Bagaimana Cara Persija agar Masa Lalu Konflik Shin Tae-yong dan Pemain Tak Terjadi di Macan Kemayoran?
- tvOnenews-Ilham Giovani
tvOnenews.com – Sebelum resmi melabuhkan karier kepelatihannya ke ibu kota bersama Persija Jakarta juru taktik kawakan Shin Tae-yong ternyata sempat didera isu miring di negara asalnya.
Eks pelatih Timnas Indonesia itu dilaporkan pernah terlibat konflik panas dengan salah satu anak asuhnya saat masih menukangi klub elit Korea Selatan, Ulsan HD.
Kala itu, Shin Tae-yong diterpa dugaan miring melakukan aksi kekerasan fisik terhadap pemainnya, Jung Seung-hyun.
![]()
STY dituduh telah menampar Jung Seung-hyun di tengah masa baktinya bersama Ulsan HD, di mana potongan video rekaman yang diduga merekam momen konfrontasi tersebut sempat menjadi viral dan menghebohkan jagat media sosial.
Imbas dari bergulirnya isu panas tersebut, Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) bahkan sempat melayangkan ancaman sanksi disiplin yang serius kepada STY pada akhir tahun 2025 lalu.
Mendapat tuduhan berat tersebut, Shin Tae-yong kala itu langsung melayangkan bantahan secara tegas.
Ia mengklarifikasi bahwa filosofi dasar kepelatihan yang dianutnya sepanjang karier profesional tidak akan pernah membenarkan ataupun menoleransi segala bentuk tindakan kekerasan fisik.
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Di kalangan pencinta sepak bola sendiri, STY sebenarnya justru lebih dikenal sebagai figur pelatih yang memiliki kedekatan emosional luar biasa serta kerap melempar candaan hangat dengan para pemainnya.
Sebagai informasi, sebelum pusaran kasus ini mencuat ke permukaan publik, Shin Tae-yong sendiri sudah lebih dulu didepak dan dipecat dari kursi pelatih kepala Ulsan HD FC pada Oktober 2025 akibat rentetan hasil minor dan performa buruk yang diderita tim.
Isu benturan fisik tersebut tak pelak sempat memperpanjang daftar ujian berat yang harus dihadapi STY di tanah kelahirannya sendiri.
Kini, lembaran kelam di Negeri Ginseng tersebut dipastikan telah ditutup rapat seiring keputusan STY menandatangani kontrak kerja berdurasi tiga tahun bersama Persija Jakarta.
Presiden Persija Mohamad Prapanca menegaskan bahwa riak-riak kasus masa lalu yang terjadi di Korea Selatan dipastikan tidak akan terulang di dalam lingkungan internal skuad Macan Kemayoran.
"Secara pribadi, ketika kami berbicara secara internal, Coach Shin Tae-yong menyampaikan bahwa ada beberapa hal pribadi yang pernah terjadi dalam perjalanan kariernya. Karena itu, dia tidak ingin hal serupa terulang lagi di Persija," ungkap Mohamad Prapanca dalam sesi tayangan eksklusif bersama tvOne.
- tvOneNews
Lebih lanjut, Prapanca membeberkan bahwa dalam kesepakatan kerja yang terjalin, Shin Tae-yong mengajukan beberapa klausul permintaan khusus yang dinilainya sangat krusial guna menunjang target kinerjanya di Persija.
Salah satu poin utamanya berkaitan erat dengan otoritas penuh dalam proses perburuan serta mendatangkan amunisi pemain lokal maupun asing baru.
Demi menyokong strategi taktisnya, manajemen Persija memberikan kebebasan penuh bagi STY untuk menyisir dan menentukan sendiri legiun asing yang akan diboyongnya ke Jakarta.
Berdasarkan komposisi skuad saat ini, Persija dilaporkan hanya mempertahankan empat slot pemain asing lama mereka, yakni Van Basty Sousa, Fabio Calonego, Gustavo Almeida, dan Paulo Ricardo.
Sementara itu untuk pos belanja pemain lokal, hingga kini belum dibocorkan mengenai siapa saja nama-nama incaran yang masuk dalam kantong belanja pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Namun, STY sempat melayangkan sinyal bahwa dirinya tengah mencoba melancarkan aksi lobi-lobi taktis kepada sejumlah pemain kepercayaannya di Timnas Indonesia agar bersedia merapat memperkuat panji Persija Jakarta musim depan.
"Salah satunya adalah seluruh pemain asing direkrut berdasarkan rekomendasi dan persetujuan dari dia. Bukan ditentukan oleh klub," pungkas Mohamad Prapanca mengakhiri pembicaraan.
Load more