Oxford United dan Ipswich Town Terseret Kasus Mata-mata Southampton, Klub yang Diperkuat Ole Romeny dan Elkan Baggott Diintai
- REUTERS/Action Images/Craig Brough
Jakarta, tvOnenews.com - Oxford United dan Ipswich Town, klub di mana dua pemain Timnas Indonesia Ole Romeny dan Elkan Baggott tampil, terseret kasus mata-mata Southampton FC.
Federasi Sepak Bola Inggris (FA) resmi membuka kasus dugaan mata-mata yang dilakukan oleh Southampton. Dilaporkan ada tiga klub rival Southampton sengaja diintai.
Kasus yang dikenal sebagai “spygate” tersebut langsung memicu kehebohan di Inggris karena Southampton sebelumnya sudah dijatuhi hukuman berat oleh English Football League (EFL).
Klub itu bahkan dikeluarkan dari babak playoff promosi Championship dan kehilangan kesempatan tampil di final melawan Hull City di Wembley.
Southampton dinyatakan bersalah setelah mengakui telah mengamati sesi latihan lawan dalam periode terlarang, yakni 72 jam sebelum pertandingan berlangsung.
Akibat hukuman tersebut, Middlesbrough yang sebelumnya tersingkir di semifinal akhirnya dikembalikan ke playoff dan menggantikan posisi Southampton untuk menghadapi Hull City.
Tak hanya itu, Southampton juga mendapat pengurangan empat poin untuk musim Championship berikutnya. Klub sempat mengajukan banding dan menyebut hukuman itu “tidak proporsional”, namun permohonan mereka resmi ditolak pada Rabu malam waktu setempat.
Kini masalah Southampton semakin rumit setelah FA ikut turun tangan. Federasi sepak bola Inggris tersebut tengah mempelajari kemungkinan adanya pelanggaran regulasi yang lebih luas oleh individu-individu di dalam klub.
Juru bicara FA menyebut pihaknya masih mengumpulkan dan mempelajari seluruh bukti sebelum mengambil keputusan lanjutan.
“Kami tidak akan memberikan komentar lebih lanjut sampai kami selesai menilai seluruh bukti yang ada,” ujar perwakilan FA dikutip dari laman Goal.
FA disebut akan memeriksa seluruh dokumen dan hasil investigasi dari komisi disiplin independen EFL sebelum menentukan apakah akan ada sanksi tambahan atau hukuman personal terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Skandal ini bermula ketika seorang analis magang tim utama Southampton diduga tertangkap merekam sesi latihan Middlesbrough sebelum leg pertama semifinal playoff Championship.
Middlesbrough kemudian melayangkan laporan resmi kepada EFL. Setelah investigasi berjalan, ditemukan dugaan kejadian serupa yang juga melibatkan Oxford United dan Ipswich Town.
Southampton dicurigai melakukan hal serupa pada dua klub yang diperkuat oleh pemain Timnas Indonesia ini.
EFL menyatakan Southampton melanggar Regulasi 3.4 yang mengharuskan klub bertindak dengan “itikad baik tertinggi” terhadap sesama klub. Selain itu, Southampton juga dianggap melanggar Regulasi 127 yang melarang pemantauan sesi latihan lawan dalam tiga hari sebelum pertandingan.
Hukuman keras yang diterima Southampton pun langsung mengejutkan publik sepak bola Inggris. Pengusiran dari playoff dan pengurangan poin musim depan disebut sebagai salah satu sanksi paling berat dalam sejarah Championship modern.
Dampaknya juga terasa besar di ruang ganti Southampton. Para pemain dikabarkan mengalami kerugian finansial besar karena gagal promosi ke Liga Premier, termasuk bonus dan kenaikan gaji yang seharusnya mereka terima jika naik kasta.
Beberapa pemain bahkan disebut telah menghubungi Professional Footballers’ Association (PFA) untuk mencari opsi hukum dan kompensasi terkait kegagalan promosi tersebut.
Kini Southampton harus bersiap menghadapi musim baru Championship dengan beban minus empat poin, sambil menunggu hasil investigasi FA yang berpotensi menghadirkan hukuman tambahan lebih berat lagi.
Load more