Bikin Tersingkir dari Coppa Italia, Ini Alasan Antonio Conte Ngamuk ke Wasit Napoli Vs Como
- Napoli
Jakarta, tvOnenews.com - Napoli resmi tersingkir dari Coppa Italia setelah kalah dari Como 1927. Wasit pun menjadi sorotan bagi pelatih Napoli, Antonio Conte.
Bermain di Stadio Diego Armando Maradona, Partenopei harus puas mengakhiri perjalanan mereka di perempat final setelah bermain imbang 1-1 sebelum akhirnya kalah dalam babak adu penalti dengan kalah 6-7.
Gol penalti Martin Baturina sempat membawa Napoli unggul, namun Antonio Vergara menyamakan kedudukan di awal babak kedua. Laga kemudian diwarnai kontroversi yang membuat Conte meledak di pinggir lapangan.
Pada menit ke-50, Jacobo Ramon melakukan pelanggaran terhadap Rasmus Hojlund di tepi kotak penalti. Bek Como itu sudah mengantongi satu kartu kuning, namun wasit memilih tidak memberinya kartu kedua. Bahkan pada pelanggaran sebelumnya, sejumlah pihak menilai Ramon seharusnya langsung diganjar kartu merah karena dianggap menggagalkan peluang emas.
Usai pertandingan, Antonio Conte mengkritik kepemimpinan wasit yang memimpin di laga ini.
“Jangan selalu bicara soal wasit, karena selalu ada yang mengeluh,” ujar Antonio Conte dikutip dari Football Italia, Rabu (11/2/2026).
Namun ia tak menutup fakta bahwa kualitas kepemimpinan pertandingan musim ini menjadi sorotan.
“Ini bukan musim yang bagus untuk wasit dan VAR. Semua mengeluh, pelatih, pemain, fans. Sepak bola harus berkembang. Sama seperti kami memperbaiki tim, pihak wasit juga harus memperbaiki kinerja mereka. Ini tidak baik untuk sepak bola,” tegasnya.
Napoli akhirnya harus menuntaskan pertandingan lewat adu penalti panjang. Dua eksekusi yang gagal dari Romelu Lukaku dan Stanislav Lobotka menjadi penentu kegagalan tuan rumah.
Meski tersingkir, Antonio Conte tetap memberi kredit kepada anak asuhnya. Ia menilai timnya bermain dalam situasi yang sangat sulit, terutama karena krisis cedera yang belum juga mereda.
“Kami menghadapi Como yang punya skuad lengkap dan istirahat 10 hari. Kami baru saja bermain tiga hari lalu melawan Genoa, selesai dengan 10 pemain dan kehilangan satu lagi karena cedera. Scott McTominay sangat penting bagi kami,” ujarnya.
Napoli sebelumnya juga sudah tersingkir dari Liga Champions. Kini Coppa Italia pun melayang, menyisakan Liga Italia sebagai satu-satunya fokus. Conte tak menampik bahwa situasi ini jauh dari ideal.
“Kami bermain melampaui potensi yang ada. Sumber daya kami sangat terbatas dan tidak sebanding dengan ambisi yang seharusnya kami miliki musim ini. Dengan kondisi skuad seperti ini, pelatih mana pun akan kesulitan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan suporter yang tetap memberi semangat meski tim dilanda badai cedera.
Kemarahan Conte semakin terlihat ketika ditanya apakah Napoli masih bisa menantang Inter dalam perburuan Scudetto.
“Apa pertanyaan seperti itu masuk akal?” ucapnya dengan nada getir.
Ia lalu merinci daftar panjang cedera pemain kunci, mulai dari Giovanni Di Lorenzo, Lukaku dengan cedera tendon, hingga Kevin De Bruyne yang mengalami masalah di kaki yang pernah dioperasi. Belum lagi Billy Gilmour yang harus naik meja operasi dan absen berbulan-bulan.
“Bagaimana Anda bisa memprediksi semua itu? Kami kehilangan enam atau tujuh pemain penting dalam waktu lama. Pemain yang tersisa dipaksa terus bermain dan itu menciptakan masalah baru. Ini situasi luar biasa sulit,” jelas Conte.
Ia bahkan mengaku klub tidak diberi keleluasaan bergerak di bursa transfer untuk mencari pengganti sepadan.
Menurutnya, dengan selisih sembilan poin dari puncak klasemen dan kondisi tim yang timpang, pembicaraan soal Scudetto terasa tidak realistis.
“Kita harus serius dalam mengevaluasi situasi. Kalau tidak, semuanya jadi tidak masuk akal,” tutup Conte dengan wajah yang masih menyimpan kekecewaan. (hfp)
Load more