Persib Akui Masuk Dalam Daftar Hitam Registration Ban FIFA Atas Kasus Daisuke Sato Tak Ganggu Perburuan Pemain Baru
- tvOnenews.com/Dwi R Belva
Jakarta, tvOnenews.com - Persib Bandung masuk dalam daftar hitam Registration Ban FIFA karena kasus Daisuke Sato tak mengganggu perburuan pemain baru Maung Bandung.
Persib Bandung belum membayarkan penalti atas kasus pemutusan kontrak sepihak Daisuke Sato setelah sidang di Court Arbitration of Sports selesai.
Penalti sejumlah Rp2,7 miliar yang belum dibayarkan tersebut membuat Persib masuk dalam daftar hitam dengan status 'Until Lifted' atau sampai diselesaikan.
Dengan status tersebut, Deputy Director PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan memastikan Persib tak akan lama-lama berada di daftar tersebut.
"Langsung lift (diangkat). Tinggal kirim bukti bayarnya, (kirim) email, ketika itu mereka (FIFA) langsung cabut larangan, selesai," kata Adhitia.
Berbeda dari klub Indonesia lain yang memiliki durasi larangan mendaftarkan pemain di tiga jendela transfer, Adhitia mengakui Persib tetap bisa merekrut pemain. Bahkan jika dibutuhkan, Persib bisa langsung memperkenalkan pemain baru walau masih ada dalam daftar tersebut.
"Itu bukan sesuatu yang kenapa mesti ditunggu untuk dicabut dulu, kalau (pemain baru) sudah tanda tangan hari ini mah besok juga tinggal umumkan," kata Adhitia.
Adhitia menjelaskan bahwa Registration Ban FIFA adalah regulasi FIFA di mana klub yang masuk dalam daftar hitam tersebut belum menyelesaikan sengketa dengan pemain atau pelatih yang biasanya berhubungan dengan gaji.
Dalam kasus Persib, Daisuke Sato yang dicoret di paruh musim 2023-2024 menuntut haknya sebagai pemain untuk mendapatkan menit bermain dan pembayaran sisa kontraknya.
Di sisi lain, Persib mengajukan banding dalam CAS karena melihat kejanggalan perbedaan gaji Daisuke Sato di Persib dan di klub Filipinanya baik saat membela Davao Aguilas maupun One Taguig saat ini.
Adhitia menjamin Persib bisa bernegosiasi dengan pemain baru dan setelah pembayaran penalti itu selesai, manajemen bisa mendaftarkan pemain tersebut.
"Karena begini, ban itu kita register di sistem, bukan nge-ban kita mesti negosiasi sama pemain. Negosiasi kita masih bisa berjalan, sedang berjalan. Sign kontrak masih bisa dilakukan, tapi ketika registrasi di TMS-nya mereka, nah itu yang ditutup, masih diblok. Sekalinya dicabut, kita bisa daftarkan pemain," tutupnya. (hfp)
Load more