Manchester United Gelar Rapat Darurat, Masa Depan Michael Carrick di Ujung Tanduk, 5 Kandidat Pengganti Muncul
- REUTERS/Alessandro Garofalo
tvOnenews.com - Manchester United dikabarkan akan menggelar rapat darurat untuk membahas masa depan pelatih Michael Carrick. Kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth membuat posisi pelatih berusia 45 tahun itu semakin tertekan. Situasi semakin mengkhawatirkan karena jarak poin Manchester United dengan zona degradasi kini disebut hanya terpaut satu angka.
Media Inggris, The Telegraph, melaporkan pada tanggal 26 waktu setempat bahwa jajaran petinggi klub akan mengadakan pertemuan khusus untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk mempertimbangkan kemungkinan pergantian pelatih.
"Pimpinan Manchester United dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan darurat pada tanggal 26 (waktu setempat) untuk membahas masa depan Manajer Carrick dan rencana respons klub di masa depan. Posisi Manajer Carrick berada dalam krisis serius setelah kekalahan telak melawan Bournemouth."
- REUTERS/Phil Noble
Manchester United menelan kekalahan 0-3 saat menjamu Bournemouth di Old Trafford pada tanggal 25. Hasil tersebut memperburuk catatan performa mereka setelah menelan enam kekalahan dalam 12 pertandingan terakhir. Setan Merah pun dikabarkan merosot ke peringkat ke-16 klasemen liga, dengan selisih poin yang sangat tipis dari zona degradasi.
Situasi ini menjadi kemunduran besar bagi klub yang sebelumnya mampu mengakhiri musim lalu di posisi ketiga Liga Premier Inggris. Performa buruk dalam sepekan terakhir semakin memperbesar tekanan terhadap Carrick. Setelah kalah 1-4 dari Como, Manchester United kembali menelan kekalahan dengan selisih tiga gol saat menghadapi Bournemouth.
Dalam dua pertandingan tersebut, Manchester United hanya mampu mencetak satu gol dan kebobolan tujuh kali. Rentetan hasil negatif itu membuat kritik terhadap Carrick semakin keras, termasuk dari sejumlah mantan pemain yang kini berkarier sebagai komentator.
Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, menilai situasi Carrick sudah semakin sulit untuk dipertahankan. Sementara itu, mantan kapten Manchester United, Gary Neville, memperkirakan pemecatan sang pelatih bisa menjadi keputusan yang sulit dihindari.
Tekanan tersebut kini dikabarkan mulai ditanggapi serius oleh manajemen klub. Menurut The Telegraph, Direktur Sepak Bola Jason Wilcox dan CEO Omar Berrada termasuk di antara pejabat penting yang dijadwalkan membahas masa depan Carrick pada 26 Oktober waktu setempat.
Meski demikian, hingga malam 25 Oktober belum ada keputusan resmi mengenai pemecatan Carrick. Manchester United disebut masih mempertimbangkan berbagai opsi sebelum menentukan langkah akhir. Pihak klub dikabarkan ingin mengevaluasi situasi secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan yang berpengaruh besar terhadap arah tim.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Carrick dan sebagian besar pemain tim utama tidak terlihat di pusat latihan Carrington pada 26 Oktober. Namun, ketidakhadiran mereka disebut berkaitan dengan jadwal libur yang telah ditentukan setelah pertandingan, sehingga hal itu tidak serta-merta menunjukkan adanya keputusan terkait masa depan sang pelatih.
Meski belum ada pengumuman resmi, spekulasi mengenai kemungkinan pergantian pelatih semakin berkembang. Sejumlah perusahaan taruhan bahkan dilaporkan menghentikan sementara taruhan mengenai masa depan Carrick, di tengah meningkatnya ketidakpastian di internal klub.
Manchester United juga disebut mulai mempertimbangkan sejumlah nama untuk mengisi posisi pelatih jika memutuskan berpisah dengan Carrick. Dua kandidat yang mencuat adalah mantan pelatih Newcastle United, Eddie Howe, dan mantan pelatih tim nasional Jerman, Julian Nagelsmann.
Keduanya dinilai berpotensi menjadi pilihan yang relatif mudah dari sisi proses perekrutan karena, menurut laporan sumber, mereka sedang tidak menangani klub. Kondisi tersebut dapat mengurangi kerumitan negosiasi dan kebutuhan membayar kompensasi kepada klub lain.
Howe mendapat pengakuan berkat kiprahnya bersama Newcastle United di Liga Premier Inggris. Ia membawa klub tersebut menjuarai Carabao Cup 2025 dan meraih tiket ke Liga Champions. Howe kemudian meninggalkan jabatannya pada Juli lalu untuk beristirahat.
Sementara itu, Nagelsmann memiliki pengalaman menangani klub besar seperti Bayern Munich serta memimpin tim nasional Jerman. Ia disebut belum menangani tim baru sejak meninggalkan posisinya di tim nasional pada musim panas lalu, setelah Jerman tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
The Telegraph menyebut Howe dan Nagelsmann sama-sama memiliki pendukung di jajaran petinggi Manchester United. Sejumlah pihak di internal klub dikabarkan lebih menyukai pelatih yang sudah memahami persaingan Liga Premier Inggris agar dapat segera mengatasi situasi sulit yang sedang dihadapi tim.
Selain kedua nama tersebut, Manchester United juga dikabarkan memantau Unai Emery, yang menangani Aston Villa, serta Fabian Hürzeler dari Brighton & Hove Albion. Keduanya disebut mendapat penilaian positif dari pihak klub.
Namun, merekrut Emery atau Hürzeler diperkirakan tidak akan mudah karena keduanya masih terikat dengan klub masing-masing. Manchester United harus menghadapi proses negosiasi yang lebih rumit dan kemungkinan membayar kompensasi jika ingin mendatangkan salah satu dari mereka.
Nama mantan pelatih Chelsea dan Tottenham Hotspur, Antonio Conte, serta pelatih Kieran McKenna juga disebut-sebut sebagai alternatif. Meski demikian, belum ada kepastian mengenai kandidat yang akan dipilih apabila Manchester United benar-benar memutuskan mengganti Carrick.
Pergantian pelatih kali ini juga berpotensi memperpanjang ketidakstabilan di kursi kepelatihan Manchester United. Jika Carrick diberhentikan, klub tersebut akan menunjuk pelatih untuk ketiga kalinya dalam tahun ini, berdasarkan kronologi yang disampaikan dalam laporan sumber.
Carrick mengambil alih tim dari Ruben Amorim pada Januari lalu. Kini, setelah sekitar 10 bulan menjabat, ia menghadapi ancaman kehilangan pekerjaannya di tengah performa tim yang terus menurun.
Jika dihitung sejak Jim Ratcliffe mengambil alih pengelolaan operasional klub dari keluarga Glazer pada Februari 2024, Manchester United juga berpotensi menunjuk pelatih permanen keempat dalam periode tersebut.
- REUTERS/Alessandro Garofalo
Sebelumnya, Erik ten Hag sempat dipertahankan setelah klub melakukan evaluasi terhadap sejumlah kandidat pengganti dan memutuskan memperpanjang kontraknya. Namun, keputusan tersebut tidak bertahan lama karena Ten Hag akhirnya dipecat hanya 116 hari setelah penandatanganan kontrak baru.
Kini, masa depan Carrick menjadi perhatian utama di Old Trafford. Rapat darurat yang dikabarkan berlangsung pada 26 Oktober diharapkan menjadi momen penting bagi manajemen untuk menentukan apakah akan tetap mempertahankan sang pelatih atau mencari sosok baru demi memperbaiki performa Manchester United.
Load more