Persita Launching Tim dan Jersey Baru Musim 2026-2027, Carlos Pena Ungkap Target Perbaikan Pendekar Cisadane
- tvOnenews-Ilham Giovani
"Jadi itulah pekerjaan utama selama musim panas, mencoba menemukan pemain-pemain terbaik yang cocok dengan sistem kami, yang cocok dengan klub kami. Dan sekarang saya sangat senang dengan pemain-pemain yang sudah kami rekrut," sambungnya.
- tvOnenews-Ilham Giovani
Sejumlah nama pun dipersiapkan untuk memberikan pilihan lebih banyak di sektor penyerangan. Hokky Caraka, Ahmad Nur Hardianto, Alexander Ramalingom, Aleksa Andrejic, hingga Lucas Morais Do Santos menjadi bagian dari opsi yang tersedia bagi Carlos Pena.
Kekuatan Pendekar Cisadane juga ditopang sejumlah pemain berpengalaman di sektor tengah. Tyronne del Pino dan Eber Bessa berada dalam daftar gelandang bersama Sutanto Tan, Wahyudi Hamisi, Pablo Comitre Ganet, serta sejumlah pemain lainnya.
Sementara itu, manajemen di bawah kepemimpinan Presiden Klub Ahmed Zaki Iskandar tetap menempatkan stabilitas sebagai bagian penting dalam perjalanan Persita. Pengelolaan klub secara profesional juga terus menjadi perhatian di luar urusan performa tim di lapangan.
Salah satu hasilnya terlihat dari keberhasilan Persita mendapatkan Lisensi Klub AFC dalam dua musim terakhir tanpa catatan atau berstatus granted. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya klub menjaga standar organisasi di tengah persaingan sepak bola profesional Indonesia.
“Lisensi klub AFC dalam dua musim terakhir dengan status granted alias tanpa catatan menjadi bukti bahwa manajemen terus berjalan dan bekerja dengan serius untuk membawa Persita ke arah yang akuntabel dan profesional,” ujar Presiden Klub, Ahmed Zaki Iskandar.
“Harapan kami tentu dengan pencapaian lisensi tersebut diharapkan bisa memacu prestasi tim di lapangan. Persita berkomitmen untuk terus berkembang menjadi klub profesional seutuhnya," sambungnya.
Selain memperkenalkan kekuatan tim, Persita membawa identitas Tangerang ke dalam jersey terbaru mereka. Untuk musim ketiga secara beruntun, seragam pertandingan tersebut kembali diproduksi secara mandiri dengan mengambil inspirasi dari zirah atau baju besi seorang pendekar.
Jersey kandang bertajuk The Royal Fortress mempertahankan warna ungu gelap sebagai identitas utama. Aksen emas dan putih dipadukan dengan motif jacquard kulit naga yang memanfaatkan teknik optical illusion.
Load more