Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Butuh Berapa Lama Manchester United Untuk Bisa Berhasil Tumbangkan Dua Raksasa Liga Champions?

Perjalanan panjang penuh luka masih segar dalam ingatan. Sejak Sir Alex Ferguson pensiun, Manchester United berganti pelatih hingga dua digit, enam di antaranya
Selasa, 27 Januari 2026 - 17:24 WIB
Butuh Berapa Lama Manchester United Untuk Bisa Berhasil Tumbangkan Dua Raksasa Liga Champions?
Sumber :
  • instagram manutd

tvOnenews.com - Manchester United terlalu sering memberi harapan yang berakhir menjadi kekecewaan. Dalam lebih dari satu dekade terakhir, Setan Merah berkali-kali jatuh ke titik terendah, mencetak rekor buruk, lalu bangkit sesaat sebelum kembali terperosok. 

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah United bisa bermain bagus, melainkan: berapa lama performa apik itu bisa dipertahankan?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perjalanan panjang penuh luka masih segar dalam ingatan. Sejak Sir Alex Ferguson pensiun, Manchester United berganti pelatih hingga dua digit, enam di antaranya berakhir dengan pemecatan.

Musim 2024/2025 bahkan menjadi salah satu periode tergelap, ketika United finis di peringkat 15 Liga Inggris, hanya tiga strip dari zona degradasi. Sebuah posisi yang nyaris tak terbayangkan bagi klub sebesar ini.

Namun, musim 2025/2026 menghadirkan kontras ekstrem. Di tengah musim, dengan 15 laga tersisa, Manchester United kini bertengger di peringkat empat dengan 38 poin, berada di zona Liga Champions

Lebih mencengangkan lagi, posisi itu diraih usai menaklukkan dua kekuatan terbesar Liga Inggris: Manchester City dan Arsenal, dalam dua laga beruntun yang terasa seperti perjalanan waktu ke era kejayaan lama.

Dua Kemenangan yang Mengguncang Liga Inggris

Pelatih Manchester United Michael Carrick bersama Bryan Mbeumo
Pelatih Manchester United Michael Carrick bersama Bryan Mbeumo
Sumber :
  • REUTERS/Dylan Martinez

Melansir dari Antara, kemenangan 2-0 atas Manchester City bukan sekadar hasil positif. Sebelum laga itu, City asuhan Pep Guardiola tengah menikmati rekor 13 pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi. Namun di Old Trafford, dominasi itu runtuh. 

United tampil agresif, terorganisasi, dan tanpa rasa takut. Skor 2-0 bahkan terasa menipu. Dua peluang United menghantam mistar, tiga gol dianulir, dan kiper City dipaksa melakukan serangkaian penyelamatan krusial. 

Yang paling mencolok adalah satu angka: nol tembakan tepat sasaran dari City, meski diperkuat Erling Haaland, Phil Foden, dan Jeremy Doku. Setelah 23 pertandingan dengan hanya satu clean sheet, pertahanan United tiba-tiba menjelma menjadi tembok kokoh.

Lalu datang laga di Emirates Stadium. Manchester United menang 3-2 atas Arsenal, kemenangan liga pertama mereka di kandang The Gunners sejak 2017. 

Itu juga menjadi kekalahan kandang pertama Arsenal sepanjang musim 2025/2026, serta kali pertama mereka kebobolan tiga gol dalam 121 pertandingan terakhir.

Carrick dan Kembalinya DNA Manchester United

Fakta menariknya, Arsenal di era Mikel Arteta hampir tak pernah kalah ketika mencetak dua gol. 

Pengecualian hanya terjadi dua kali: saat kalah 2-3 dari Manchester United pada Desember 2021, dan kembali kalah dengan skor identik pada Januari 2026, kali ini dengan Michael Carrick berdiri di sisi lapangan sebagai pelatih.

Manchester United dan Arsenal
Manchester United dan Arsenal
Sumber :
  • instagram Manchester United dan Arsenal

“Pertandingan seperti ini adalah laga yang kami impikan. Saat saya datang ke United, pertandingan seperti inilah yang saya tonton di televisi,” ujar Matheus Cunha, pencetak gol penentu kemenangan atas Arsenal.

Legenda klub pun ikut bersuara. “Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, menonton Manchester United bermain sungguh menyenangkan. Terima kasih Carrick,” kata Peter Schmeichel.

Michael Owen menambahkan, “Itulah gambaran singkat Manchester United dalam 10 sampai 12 tahun lalu. Mereka bermain seperti Manchester United-nya Sir Alex Ferguson.”

Carrick menunjukkan keberanian yang jarang terlihat. Saat unggul 2-1 atas Arsenal, ia tidak memilih bertahan, melainkan menambah daya serang. 

Filosofinya jelas: Manchester United tidak dibentuk untuk menjaga keunggulan satu gol, melainkan untuk mencari gol berikutnya.

Bagi mereka yang tumbuh dengan United era Cantona, Giggs, Scholes, Rooney, hingga Cristiano Ronaldo muda, dua laga terakhir terasa seperti lemparan nostalgia.

 Bertahan rapat, merebut bola dengan agresif, operan singkat, serangan cepat, dan penyelesaian klinis. Sepak bola sederhana, hampir kuno, tapi mematikan.

Namun, Manchester United pernah berada di titik ini sebelumnya. Euforia serupa muncul di era Ole Gunnar Solskjaer, sebelum akhirnya runtuh. Masalahnya kerap bukan hanya pelatih, melainkan struktur klub dan konsistensi mental.

Merasa optimistis sah-sah saja. Tapi sejarah mengajarkan, kebangkitan sejati United selalu ditentukan oleh satu hal: mentalitas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Warisan Sir Alex Ferguson terus relevan. Ia pernah kalah di sembilan final, dan setiap kekalahan, katanya, membuatnya menjadi manajer yang lebih baik keesokan hari.

Pertanyaannya kini sederhana, tapi berat: apakah momen ini awal dari kebangkitan panjang, atau sekadar kilatan cahaya yang segera padam?

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Juara Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Rd 2, Pembalap Muda Siap Menuju Panggung Dunia

Juara Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Rd 2, Pembalap Muda Siap Menuju Panggung Dunia

Pertamina Mandalika Racing Series menjadi event yang memiliki jalur penjenjangan terstruktur menuju event internasional, sehingga diharapkan dapat melahirkan pembalap muda terbaik.
Berangkat Umrah Bareng! Ruben Onsu dan Ivan Gunawan Pilih Pisah Kamar, Alasannya Jadi Sorotan

Berangkat Umrah Bareng! Ruben Onsu dan Ivan Gunawan Pilih Pisah Kamar, Alasannya Jadi Sorotan

Presenter Ruben Onsu dan desainer kondang Ivan Gunawan bertolak ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umrah. Keduanya sepakat untuk tak sekamar demi menjaga kekhusyukan selama ibadah.
Baru Sebulan Bebas, Pasutri Residivis Curanmor Beraksi Lagi di Jaktim, Modus Bawa Anak Bikin Geleng-Geleng

Baru Sebulan Bebas, Pasutri Residivis Curanmor Beraksi Lagi di Jaktim, Modus Bawa Anak Bikin Geleng-Geleng

Pasutri residivis pencurian motor di Duren Sawit, Jakarta Timur, kembali beraksi hanya sebulan setelah bebas dari penjara. Mereka menggunakan modus membawa anak
Top Skor Pertandingan AVC Mens Cup 2026: Farhan Halim Catat 6 Service Ace! Boy Arnez Pendulang Poin Terbanyak Indonesia

Top Skor Pertandingan AVC Mens Cup 2026: Farhan Halim Catat 6 Service Ace! Boy Arnez Pendulang Poin Terbanyak Indonesia

Top Skor Pertandingan AVC Mens Cup 2026 pertandingan di Pool B antara Timnas Voli Indonesia menghadapi pemuncak klasemen sementara, Thailand, Selasa 23 Juni.
Sudah Ada Messi hingga Mbappe, tapi Mengapa Cristiano Ronaldo Belum Masuk Jajaran Top Skor Piala Dunia 2026 Sejauh Ini?

Sudah Ada Messi hingga Mbappe, tapi Mengapa Cristiano Ronaldo Belum Masuk Jajaran Top Skor Piala Dunia 2026 Sejauh Ini?

Di tengah riuhnya persaingan para predator gol di Piala Dunia 2026, nama sang megabintang legendaris, Cristiano Ronaldo, ikut menjadi bahan perbincangan hangat.
Reaksi Atalia Praratya usai Pelaku Penyekapan Wanita di Bandung Ditangkap Polda Jabar, Desak Taufik Hidayat Dihukum Berat

Reaksi Atalia Praratya usai Pelaku Penyekapan Wanita di Bandung Ditangkap Polda Jabar, Desak Taufik Hidayat Dihukum Berat

Atalia Praratya bersyukur Taufik Hidayat alias TH, pelaku kasus penyekapan wanita atau kekasihnya, YTR (29) di Bandung selama 3 tahun diringkus Polda Jabar.

Trending

Breaking News: Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, DPO Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan di Bandung

Breaking News: Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, DPO Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan di Bandung

Polda Jawa Barat bergerak cepat menangkap Taufik Hidayat, yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus penganiayaan dan penyekapan wanita asal Rancaekek YTR (29) yang terjadi di Bandung.
Tampang Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Keji saat Ditangkap Polisi di Bandung

Tampang Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Keji saat Ditangkap Polisi di Bandung

Polda Jabar menangkap Taufik Hidayat, pelaku dugaan penyekapan dan penganiayaan keji terhadap wanita berinisial YTR (29).
KPK Diminta Turun Tangan Usut Dugaan Korupsi Beasiswa di Aceh

KPK Diminta Turun Tangan Usut Dugaan Korupsi Beasiswa di Aceh

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta turun tangan mengusut dugaan korupsi dana beasiswa di Aceh.
Kenang saat Ditangkap, Apakah Bisa Terdakwa Penyelundup Sabu Dapat Perlindungan LPSK?

Kenang saat Ditangkap, Apakah Bisa Terdakwa Penyelundup Sabu Dapat Perlindungan LPSK?

Mangatur Nainggolan, kuasa hukum nahkoda kapal Sea Dragon, Hasiholan Samosir membuat pengaduan kepada LPSK buntut kasus penyelundupan narkoba jenis sabu 2 ton.
Viral Sejumlah Mahasiswa Diduga Terima Uang Rp2,5 Juta Usai Bertemu Gibran, BEM UBK Buka Suara

Viral Sejumlah Mahasiswa Diduga Terima Uang Rp2,5 Juta Usai Bertemu Gibran, BEM UBK Buka Suara

BEM Universitas Bung Karno (UBK) buka suara soal sejumlah mahasiswa diduga terima yang Rp2,5 juta usai bertemu Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Link Live Streaming Princess Cup 2026: Ada Timnas Voli Putri Indonesia U-18 Vs Australia

Link Live Streaming Princess Cup 2026: Ada Timnas Voli Putri Indonesia U-18 Vs Australia

Link live streaming Princess Cup 2026, di mana Timnas Voli Putri Indonesia U-18 akan memulai perjuangannya saat melawan Australia di hari pertama ajang yang berlangsung di Thailand tersebut.
'Bak Psikopat' Ini Tampang Taufik Hidayat, Masih Bisa Tersenyum dan Berbicara Santai Saat Ditangkap Polisi

'Bak Psikopat' Ini Tampang Taufik Hidayat, Masih Bisa Tersenyum dan Berbicara Santai Saat Ditangkap Polisi

Polisi menangkap Taufik Hidayat, pelaku penganiayaan dan penyekapan wanita asal Rancaekek, Yuvita Tri Rezeki (29).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT