Tiga Skema Susunan Pemain yang Bisa Mengubah Masa Depan Bruno Fernandes, Jika Cole Palmer Merapat ke Manchester United
- Instagram Bruno Fernandes, Cole Palmer
tvOnenews.com - Manchester United kembali dihadapkan pada wacana transfer sensasional yang berpotensi mengubah arah proyek tim. Kali ini, sorotan tertuju pada Cole Palmer, bintang Chelsea yang secara mengejutkan disebut terbuka untuk kembali ke Manchester kota yang membentuknya sejak kecil.
Jika skenario ini benar-benar terjadi, pertanyaan besar pun muncul: bagaimana Manchester United menyusun tim dengan kehadiran Palmer, dan apa dampaknya bagi Bruno Fernandes?
Palmer bukan sekadar nama besar. Di usia 23 tahun, ia sudah menjelma menjadi salah satu playmaker paling produktif di Premier League.
Namun, kedatangan pemain dengan profil nomor 10 murni tentu tak bisa dilepaskan dari peran Bruno Fernandes, yang selama ini menjadi pusat kreativitas Setan Merah.
Apakah Palmer akan menjadi tandem, pesaing, atau justru penerus sang kapten?
Palmer dan Daya Tarik Pulang Kampung
Melansir dari The Sun, Cole Palmer dikabarkan mulai mempertimbangkan opsi hengkang dari Chelsea. Meski tampil impresif sejak pindah dari Manchester City pada 2023, pemain timnas Inggris itu disebut belum sepenuhnya merasa nyaman dengan kehidupannya di London.
Fakta bahwa Palmer merupakan putra daerah Wythenshawe dan penggemar Manchester United sejak kecil membuat rumor ini terasa lebih masuk akal.
Palmer telah mencatatkan 48 gol dan 28 assist dari 108 penampilan bersama Chelsea. Sebanyak 41 gol di antaranya dicetak di Premier League, dengan musim 2023/2024 menjadi periode paling produktifnya.
Meski performanya sempat menurun musim lalu akibat masalah kebugaran usai Piala Dunia Antarklub, Palmer tetap dipandang sebagai salah satu penyerang paling berbakat di Inggris saat ini.

- REUTERS/Scott Heppell
Palmer sebagai Pengganti Jangka Panjang Bruno Fernandes
Skenario pertama adalah menjadikan Palmer sebagai suksesor langsung Bruno Fernandes. Masa depan Fernandes di Old Trafford memang belum sepenuhnya aman.
Walau kontraknya masih berlaku hingga Juni 2027, namanya terus dikaitkan dengan ketertarikan klub-klub Saudi Pro League.
Dalam konteks regenerasi skuad, Palmer dinilai sangat ideal. Usianya terpaut delapan tahun dari Fernandes, sementara karakter permainannya sama-sama bertumpu pada visi, kreativitas, dan kemampuan mencetak gol dari lini kedua.
Jika United memutuskan berpisah dengan Fernandes, Palmer bisa langsung menjadi poros permainan baru.
Opsi Rotasi atau Perubahan Sistem
Pilihan kedua adalah mempertahankan Fernandes sambil tetap mendatangkan Palmer. Namun, opsi ini menuntut perubahan sistem permainan.
Salah satu solusi adalah menggeser Palmer ke sisi kanan sebagai inverted winger, sementara Fernandes tetap beroperasi di area tengah.
Meski memungkinkan, pendekatan ini cukup berisiko. Kedua pemain sama-sama membutuhkan ruang sentral dan dominasi bola. Tanpa struktur taktik yang jelas, kehadiran Palmer justru bisa mengurangi efektivitas Fernandes, atau sebaliknya.
Menjual Fernandes Demi Mendatangkan Palmer
Menurut laporan Daily Mirror, Manchester United membutuhkan dana besar jika serius ingin merekrut Palmer. Kontrak sang pemain bersama Chelsea masih berlaku hingga 2033, yang membuat harga transfernya dipastikan tidak murah.
Dalam situasi ini, menjual Bruno Fernandes menjadi opsi paling realistis untuk menambah anggaran transfer. Terlebih, performa Fernandes masih sangat kompetitif.
Musim ini, ia mencatatkan 10 assist dan lima gol dari 20 pertandingan Premier League, membuat nilainya di pasar tetap tinggi.
Palmer dan Fernandes, Bisa Bersatu?
Secara teori, Palmer dan Fernandes bisa bermain bersama. Namun, secara praktik, hal tersebut sangat kompleks.
Keduanya adalah pemain kreatif yang membutuhkan kebebasan dan peran sentral. Manchester United pada akhirnya harus menentukan arah: mempertahankan sang pemimpin berusia 31 tahun, atau membangun ulang tim di sekitar talenta 23 tahun yang sedang memasuki masa emasnya.
Jika transfer Cole Palmer ke Old Trafford benar-benar terwujud, itu bukan sekadar pembelian pemain, melainkan keputusan strategis yang akan menentukan wajah Manchester United dalam jangka panjang. (udn)
Load more