Legenda MU, Gary Neville Tidak Ingin Michael Carrick Dijadikan Pelatih Kepala Permanen Manchester United?
- instagram Gary Neville
tvOnenews.com - Legenda Manchester United, Gary Neville, kembali menarik perhatian publik sepak bola Inggris. Mantan bek kanan Setan Merah itu dikenal tidak pernah ragu menyampaikan pandangan kritisnya, terutama ketika menyangkut arah klub yang membesarkan namanya.
Kali ini, Neville berbicara terbuka soal penunjukan Michael Carrick sebagai pelatih kepala sementara Manchester United.
Dalam pandangan Neville, keputusan klub menunjuk Carrick bukanlah kesalahan mutlak. Namun, ia menegaskan dengan sangat jelas bahwa langkah tersebut tidak boleh berkembang menjadi solusi jangka panjang.
Bagi Neville, Manchester United berada di fase krusial yang menuntut keberanian mengambil keputusan besar, bukan sekadar nostalgia atau kompromi emosional.
Carrick Dihormati, Tapi Bukan untuk Jangka Panjang
Manchester United resmi menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih kepala sementara hingga akhir musim.
Mantan gelandang andalan klub itu diminta membantu tim finis setinggi mungkin di klasemen Premier League dan memimpin laga penting, termasuk duel melawan Manchester City di Old Trafford.
Gary Neville tidak menampik kualitas personal Carrick. Dalam podcast Stick to Football bersama Jamie Carragher, ia menegaskan rasa hormatnya kepada Carrick, Ole Gunnar Solskjaer, dan Ruud van Nistelrooy.
“Sejujurnya, saya sangat menghargai Ole, saya sangat menghargai Ruud, dan saya sangat menghargai Carrick. Mereka adalah orang-orang hebat,” ujar Neville, melansir dari Manchester News.
Namun, ia langsung memberi garis tegas. Neville menilai tidak boleh ada ruang bagi Carrick untuk dipertimbangkan sebagai pelatih permanen, apa pun hasil yang diraih.
“Tidak boleh ada pertimbangan bahwa Michael akan mengambil pekerjaan itu setelah musim ini — untuk Michael dan untuk klub — bahkan jika dia memenangkan setiap pertandingan.”
Neville menilai euforia sesaat sering kali menyesatkan. Ia menggambarkan skenario di mana Carrick bisa saja sukses dalam jangka pendek, membuat fans puas, bahkan membawa klub ke Liga Champions. Meski demikian, menurutnya, keputusan permanen harus tetap rasional, bukan emosional.

- Action Images via Reuters/Matthew Childs
Trauma Lama yang Tak Boleh Terulang
Neville juga mengingatkan bahwa Manchester United sudah beberapa kali terjebak dalam pola yang sama. Ia menyebut penunjukan Ole Gunnar Solskjaer dan Ryan Giggs di masa lalu sebagai contoh bagaimana klub terlalu sering kembali ke figur internal.
“Ketika Anda mulai melihat Michael, Ole, dan Ruud, rasanya agak menyedihkan. Kita kembali ke situasi ini. Kita sudah pernah melihat film ini sebelumnya,” kata Neville.
Menurutnya, United memang tidak memiliki banyak pilihan dalam situasi mendesak. Namun, jika klub gagal mendapatkan manajer kelas dunia di musim panas nanti, tekanan akan kembali menumpuk dan siklus kegagalan bisa terulang.
Neville juga menyinggung bahwa dalam delapan tahun terakhir, Manchester United sudah mencoba berbagai tipe pelatih, mulai dari David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, hingga Erik ten Hag dan Amorim. Namun, hasilnya tetap inkonsisten.
Ancelotti, Pochettino, dan Tuchel: Tiga Nama Ideal Versi Neville
Dalam pandangan Neville, Manchester United kini harus “menghilangkan risiko”. Ia menilai klub membutuhkan figur yang mampu menghadapi tekanan media, mengendalikan ruang ganti, berkomunikasi dengan pemilik, dan tetap memainkan gaya sepak bola yang disukai penggemar.
Dari semua opsi yang ada, Neville menyebut tiga nama paling cocok untuk mengemban tugas berat tersebut: Carlo Ancelotti, Mauricio Pochettino, dan Thomas Tuchel.
Ancelotti disebut karena pengalaman, ketenangan, dan kemampuannya mengelola ego pemain bintang. Neville bahkan menyinggung usia Ancelotti yang 66 tahun sebagai alasan realistis bahwa United bisa menjadi “pekerjaan besar terakhirnya” di level klub.
Pochettino dan Tuchel juga dinilai memiliki rekam jejak kuat dalam membangun tim kompetitif, disiplin taktik, serta keberanian menghadapi tekanan klub besar.
Bagi Neville, inilah tipe manajer yang dibutuhkan United saat ini—bukan sekadar legenda klub, tetapi pemimpin dengan otoritas dan pengalaman elite.
Pada akhirnya, pesan Neville jelas. Michael Carrick layak dihormati sebagai solusi darurat, namun Manchester United harus berpikir jauh ke depan.
Musim panas nanti akan menjadi ujian apakah klub benar-benar belajar dari masa lalu, atau kembali mengulang kesalahan yang sama. (udn)
Load more