Pekerja Bangunan di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Tewas di Atap Rumah, Diduga Tersengat Listrik
- tvOne - kasianto
Nganjuk, tvOnenews.com - Seorang pekerja bangunan ditemukan tewas di atap rumah warga di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat memperbaiki atap rumah warga, Selasa (17/2).
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Korban diketahui bernama Sudarwanto (52), asal Dusun Klurahan, RT 03 RW 08, Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot. Saat itu, korban tengah melakukan pekerjaan perbaikan atap yang terbuat dari galvalum di rumah seorang warga di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk.
Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadhi menjelaskan, sekitar pukul 09.00 WIB, Polsek Ngronggot mendapat informasi bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Korban bekerja merehabilitasi rumah dengan memasang reng besi baja ringan galvalum bersama dua rekannya.
“Jadi, korban tersengat listrik saat menerima reng baja ringan dengan posisi korban diatas dan baja ringan tersebut menyentuh kabel listrik yang berada diatas depan teras,” kata AKP Fajar.
“Korban tersengat aliran listrik dan reng baja ringan sempat dilemparnya setelah itu korban lemas duduk diatas bangunan dengan dipegang oleh rekannya, kemudian korban dibantu diturunkan dari atas bangunan namun sudah dalam kondisi lemas, setelah dibawa turun dicek oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia,” jelas AKP Fajar.
Lebih lanjut AKP Fajar menambahkan, dari pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis Polres Nganjuk dan tim medis Puskesmas Ngronggot, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun ditemukan luka lecet pada telapak tangan kanan dan lecet pada pantat sebelah kanan yang diduga akibat sengatan listrik.
“Pihak keluarga menerima atas kematian korban karena musibah dan tidak menghendaki otopsi dan bersedia membuat surat pernyataan yang selanjutnya jenazah korban untuk dilakukan pemakaman di TPU setempat,” pungkas AKP Fajar. (kso/gol)
Load more