Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Miris, Eduardo Barbosa Pamit Sambil Bawa Kresek Merah, PSBS Biak Diduga Nunggak Gaji 3 Bulan hingga Degradasi Liga 1

Gelandang asing asal PSBS Biak asal Portugal Eduardo Barbosa menjadi sorotan setelah beredar kabar dirinya belum menerima gaji dari manajemen klub berjuluk ...
Selasa, 5 Mei 2026 - 12:48 WIB
Pemain PSBS Biak Eduardo Barbosa pamit sambil bawa kresek merah, klub degradasi hingga diduga akibat tunggakan gaji 3 bulan
Sumber :
  • Tangkapan layar Instagram @glazosport

tvOnenews.com – Kabar memilukan datang dari kancah sepak bola nasional. Di tengah kepastian terjun bebas ke kasta kedua, klub PSBS Biak kini diterpa isu miring terkait hak pemain.

Gelandang asing asal Portugal Eduardo Barbosa menjadi sorotan setelah beredar kabar dirinya belum menerima gaji dari manajemen klub berjuluk Badai Pasifik tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Barbosa, yang baru bergabung pada Juli 2025, diduga mengalami kesulitan finansial yang serius.

Pemain PSBS Biak Eduardo Barbosa pamit sambil bawa kresek merah, klub degradasi hingga diduga akibat tunggakan gaji 3 bulan
Pemain PSBS Biak Eduardo Barbosa pamit sambil bawa kresek merah, klub degradasi hingga diduga akibat tunggakan gaji 3 bulan
Sumber :
  • Tangkapan layar Instagram @glazosport

Sebuah momen mengharukan memperlihatkan sang pemain seolah berpamitan hanya dengan membawa kantong kresek merah, sebuah gambaran kontras bagi seorang pesepak bola profesional yang merantau jauh dari Pacos de Ferreira demi mencari nafkah di Indonesia.

Kondisi internal PSBS Biak kini berada di titik nadir. Kekalahan telak 0-4 dari Persebaya Surabaya pada Sabtu (2/5/2026) lalu resmi memastikan mereka menjadi tim pertama yang terdegradasi dari Super League 2025/2026.

Namun, borok non-teknis justru lebih menyita perhatian ketimbang performa di lapangan.

Asisten Pelatih PSBS Kahudi Wahyu dengan nada getir menyentil manajemen klub yang dianggap menutup mata terhadap penderitaan pemain.

Ia menyebut masalah mental akibat tunggakan gaji menjadi faktor utama hancurnya permainan tim.

"Saya sekalian ngomong ke manajemen saya ini. Anak-anak sudah seperti itu masih aja kalian tutup mata. Kita lihat bagaimana semangat kami, kekompakan kami, konsistensi kami di tengah situasi sulit ini," tegas Kahudi.

Senada dengan asistennya, pelatih kepala Marian Mihail juga angkat bicara.

Juru taktik asal Rumania itu menilai sangat wajar jika para pemain, termasuk penggawa asing, menyuarakan keresahan mereka di media sosial karena gaji yang belum dibayar selama hampir tiga bulan.

"Wajar jika pemain memperjuangkan hak-hak mereka karena mereka datang ke sini untuk menghidupi keluarga. Semangat tim saat ini sangat rendah. Bahkan saya dan staf pelatih juga berada dalam situasi sulit yang sama," ungkap mantan pelatih PSS Sleman tersebut.

Pemain PSBS Biak Eduardo Barbosa
Pemain PSBS Biak Eduardo Barbosa
Sumber :
  • PSBS Biak

Skandal ini akhirnya sampai ke telinga Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Pria yang juga menjabat sebagai Menpora tersebut menegaskan bahwa PSSI telah memiliki payung hukum berupa National Dispute Resolution Chamber (NDRC) untuk melindungi hak-hak pemain.

Erick menyayangkan kejadian ini, apalagi subsidi pendapatan untuk klub Liga 1 sudah dinaikkan signifikan menjadi Rp17 miliar tahun ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang pasti, dalam waktu dekat kita akan ada pertemuan dengan owner PSBS Biak. Kita punya mekanisme Club Licensing dan NDRC untuk menyelesaikan sengketa kontrak seperti ini," tegas Erick Thohir di Jakarta.

Jika masalah ini tak kunjung tuntas, PSBS Biak tidak hanya kehilangan tempat di kasta tertinggi, tetapi juga terancam sanksi berat dari badan arbitrase sepak bola resmi FIFA terkait sengketa gaji pemain. 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli, Roy Suryo Masih Berharap Menang Praperadilan

Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli, Roy Suryo Masih Berharap Menang Praperadilan

Perjalanan hukum Tifauziah Tyassuma alias Dokter Tifa dan Roy Suryo dalam perkara dugaan tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mulai menempuh jalur yang berbeda.
Eks Kapten Jerman Berdarah Surabaya Selangkah Lagi Bela Timnas Indonesia? Bisa Gantikan Posisi Thom Haye

Eks Kapten Jerman Berdarah Surabaya Selangkah Lagi Bela Timnas Indonesia? Bisa Gantikan Posisi Thom Haye

Di tengah upaya PSSI memperkuat skuad Garuda, nama Laurin Ulrich muncul sebagai calon kuat pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang ramai diperbincangkan.
Sorot Kasus Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung, KDM: Jadi Jangan Sampai Orang Bermukim di Suatu Tempat Bukan Suami Istri Dibiarkan

Sorot Kasus Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung, KDM: Jadi Jangan Sampai Orang Bermukim di Suatu Tempat Bukan Suami Istri Dibiarkan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kasus penganiayaan dan penganiayaan wanita di tempat kos-kosan di Kabupaten Bandung.
Selat Hormuz Dibuka Kembali, RI Pastikan Tetap Impor Minyak dari Rusia

Selat Hormuz Dibuka Kembali, RI Pastikan Tetap Impor Minyak dari Rusia

Meski Selat Hormuz mulai dibuka, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kontrak impor minyak mentah dari Rusia telah dilakukan dan siap dikembangkan lebih lanjut.
Babak Baru Drama Mees Hilgers di Twente: Media Belanda Sebut Polemik Kian Memanas

Babak Baru Drama Mees Hilgers di Twente: Media Belanda Sebut Polemik Kian Memanas

Situasi yang dialami bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers bersama FC Twente tak kunjung membaik. Bahkan, media Belanda menyebut polemik sang pemain kian memanas.
Dua Peserta SPPI Meninggal Saat Latihan Militer, Istana Tegaskan Kopdes Merah Putih Tetap Jalan

Dua Peserta SPPI Meninggal Saat Latihan Militer, Istana Tegaskan Kopdes Merah Putih Tetap Jalan

Meninggalnya dua peserta program SPPI saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran tidak menghentikan langkah pemerintah menjalankan program strategis Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 26 Juni 2026: Scorpio Paling Untung, Gemini Manfaatkan Kondisi

Ramalan Keuangan Zodiak 26 Juni 2026: Scorpio Paling Untung, Gemini Manfaatkan Kondisi

Ramalan keuangan zodiak 26 Juni 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan 12 zodiak. Jumat berkah ini, siapa yang paling untung dan siapa yang harus hati-hati?
Awal Mula Kasus Penyekapan Wanita di Bandung Mencuat, Berujung Terduga Pelaku Taufik Hidayat Kena Pasal Berlapis

Awal Mula Kasus Penyekapan Wanita di Bandung Mencuat, Berujung Terduga Pelaku Taufik Hidayat Kena Pasal Berlapis

Simak penjelasan lengkap, mengapa kasus penyekapan dilakukan terduga pelaku Taufik Hidayat muncul dan viral di media sosial. Kini korbannya dirawat di RSHS
Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 26 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 26 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Tanggal 26 Juni 2026 diprediksi membawa energi positif dalam sektor keuangan bagi sejumlah zodiak. Berikut 6 zodiak yang paling bercuan deras di hari tersebut.
Legenda Hyundai Hillstate Blak-blakan soal Megawati Hangestri, Sudah Yakin 'Wajah' Tim Bakal Berubah Total

Legenda Hyundai Hillstate Blak-blakan soal Megawati Hangestri, Sudah Yakin 'Wajah' Tim Bakal Berubah Total

Kehadiran Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate ternyata sudah menciptakan dampak besar meski sang pemain belum main satu laga pun. Legenda klub beri reaksi.
Pernah Kabulkan Jadi Tahanan Rumah, Kini KPK Bantarkan Penahanan Eks Menag Yaqut Cholil

Pernah Kabulkan Jadi Tahanan Rumah, Kini KPK Bantarkan Penahanan Eks Menag Yaqut Cholil

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tangguhkan penahanan tersangka korupsi kuota haji sekaligus mantan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas.
Jumat Berkah, 4 Shio Paling Hoki pada 26 Juni 2026: Naga dan Ular Paling Untung

Jumat Berkah, 4 Shio Paling Hoki pada 26 Juni 2026: Naga dan Ular Paling Untung

Ramalan keuangan shio 26 Juni 2026 untuk 12 shio sudah hadir. Cek shiomu sekarang, siapa yang dapat rezeki di penghujung pekan dan siapa yang harus tahan diri dulu!
Bicara soal Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Wanita di Bandung, Dedi Mulyadi: Akan Peka Ketika Viral, Itu Cermin Lingkungan Abai terhadap Peristiwa

Bicara soal Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Wanita di Bandung, Dedi Mulyadi: Akan Peka Ketika Viral, Itu Cermin Lingkungan Abai terhadap Peristiwa

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kasus penyekapan dan penganiayaan wanita di salah satu tempat kos-kosan di Kabupaten Bandung selama tiga tahun lamanya. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT