MU Belum Cari Pelatih Baru, Michael Carrick Justru Makin Difavoritkan Jadi Bos Permanen
- REUTERS/Phil Noble
Jakarta, tvOnenews.com - Manajemen Manchester United (MU) dilaporkan masih belum mengambil langkah konkret untuk membuka pembicaraan resmi dengan kandidat lain terkait posisi pelatih kepala. Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya performa tim sejak ditangani pelatih sementara Michael Carrick.
Sejak kepergian Ruben Amorim pada Januari lalu, Carrick mampu membawa perubahan signifikan di tubuh Setan Merah. Di bawah arahannya, MU tampil impresif dan kini bertengger di papan atas klasemen Liga Inggris.
Dalam periode singkat tersebut, Carrick sukses mengumpulkan 23 poin dari total 30 poin yang tersedia. Catatan ini membuat peluang mereka untuk finis di zona empat besar sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions semakin terbuka lebar.
Meski performa tim menunjukkan tren positif, jajaran petinggi klub belum sepenuhnya yakin untuk segera menetapkan pelatih permanen. Mereka masih menimbang berbagai aspek strategis demi memastikan arah jangka panjang klub tetap berada di jalur yang tepat.
Laporan dari Sky Sports News menyebutkan bahwa direktur olahraga Jason Wilcox bersama CEO Omar Berrada terus melakukan evaluasi mendalam terhadap sejumlah kandidat potensial. Proses ini dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai profil yang dinilai sesuai dengan kebutuhan klub.
Di sisi lain, opsi eksternal semakin terbatas setelah dua nama besar yakni Thomas Tuchel dan Carlo Ancelotti dikabarkan telah memilih fokus pada karier di level tim nasional. Hal ini secara tidak langsung membuka peluang lebih besar bagi Carrick untuk dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang.
Minimnya pergerakan dalam mencari kandidat dari luar juga mengindikasikan bahwa Carrick mulai mendapat kepercayaan internal. Namun demikian, dewan klub tetap berkomitmen untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan final.
Pengalaman masa lalu menjadi salah satu faktor penting dalam proses pertimbangan ini. Penunjukan Ole Gunnar Solskjaer secara permanen setelah sukses sebagai pelatih interim pada 2019 menjadi pelajaran berharga bagi manajemen saat ini.
Kala itu, Solskjaer sempat mencatatkan delapan kemenangan beruntun sebelum akhirnya performa tim menurun setelah kontraknya dipermanenkan. Situasi tersebut membuat petinggi klub kini lebih berhati-hati agar tidak mengulangi kesalahan serupa.
Load more