tim menyampaikan sikap yang bertolak belakang terkait dugaan insiden rasisme yang terjadi di lapangan.

Situasi ini langsung menyita perhatian publik karena masing-masing pihak memiliki versi cerita yang berbeda. Perdebatan pun tidak hanya terjadi di dalam pertandingan, tetapi juga berlanjut di luar lapangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bhayangkara FC menjadi pihak pertama yang mengangkat isu tersebut ke permukaan. Mereka menilai telah terjadi tindakan yang mengarah pada ujaran rasis terhadap pemainnya.

Tuduhan itu diarahkan kepada gelandang Persib, Marc Klok. Ia disebut melontarkan kata yang dianggap bernuansa rasial kepada lawannya.

Pemain Persib Bandung, Marc Klok di Super League
Pemain Persib Bandung, Marc Klok di Super League
Sumber :
  • tvOnenews/Dwi RB

Pemain yang dimaksud adalah penyerang Bhayangkara FC, Henry Doumbia. Insiden tersebut terjadi di tengah tensi pertandingan yang sedang memanas.

Peristiwa bermula ketika Persib berhasil mencetak gol pertamanya dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Momentum itu membuat jalannya laga semakin intens.

Sesaat sebelum kick-off dilanjutkan, Klok dan Doumbia terlihat berbicara di lapangan. Percakapan singkat itu kemudian menjadi sumber polemik yang berkepanjangan.

Dari momen tersebut, Bhayangkara FC menduga ada ucapan yang mengandung unsur rasis. Dugaan itu langsung ditindaklanjuti oleh manajemen klub.

"Terkait dengan aksi rasis yang diterima Henry Doumbia, selepas pertandingan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC langsung melaporkan aksi rasis Marc Klok kepada Match Commissioner (Match Com) yang bertugas di laga tersebut dan juga langsung bersurat ke Komdis PSSI," tulis pernyataan resmi Bhayangkara FC di Instagram.

Langkah tersebut memperlihatkan keseriusan Bhayangkara FC dalam menangani isu ini. Mereka memilih membawa kasus ini ke ranah resmi agar mendapat kejelasan.

Di sisi lain, Persib Bandung tidak tinggal diam menghadapi tuduhan tersebut. Klub berjuluk Maung Bandung itu langsung memberikan bantahan atas klaim yang dilayangkan.

Marc Klok pun ikut memberikan klarifikasi secara terbuka. Ia menegaskan bahwa ucapannya tidak memiliki unsur rasis seperti yang dituduhkan.

Menurut Klok, situasi saat itu hanya berkaitan dengan jalannya pertandingan. Ia menyebut Doumbia sempat menahan bola usai Persib mencetak gol.

Dalam kondisi tersebut, Klok mengaku hanya meminta bola agar permainan bisa segera dilanjutkan. Ia menyebut kalimat yang diucapkannya adalah "Give me the ball back".

Bahkan, Klok mengungkap bahwa Doumbia sempat menyadari adanya kesalahpahaman. Namun, situasi kembali memanas setelah muncul tudingan lanjutan dari pihak lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Manajer mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan. Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut," tulis Klok dalam pernyataan Persib di Instagram.

"Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dan esensi dari permainan ini. Saya mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan nama saya, serta atas penyebaran tuduhan yang tidak benar," tutup Marc Klok. (igp/fan)
 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot soal harmonisasi PBNU jelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor

Trending

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT