Sayang Seribu Sayang, Nasib Michael Carrick di Manchester United Ditentukan Malam Ini? Laga Melawan Tottenham Bisa Mengubah Segalanya
- instagram manutd
tvOnenews.com - Masa depan Michael Carrick di Manchester United perlahan berubah dari sekadar solusi darurat menjadi topik serius yang terus dibicarakan.
Tiga kemenangan beruntun sejak ia dipercaya sebagai manajer interim bukan hanya mengangkat posisi Setan Merah di klasemen, tetapi juga menghidupkan kembali atmosfer positif di Old Trafford.
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Carrick mampu memimpin, melainkan sejauh mana ia bisa membawa United memenuhi target besar klub.
Namun, di balik awal yang menjanjikan itu, ada satu syarat krusial yang diyakini menjadi penentu masa depan Carrick: tiket Liga Champions.
Laga melawan Tottenham Hotspur pada Sabtu (7/2) malam WIB bukan sekadar pertandingan pekan ke-25 Liga Primer, tetapi juga ujian nyata apakah Carrick sanggup menjaga United tetap berada di jalur empat besar, jalur yang bisa membuka pintu menuju kursi manajer permanen.
Liga Champions, Hambatan Terbesar Carrick di Old Trafford
Melansir Sports Mole, kualifikasi ke Liga Champions disebut sebagai satu-satunya “hambatan besar” yang dapat menggagalkan peluang Michael Carrick untuk diangkat sebagai manajer tetap Manchester United.
Meski performa tim menunjukkan grafik menanjak, kegagalan finis di empat besar diyakini akan menjadi alasan kuat bagi manajemen untuk mencari opsi lain.

- instagram manutd
Laporan Football Insider menegaskan bahwa faktor finansial ikut memainkan peran penting.
Manchester United disebut tengah mengetatkan anggaran dalam beberapa tahun terakhir, terlebih setelah salah satu pemilik klub, Sir Jim Ratcliffe, menuai kritik akibat pemutusan hubungan kerja terhadap ratusan staf pada 2025.
Di tengah rencana pindah ke stadion modern, pemasukan dari Liga Champions dianggap vital untuk menjaga stabilitas keuangan klub.
Situasi ini membuat kinerja Carrick tidak bisa dilepaskan dari hasil akhir musim. Apalagi, sejumlah target transfer musim panas seperti Carlos Baleba dan Elliot Anderson, disebut memiliki banderol mendekati £100 juta.
Tanpa Liga Champions, ambisi United untuk bersaing dengan rival kaya seperti Manchester City bisa terhambat.
Momentum Positif Carrick dan Dilema Manajemen United
Secara performa, Carrick sulit disalahkan. Ia sukses membawa United menaklukkan Manchester City, Arsenal, dan Fulham, tiga kemenangan beruntun yang langsung mengubah narasi seputar klub.
Banyak pihak mulai menyerukan agar mantan gelandang Inggris itu diberi kepercayaan penuh, terutama setelah tim tampil disiplin dan efisien.
Meski demikian, ada kehati-hatian yang tak bisa diabaikan. United pernah terjebak pada keputusan berbasis nostalgia saat menunjuk Ole Gunnar Solskjaer.
Karena itu, sebagian pengamat menilai Carrick tetap perlu dievaluasi secara adil, tanpa mengulangi kesalahan serupa.
Menariknya, tidak sedikit yang menilai standar Liga Champions sebagai satu-satunya tolok ukur terasa kurang adil.
Terlebih, kualitas skuad Liverpool dan Chelsea saat ini dianggap lebih matang dibanding United. Namun, bagi klub sebesar Manchester United, kompromi semacam itu bukan hal yang lazim.

- instagram Tottenham Hotspur
MU vs Tottenham: Lebih dari Sekadar Tiga Poin
Pertandingan melawan Tottenham Hotspur malam ini menjadi sangat simbolis. Spurs memenangi seluruh empat pertemuan melawan MU musim lalu, termasuk kemenangan menyakitkan di final Liga Europa di Bilbao. Carrick tentu ingin memutus tren negatif tersebut.
Tottenham sendiri datang dengan kepercayaan diri yang mulai pulih. Meski masih tertahan di posisi ke-14, hasil imbang 2-2 melawan Manchester City pekan lalu memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi empat laga. Carrick mengakui ancaman Spurs.
“Mereka jelas menghadirkan tantangan. Saya pikir bisa terlihat terutama dari cara mereka menyelesaikan pertandingan tempo hari,” ujar Carrick.
“Mereka mengalami banyak cedera dan keluar-masuk pemain, serta banyak perubahan dalam tim… Namun, mereka mulai mendapatkan pemain kembali,” lanjutnya.
Laga ini juga sarat makna personal bagi Carrick, yang pernah membela Tottenham sebelum pindah ke United pada 2006.
Ia menyebut kepindahan tersebut sebagai lompatan besar dalam kariernya, dan kini, ia berdiri di pinggir lapangan dengan masa depan yang mungkin ditentukan oleh hasil pertandingan ini.
Dengan modal tiga kemenangan beruntun dan ambisi menjaga posisi empat besar, Manchester United bukan hanya memburu tiga poin. Mereka sedang mempertaruhkan arah klub, dan masa depan Michael Carrick di bawah sorotan Old Trafford. (udn)
Load more