MU Bisa Tumbangkan Arsenal dan Man City, tapi Carrick Tetap Waspada, Setan Merah Kerap Terpeleset Lawan Tim Papan Bawah?
- instagram manutd
tvOnenews.com - Michael Carrick memilih berdiri di tengah arus. Di satu sisi, ia menikmati momentum positif Manchester United yang mampu menumbangkan dua raksasa Premier League, Arsenal dan Manchester City.
Namun di sisi lain, pelatih interim Setan Merah itu menyadari betul satu masalah laten yang belum sepenuhnya teratasi: ketidakstabilan saat menghadapi tim papan bawah.
Di bawah kendali Carrick, United memang menunjukkan karakter berbeda ketika menghadapi laga besar. Intensitas meningkat, fokus terjaga, dan efektivitas permainan terlihat jelas.
Akan tetapi, ironi justru muncul saat menghadapi lawan yang secara kualitas berada di bawah mereka.
Serangkaian hasil kurang maksimal melawan tim papan tengah dan bawah membuat Carrick menahan euforia dan memilih pendekatan yang lebih tenang serta realistis terhadap kondisi tim saat ini.
Carrick Tetap Tenang di Tengah Isu Transfer dan Inkonsistensi
Situasi ini pula yang membuat Carrick bersikap hati-hati ketika ditanya soal kemungkinan pergerakan Manchester United di hari terakhir bursa transfer.

- REUTERS/Phil Noble
Absennya Patrick Dorgu akibat cedera selama beberapa pekan memunculkan spekulasi bahwa klub akan mencari tambahan pemain, terutama di sektor sayap kiri.
Carrick tidak memberikan jawaban tegas, namun juga tidak menutup pintu sepenuhnya.
“Jangan pernah mengatakan tidak mungkin. Banyak hal bisa terjadi dan situasi bisa berubah,” ujar Carrick melansir dari BBC.
Ia menambahkan bahwa terkadang keputusan transfer berada dalam kendali klub, namun di waktu lain sangat bergantung pada dinamika pasar.
Sikap ini mencerminkan pendekatan Carrick yang lebih fokus menjaga stabilitas tim ketimbang membuat janji besar.
Kegagalan Manchester United mengalihkan dana sebesar £65 juta untuk merekrut Antoine Semenyo, yang justru memilih bergabung dengan Manchester City, menjadi pelajaran bahwa rencana transfer tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Tak heran jika Carrick memilih bersikap tertutup dan menekankan pentingnya konsistensi performa, terutama saat menghadapi lawan yang kerap dianggap “lebih mudah” di atas kertas.

- REUTERS/Ian Walton
Keputusan Klub soal Joshua Zirkzee Mulai Jelas
Di tengah dinamika tersebut, masa depan Joshua Zirkzee sempat menjadi bahan spekulasi.
Namun menurut laporan The Sun melalui Samuel Luckhurst, Manchester United telah mengambil keputusan internal: penyerang asal Belanda itu diperkirakan akan bertahan di Old Trafford hingga akhir musim.
Keputusan ini diambil setelah adanya diskusi antara klub dan sang pemain. Baik United maupun Zirkzee sepakat untuk menunda pembicaraan soal transfer besar hingga bursa musim panas.
Dengan demikian, rumor kepindahan Zirkzee pada jendela transfer Januari perlahan mereda.
Sumber internal klub menyebutkan bahwa situasi Zirkzee sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. United tidak memiliki rencana melepasnya di tengah musim, sementara sang pemain juga tidak menunjukkan keinginan untuk mencari klub baru dalam waktu dekat.
Langkah ini dianggap masuk akal, mengingat Manchester United tengah berada dalam fase penyesuaian sistem dan komposisi pemain. Melepas satu opsi di lini depan justru berpotensi menambah ketidakpastian.
Fokus Momentum, Bukan Nama Besar
Setelah pulih dari cedera ringan, Zirkzee kini telah kembali berlatih penuh dan siap dimainkan. Carrick menyambut kembalinya sang penyerang dengan sikap positif.
“Josh hanya berusaha kembali bugar. Sangat menyenangkan melihatnya berlatih bersama tim, dan saya menantikan untuk bekerja dengannya,” kata Carrick.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Carrick lebih memilih fokus pada kesiapan kolektif tim ketimbang membahas masa depan individu pemain secara terbuka.
Baginya, menjaga momentum positif jauh lebih penting, terutama setelah United berhasil menembus empat besar untuk pertama kalinya musim ini.
Meski demikian, Carrick juga menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk rasa puas diri. Rekam jejak United yang kerap kehilangan poin melawan tim papan bawah menjadi peringatan serius.
Laga kontra Fulham, yang sedang dalam performa solid, kembali menjadi ujian apakah United mampu menghilangkan kebiasaan terpeleset di momen krusial.
Bagi Carrick, kemenangan atas Arsenal dan Manchester City hanyalah awal. Tantangan sesungguhnya adalah menjaga konsistensi, karena di Premier League, satu langkah lengah saja bisa menghapus semua momentum yang telah dibangun. (udn)
Load more