Tak Tahan Lagi, Dedi Mulyadi Tuntut Palang Pintu Digital Rp1 Miliar di Perlintasan Kereta Segera Dipasang
- Antara
tvOnenews.com - Ketegasan Dedi Mulyadi langsung mencuri perhatian publik usai tragedi kecelakaan kereta di Bekasi yang menewaskan 16 orang.
Gubernur Jawa Barat itu tak hanya menyampaikan duka, tetapi juga melontarkan kritik keras terhadap kondisi perlintasan kereta api yang masih dikelola secara manual.
Menurutnya, kejadian tragis ini menjadi bukti nyata bahwa sistem yang ada saat ini sudah tidak layak dipertahankan.
- Istimewa
Dedi Mulyadi secara terang-terangan menyoroti lemahnya peran negara dalam menjamin keselamatan di perlintasan sebidang.
Ia bahkan menyinggung fakta bahwa masih ada perlintasan yang dijaga oleh masyarakat atau ormas. Baginya, kondisi tersebut adalah bentuk kegagalan sistem.
“Masih ada pintu perlintasan kereta api yang kemarin terjadi musibah, masih dijaga oleh orang. Apakah itu ormas atau masyarakat setempat, bagi saya itu tidak penting,” katanya.
“Yang penting ini bukan kewajiban mereka. Ini kewajibannya aparat,” tegas KDM.
Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa keselamatan publik tidak boleh lagi diserahkan kepada pihak non-resmi.
Sorotan Dedi tak berhenti di situ. Ia juga membuka fakta soal biaya pemasangan palang pintu digital yang selama ini dianggap mahal.
- jabarprov.go.id
Menurutnya, anggaran sebesar Rp500 juta hingga Rp1 miliar per titik justru harus dilihat sebagai investasi penting, bukan beban.
“Saya sudah meminta Kepala Dinas Provinsi Jawa Barat untuk melakukan pengadaan dan pemasangan palang pintu digital. Biayanya antara Rp500 juta sampai Rp1 miliar. Laksanakan, alokasinya tersedia,” tambahnya.
Dengan sistem digital, perlintasan akan dilengkapi sensor otomatis, sinyal terintegrasi, serta peringatan dini yang mampu meminimalkan risiko kecelakaan.
Dedi bahkan memastikan bahwa anggaran untuk pengadaan tersebut sudah tersedia dan meminta prosesnya segera dipercepat.
Ia menargetkan pemasangan bisa mulai direalisasikan dalam waktu singkat, sebagai langkah konkret mencegah tragedi serupa.
Sikap tegas ini muncul setelah kecelakaan beruntun di Bekasi Timur pada 27 April 2026.
Load more