GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terlibat Pengaturan Skor, Rekan Setim Pemain Timnas Indonesia Pratama Arhan Resmi Dipecat

Rekan setim pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, di Suwon FC resmi dijatuhi sanksi seumur hidup akibat terlibat dalam pengaturan skor sekaligus dipecat.
Jumat, 13 September 2024 - 20:01 WIB
Rekan setim pemain Timnas Indonesia Pratama Arhan resmi dipecat
Sumber :
  • tvonenews.com - Julio Tri Saputra

Jakarta, tvOnenews.com - Rekan setim pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, di Suwon FC resmi disanksi seumur hidup akibat terlibat dalam pengaturan skor hingga menyebabkannya dipecat.

Son Jun-ho dipecat oleh Suwon FC, klub asal Korea Selatan yang menaungi Pratama Arhan pada saat ini, sebagaimana pengumuman resmi pada Jumat (13/9/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari The Korea Herald, Jumat (13/9/2024), Son dipecat oleh Suwon hanya tiga hari setelah Federasi Sepak Bola China (CFA) menghukumnya seumur hidup akibat pengaturan skor.

Menurut warta tersebut, Son disanksi oleh CFA karena terlibat dalam transaksi ilegal dan memanipulasi hasil pertandingan ketika membela klub asal China, Shandong Taishan FC.

Gelandang asal Korea Selatan berusia 32 tahun tersebut membela Shandong Taishan FC pada 2021 hingga 2023 lalu.

Sebelumnya, Son sempat ditahan oleh kepolisian China pada Mei 2023 lalu akibat dugaan penyuapan, namun dilepas pada Maret ini.

Pada Rabu (11/9/2024) lalu, menurut The Korea Herald, Son mengklaim dirinya tidak bersalah dalam konferensi pers.

Dia mengklaim bahwa otoritas China memerasnya untuk mengakui dugaan penyuapan tersebut.

Son juga mengklaim bahwa seorang hakim menawarkannya untuk segera dilepas jika dia mengaku menerima 200 ribu yuan (Rp433 juta) secara tunai. Dia menyetujui kesepakatan itu dan bisa dipulangkan setelah 10 bulan dipenjara.

Namun kini, Son justru dipecat oleh Suwon FC, dengan direktur olahraga Choi Soon-ho merasa bahwa mempertahankan sang gelandang akan “menghina para fans”.

“Pada titik ini, kami merasa bahwa memutus kontraknya akan menjadi tindakan yang pantas,” kata Choi, dilansir dari The Korea Herald.

“Pada awalnya, saya merasa bahwa kami harus membiarkannya bermain. Namun, kasusnya berkembang terlalu besar,” tambahnya.

Suwon FC merupakan klub yang dibela oleh pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, yang bergabung dengan tim asal Korea Selatan itu pada Januari 2024 lalu, usai meninggalkan klub Jepang, Tokyo Verdy.

Pratama Arhan sempat beraksi di sayap kanan dalam laga Timnas Indonesia vs Australia
Pratama Arhan sempat beraksi di sayap kanan dalam laga Timnas Indonesia vs Australia
Sumber :
  • tvonenews.com - Julio Tri Saputra

 

Arhan sendiri jarang dimainkan di Suwon FC. Bahkan, dia hanya melakoni satu laga dengan total menit bermain tiga menit saja, usai dikartu merah pada debutnya, yang dilakoni kontra Jeju United, 26 Mei 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meskipun begitu, sang bek kiri berusia 22 tahun tetap dipanggil Shin Tae-yong untuk membela Timnas Indonesia baru-baru ini.

Skuad Garuda menghadapi Arab Saudi dan Australia, dengan Arhan bermain sebagai pengganti di laga kontra Australia, Selasa (10/9/2024) lalu. (rda)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.
Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Pihak SMAN 1 Sambas mengeluarkan pernyataan sikap yang salah satu poinnya meminta agar panitia lomba cerdas cermat (LCC) 4 pilar MPR untuk pulihkan nama baik.
background

Pekan ke-33

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT