Striker Everton Klaim Jadi Korban Serangan Suporter di Tribun dalam Laga Vs Arsenal
- REUTERS/Scott Heppell
Jakarta, tvOnenews.com - Striker Everton, Thierno Barry mengklaim dia dan rekan satu timnya menjadi korban serangan oleh suporter dari tribun penonton di laga tandang kontra Arsenal.
Insiden serangan oleh suporter ini terjadi dalam laga tandang Everton melawan Arsenal di Stadion Emirates, London, Sabtu (14/3/2026) waktu setempat.
Thierno Barry mengklaim bahwa sejumlah temannya menjadi korban serangan di tribun penonton saat pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Arsenal tersebut.
Barry yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-69 untuk Everton mengungkapkan kejadian tersebut melalui unggahan di media sosial.
Dalam unggahannya, ia membagikan sebuah video yang diduga menunjukkan situasi ketika teman-temannya menjadi sasaran serangan di area tribun pendukung Arsenal.
Pemain berusia 22 tahun itu mengaku kecewa dengan kejadian tersebut karena menurutnya sepak bola seharusnya menjadi tempat yang aman bagi semua orang yang datang untuk menikmati pertandingan.
“Perilaku seperti ini tidak bisa diterima di stadion. Saya membawa teman-teman saya untuk menikmati pertandingan, tetapi semuanya justru rusak karena ulah beberapa orang yang tidak bertanggung jawab,” tulis Thierno Barry dalam unggahan di Instagram dikutip dari laman Football London, Minggu (15/3/2026).
Ia juga menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang yang aman dan penuh rasa hormat bagi semua pihak, baik pemain maupun penonton.
“Sepak bola seharusnya menjadi tempat di mana semua orang merasa aman dan dihormati. Sikap seperti ini tidak memiliki tempat dalam permainan dan tidak bisa ditoleransi dalam sepak bola,” lanjutnya.
Menurut Barry, setelah insiden tersebut terjadi, teman-temannya serta beberapa orang lain yang diduga menjadi korban harus dikawal keluar dari stadion oleh petugas keamanan Arsenal dan polisi. Hal itu dilakukan untuk menghindari potensi aksi balasan dari suporter yang berada di stadion.
“Teman-teman saya dan orang-orang yang diserang harus dikawal oleh petugas keamanan klub Arsenal serta polisi karena adanya kekhawatiran akan adanya aksi balasan dari para pendukung kami,” tulisnya.
Sementara itu, pihak kepolisian London melalui Metropolitan Police mengonfirmasi bahwa mereka sedang melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut. Namun hingga saat ini tidak ada laporan korban luka serius maupun penangkapan yang dilakukan.
Seorang juru bicara kepolisian mengatakan bahwa petugas serta steward stadion langsung merespons kejadian tersebut.
“Petugas dan steward merespons insiden tersebut. Tidak ada laporan mengenai luka serius,” ujar perwakilan kepolisian.
Ia juga menambahkan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian bekerja sama dengan kedua klub untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut.
“Penyelidikan masih berlangsung dan kami bekerja sama dengan kedua klub untuk mengidentifikasi mereka yang terlibat. Hingga saat ini belum ada penangkapan,” tambahnya.
Media Inggris juga telah mencoba meminta komentar dari pihak Arsenal terkait kejadian tersebut. Namun klub berjuluk The Gunners itu memutuskan tidak mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden yang terjadi di tribun penonton.
Di sisi lain, Everton mengaku telah mengetahui adanya insiden tersebut dan menegaskan bahwa perilaku kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam sepak bola.
Pihak klub dalam pernyataannya menegaskan bahwa tindakan kekerasan atau perilaku tidak tertib sama sekali tidak mencerminkan dukungan para penggemar Everton.
“Perilaku kekerasan atau tindakan tidak tertib sama sekali tidak dapat diterima dan tidak memiliki tempat dalam sepak bola,” tulis pernyataan resmi klub.
Everton juga menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak mencerminkan dukungan penuh semangat dan loyalitas yang selama ini diberikan para pendukung mereka, baik saat pertandingan kandang maupun tandang.
Klub asal Merseyside itu memastikan akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengungkap fakta sebenarnya dari insiden tersebut dan mengambil tindakan yang diperlukan jika memang ditemukan pelanggaran.
Load more