Reaksi Persija Jakarta usai Shin Tae-yong Diduga Disebut Pendatang oleh Dirtek Java United Resal Octavian
- Persija Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Persija Jakarta memberikan reaksi soal dugaan insiden diskriminatif yang dialami oleh Shin Tae-yong. Dalam laga kontra Java United, sang pelatih asal Korea Selatan diduga disebut pendatang.
Hal itu diduga disampaikan oleh Direktur Teknik Java United, Achmad Resal Octavian. Dalam rekaman yang beredar di media sosial, Resal menekankan bahwa STY adalah pendatang.
“Kakmi di sini tuh pendatang! Ini daerah saya,” demikian pernyataannya dalam rekaman tersebut.
Setelah laga itu, insiden tersebut memicu reaksi publik yang berbondong-bondong pasang badan untuk Shin Tae-yong. Sang pelatih asal Korea Selatan pun turut dibela oleh klubnya, Persija Jakarta.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Persija pada Selasa (22/9/2026) kemarin, mereka menyatakan bahwa insiden tengah diselidiki oleh Komite Disiplin PSSI. Keputusan penindakan akan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku.
“Menjawab pertanyaan teman-teman semua, saat ini Persija menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian atas insiden di laga tersebut kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku. Persija percaya bahwa setiap kejadian dapat diproses secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang tersedia di lapangan,” demikian pernyataan Persija Jakarta.
Terlepas dari insiden yang kurang mengenakkan tersebut, Persija tetap berhasil meraih tiga poin penuh. Dalam laga kontra Java United itu, mereka menang tipis 1-0 berkat gol Arlyansyah Abdulmanan pada menit ke-13.
Mereka pun kini bercokol di peringkat ketiga klasemen sementara kasta tertinggi Liga Indonesia, Super League. Persija telah menyapu bersih kemenangan dari tiga laga dengan berhasil mengumpulkan sembilan poin.
Kini, jeda internasional tengah berlangsung di sepanjang bulan September hingga Oktober. Persija baru akan kembali berlaga dengan menghadapi PSIM Yogyakarta pada 10 Oktober mendatang. (rda)
Load more