Kok Bisa, Sudah Siap Terbang ke Istanbul, Tyrell Malacia Malah Ditahan MU di Detik Terakhir Bursa Transfer, Ada Apa?
- instagram Tyrell Malacia
tvOnenews.com - Keinginan Tyrell Malacia untuk meninggalkan Manchester United pada bursa transfer musim dingin nyaris menjadi kenyataan.
Bek kiri asal Belanda itu sudah bersiap menyelesaikan kepindahannya pada hari terakhir jendela transfer Januari, setelah menerima minat konkret dari klub Super Lig Turki.
Namun, rencana tersebut mendadak buyar setelah pihak United menarik rem di saat-saat terakhir.
Malacia berharap bisa mengakhiri kebuntuannya di Old Trafford dengan mencari menit bermain di luar Inggris.
Lima bulan sebelum kontraknya habis, pemain berusia 26 tahun itu bahkan telah bersiap terbang ke Istanbul untuk merampungkan proses kepindahan, baik melalui skema pinjaman maupun transfer permanen.
Akan tetapi, keputusan internal Manchester United membuat sang pemain harus bertahan, meski bertentangan dengan keinginannya sendiri.
Malacia Ingin Pergi, Turki Jadi Jalan Keluar
Melansir dari Manchester Evening News, sejak awal bursa musim dingin, Tyrell Malacia sudah menyampaikan hasratnya untuk meninggalkan Manchester United.
Minimnya kesempatan bermain membuatnya merasa perlu mencari klub baru demi menyelamatkan kariernya.
Beberapa klub dari Super Lig Turki kemudian menunjukkan ketertarikan serius, membuka peluang bagi Malacia untuk hengkang pada Januari.
Opsi yang tersedia cukup fleksibel. United dan klub peminat disebut mempertimbangkan kesepakatan pinjaman hingga akhir musim, dengan kemungkinan transfer permanen.

- instagram Tyrell Malacia
Malacia sendiri dikabarkan siap menerima kedua skema tersebut. Baginya, yang terpenting adalah mendapatkan waktu bermain reguler setelah musim-musim sulit yang dipenuhi cedera dan ketidakpastian.
Situasi ini membuat hari terakhir bursa transfer terasa krusial. Malacia telah menyiapkan segala hal, termasuk rencana perjalanan ke Istanbul, dengan keyakinan bahwa kesepakatan akan tercapai sebelum tenggat waktu.
Siap Terbang ke Istanbul, MU Batalkan di Menit Akhir
Namun, skenario ideal itu runtuh tepat di hari terakhir bursa. Manchester United memutuskan untuk tidak menyetujui kesepakatan apa pun, meskipun minat dari klub Turki nyata dan sang pemain sudah siap berangkat.
Direktur sepak bola United, Jason Wilcox, disebut sebagai pihak yang menyampaikan langsung keputusan tersebut kepada Malacia.
Sumber dari internal Old Trafford menyebut faktor cedera sebagai alasan utama. Patrick Dorgu, yang juga bisa bermain sebagai bek kiri, mengalami cedera hamstring.
Kondisi itu membuat United enggan mengurangi opsi di sektor kiri pertahanan. Klub menilai melepas Malacia pada saat itu akan terlalu berisiko untuk sisa musim.
Keputusan tersebut praktis mengunci Malacia di Manchester hingga akhir kompetisi, meski arah masa depannya sudah terlihat. United tidak pernah benar-benar menutup pintu kepergian sang pemain, tetapi memilih menundanya demi kebutuhan jangka pendek skuad.
Bertahan Tanpa Peran, Menuju Pergi Gratis di Musim Panas
Penahanan ini jelas mengecewakan Malacia. Sepanjang musim berjalan, ia hanya mencatatkan dua menit bermain dan 14 kali duduk di bangku cadangan tanpa dimainkan.
Setelah kembali dari absen panjang selama 517 hari akibat dua cedera lutut serius, Malacia kesulitan menembus tim utama hingga era Michael Carrick.
Musim lalu, ia sempat dipinjamkan ke PSV Eindhoven dan tampil dalam 12 pertandingan, termasuk enam kali sebagai starter.
Pada musim panas, Malacia bahkan masuk dalam kelompok pemain yang dipersilakan pergi oleh manajer sebelumnya, Ruben Amorim. Namun, kepindahan itu tak pernah terwujud, dan ia kembali diintegrasikan ke skuad utama pada Oktober.
Kini, perannya di United praktis sebatas pelapis Luke Shaw. Noussair Mazraoui memang bisa bermain di sisi kiri, tetapi lebih sering diplot sebagai bek kanan.
Dengan peluang bermain yang tetap terbatas, Malacia diperkirakan akan menyelesaikan kontraknya dan meninggalkan Old Trafford secara bebas transfer pada musim panas mendatang. Bagi Malacia, kegagalan pindah di hari terakhir bursa bukan sekadar urusan transfer yang tertunda.
Itu adalah momen yang menegaskan bahwa masa depannya di Manchester United sudah mendekati garis akhir, ditahan karena kebutuhan darurat, bukan karena kepercayaan jangka panjang. (udn)
Load more