GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tersingkir dari Liga Champions, Barcelona Alami Nasib Serupa dengan Timnas Indonesia

Barcelona mengalami situasi yang mirip dengan timnas Indonesia ketika disingkirkan dari perempat final Liga Champions oleh Paris Saint-Germain, Rabu (17/4).
Rabu, 17 April 2024 - 04:21 WIB
Barcelona vs PSG
Sumber :
  • Barcelona Official

tvOnenews.com - Barcelona mengalami nasib serupa dengan timnas Indonesia ketika dikandaskan oleh Paris Saint-Germain di perempat final Liga Champions.

La Blaugrana tersisih dari Liga Champions pada Rabu (17/4) dini hari WIB setelah dibantai dengan skor 1-4 oleh PSG di Estadi Olimpic Lluis Companys.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil tersebut membuat kemenangan 3-2 dari Parc des Princes pada leg pertama tidak berarti, karena Barca kalah 4-6 secara agregat.

Barcelona sejatinya mengawali permainan di leg kedua dengan apik. Mereka membuka skor ketika laga baru berjalan 12 menit melalui Raphinha, yang memaksimalkan bola dari Lamine Yamal.

Namun, permainan berubah karena Ronald Araujo dikartu merah pada menit ke-29, karena dianggap melanggar Bradley Barcola sebagai last-man.

Ousmane Dembele kemudian menyamakan skor pada menit ke-40, dan Vitinha membalikkan keadaan untuk Les Parisiens lewat golnya pada menit ke-54.

Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, merasa frustrasi dengan keadaan dan melakukan protes kepada wasit pada menit ke-56. Wasit meresponsnya dengan kartu merah.

Pada menit ke-61, PSG mendapatkan penalti setelah Ousmane Dembele dilanggar Joao Cancelo, dan Kylian Mbappe sukses melaksanakan tugasnya.

Mbappe melengkapi penderitaan Barcelona pada menit ke-89 melalui golnya yang berawal dari skema serangan balik.

Laga pun berakhir dengan kemenangan 4-1 untuk PSG dan Barcelona tersisih karena kalah agregat 4-6.

Dalam pertandingan ini, Barcelona mengalami nasib yang mirip dengan timnas Indonesia U-23 di laga kontra Qatar pada Piala Asia U-23 2024, Senin (15/4) lalu.

Barcelona dan timnas Indonesia U-23 sama-sama menderita satu penalti dan dua kartu merah.

Hanya saja, La Blaugrana masih menyelesaikan permainan dengan 10 orang di lapangan karena kartu merah yang satu diberikan kepada pelatih Xavi Hernandez.

Dalam pertandingan kontra Qatar, timnas Indonesia U-23 mengakhiri laga dengan sembilan orang karena yang diusir wasit adalah dua pemain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ivar Jenner menerima kartu kuning keduanya pada menit ke-46 selagi Ramadhan Sananta langsung dikartu merah pada masa injury time.

Garuda Muda kandas dengan skor 0-2 dalam laga kontra Qatar tersebut, karena sebuah gol penalti dari Khaled Ali (45+1’), yang digandakan Ahmed Al Rawi (54’) melalui tendangan bebas ciamiknya.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bela Kebijakan Pemerintah yang Dikritisi Sudirman Said, Ketua Relawan Jarnas Pasang Badan

Bela Kebijakan Pemerintah yang Dikritisi Sudirman Said, Ketua Relawan Jarnas Pasang Badan

Nasarudin selaku Ketua Relawan Jarnas for Prabowo-Gibran menilai kritik Sudirman Said perlu dipahami secara objektif dengan mempertimbangkan situasi gejolak geopolitik saat ini.
Mengapa Advertising Tradisional Mulai Tertinggal di Era AI-Driven Growth?

Mengapa Advertising Tradisional Mulai Tertinggal di Era AI-Driven Growth?

Banyak bisnis masih memisahkan fungsi advertising dengan sistem operasional yang menangani pelanggan setelah iklan berjalan. Akibatnya, banyak potensi transaksi hilang
Children of Heaven Versi Indonesia: Film Legendaris Iran yang Pernah Masuk Nominasi Oscar

Children of Heaven Versi Indonesia: Film Legendaris Iran yang Pernah Masuk Nominasi Oscar

Secara garis besar, Children of Heaven versi Indonesia tetap mempertahankan inti cerita dari film aslinya. Film ini berkisah tentang dua kakak beradik, Ali dan Zahra, yang hidup dalam
Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

DPD PDIP Provinsi Banten terus melakukan konsolidasi internal dalam agenda politiknya hingga kerja-kerja partai yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.
OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

Sejumlah tokoh menyoroti serius soal wacana kenaikan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) yang kini mulai ramai di kalangan partai parlemen.
Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin mengaku sangat emosional usai berhasil meraih kemenangan pada MotoGP Prancis 2026, yang berlangsung di Sirkuit Le Mans pada Minggu (10/5/2026).

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT