Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nyaris Buntung 35 Juta Euro! Tes Medis Selamatkan AC Milan dari Cedera Horor Jean-Philippe Mateta

Saga transfer Jean-Philippe Mateta ke AC Milan akhirnya menemui titik akhir yang mengecewakan. Proses yang sempat berjalan mulus itu runtuh di saat terakhir.
Selasa, 10 Februari 2026 - 14:58 WIB
Striker Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta
Sumber :
  • REUTERS/Gonzalo Fuentes

Jakarta, tvOnenews.com - Saga transfer Jean-Philippe Mateta ke AC Milan akhirnya menemui titik akhir yang mengecewakan. Proses yang sempat berjalan mulus itu runtuh di saat-saat terakhir dan menyisakan tanda tanya besar di kalangan publik.

Pada 1 Februari, atau dua hari sebelum bursa transfer musim dingin ditutup, kabar kesepakatan antara Milan dan Crystal Palace sempat menguat. Nilai transfer Mateta disebut mencapai kisaran 30 hingga 35 juta euro, sesuai dengan rencana awal manajemen Rossoneri sejak musim panas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat itu, Mateta hanya tinggal menjalani tes medis sebelum resmi menandatangani kontrak. Namun, suasana berubah drastis ketika muncul keraguan terkait kondisi fisik penyerang asal Prancis tersebut.

Masalah utama yang kemudian terungkap adalah kondisi lutut Mateta. Keraguan itu berkembang menjadi penghalang serius yang akhirnya menggagalkan kepindahan sang pemain ke San Siro.

Jurnalis Italia, Nicolo Schira, kemudian membuka tabir kronologi kejadian yang dinilainya tidak biasa. Ia menyebut ada banyak miskomunikasi dan keputusan keliru yang terjadi sepanjang proses negosiasi.

Schira meyakini Milan tidak mengetahui sepenuhnya masalah fisik yang dialami Mateta sejak awal. Bahkan hingga beberapa jam sebelum bursa ditutup, isu tersebut masih dibantah dan kemudian dikecilkan oleh pihak terdekat sang pemain.

Situasi ini dinilai mencerminkan lemahnya manajemen transfer di sekitar Mateta. Informasi krusial terkait kondisi medis baru mencuat ketika proses sudah berada di tahap akhir.

Schira juga menyoroti peran Crystal Palace dalam saga ini. Menurutnya, melepas pemain yang membutuhkan penanganan medis serius tanpa transparansi penuh merupakan langkah yang berisiko.

Di sisi lain, keputusan pihak manajemen Mateta juga tak luput dari kritik. Sang pemain sempat diminati Juventus, menolak tawaran dari Turki, Nottingham Forest, hingga Aston Villa, sebelum akhirnya kembali ke titik awal.

Kini, Mateta tetap bertahan di Crystal Palace dengan masa depan yang belum jelas. Opsi operasi atau perawatan konservatif masih menjadi pertimbangan, sementara menit bermainnya diprediksi akan terbatas.

Kondisi ini secara langsung berdampak pada nilai pasar Mateta. Cedera yang berlarut-larut membuat daya tariknya di bursa transfer musim panas mendatang berpotensi menurun.

Di tengah kekacauan tersebut, Milan justru dinilai mengambil keputusan tepat dengan bersikap tegas pada hasil tes medis. Kehati-hatian ini menyelamatkan Rossoneri dari risiko merekrut pemain yang rentan absen panjang.

Schira menyebut cara transfer ini berakhir memang terasa “agak grotesk”. Namun, ia menegaskan Milan terhindar dari potensi kerugian besar yang bisa berdampak jangka panjang.

Faktor waktu juga menjadi musuh utama Milan. Mateta sejatinya merupakan solusi darurat yang baru dibangun empat hingga lima hari sebelum penutupan bursa.

Pada Sabtu sore menjelang akhir bursa, Mateta bahkan nyaris resmi menjadi pemain Milan. Ia dijadwalkan terbang ke Italia, sementara aktivitas media sosialnya memunculkan kesan perpisahan dengan Crystal Palace.

Palace kemudian menemukan pengganti dan seolah semua berjalan sesuai rencana. Namun, saat Milan melangkah ke tahap tes medis, masalah lutut yang selama ini tersembunyi akhirnya terungkap.

Dengan waktu tersisa kurang dari 24 jam, Milan tak memiliki ruang untuk mencari alternatif setara. Negosiasi pun berhenti total, meninggalkan kekecewaan sekaligus kelegaan tersendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Milan, kegagalan ini menjadi pengingat penting tentang arti kehati-hatian di bursa transfer. Di tengah keterbatasan finansial klub-klub Italia, keputusan menahan diri justru bisa menjadi kemenangan tersendiri.

(sub)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Berkaca dari Negara China, Bekasi Siap Berinovasi Mengolah Sampah jadi Listrik

Berkaca dari Negara China, Bekasi Siap Berinovasi Mengolah Sampah jadi Listrik

Kabar gembira untuk warga Bekasi nih, karena tidak lama lagi bisa punya listrik dari hasil olahan sampah. Berikut penjelasannya.
Evaluasi Menyeluruh Latsarmil Kemhan: Porsi Latihan Fisik Kini Sesuaikan Kondisi Peserta Koperasi Merah Putih

Evaluasi Menyeluruh Latsarmil Kemhan: Porsi Latihan Fisik Kini Sesuaikan Kondisi Peserta Koperasi Merah Putih

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin menginstruksikan dilakukannya peninjauan ulang secara menyeluruh terhadap program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi para calon manajer Koperasi Merah Putih. 
Persib Bandung Pinjamkan Wonderkid Zulkifli Lukmansyah Untuk Dapatkan Menit Bermain

Persib Bandung Pinjamkan Wonderkid Zulkifli Lukmansyah Untuk Dapatkan Menit Bermain

Persib sepakat untuk melepas Zulkifli Lukmansyah dengan status pinjaman di awal musim 2026/2027. ia diharapkan bisa menimba ilmu selama dipinjamkan ke klub lain
Pengurus DPW dan DPD PAN DKI Jakarta Dilantik, Eko Patrio Kepada Gubernur Pramono: Titip Anak-Anak Pak

Pengurus DPW dan DPD PAN DKI Jakarta Dilantik, Eko Patrio Kepada Gubernur Pramono: Titip Anak-Anak Pak

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan alias Zulhas melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Jakarta periode 2024-2029.
Walau jadi Tim Paling Tertindas di Piala Dunia 2026, Iran Belum Pernah Terkalahkan

Walau jadi Tim Paling Tertindas di Piala Dunia 2026, Iran Belum Pernah Terkalahkan

Keputusan dramatis Video Assistant Referee (VAR) yang menganulir gol kemenangan Iran di masa injury time memaksa laga krusial kontra Mesir berakhir imbang 1-1.
Ritual Adat Pangku Paliare, Tradisi Suku Semende di Bengkulu Mensensus Jumlah Penduduk

Ritual Adat Pangku Paliare, Tradisi Suku Semende di Bengkulu Mensensus Jumlah Penduduk

Tradisi unik dan menarik dilaksnakan masyarakat adat Suku Semende Ulu Nasal di Kabupaten Kaur, Bengkulu setiap 10 Muharam. Kampung yang biasanya sepi karena war

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT