GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bikin Tersingkir dari Coppa Italia, Ini Alasan Antonio Conte Ngamuk ke Wasit Napoli Vs Como

Gol penalti Martin Baturina sempat membawa Napoli unggul, namun gol Como Antonio Vergara menyamakan kedudukan di awal babak kedua.
Rabu, 11 Februari 2026 - 20:28 WIB
Alasan Antonio Conte Geram Atas Wasit Napoli Vs Como
Sumber :
  • Napoli

Jakarta, tvOnenews.com - Napoli resmi tersingkir dari Coppa Italia setelah kalah dari Como 1927. Wasit pun menjadi sorotan bagi pelatih Napoli, Antonio Conte

Bermain di Stadio Diego Armando Maradona, Partenopei harus puas mengakhiri perjalanan mereka di perempat final setelah bermain imbang 1-1 sebelum akhirnya kalah dalam babak adu penalti dengan kalah 6-7.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gol penalti Martin Baturina sempat membawa Napoli unggul, namun Antonio Vergara menyamakan kedudukan di awal babak kedua. Laga kemudian diwarnai kontroversi yang membuat Conte meledak di pinggir lapangan.

Pada menit ke-50, Jacobo Ramon melakukan pelanggaran terhadap Rasmus Hojlund di tepi kotak penalti. Bek Como itu sudah mengantongi satu kartu kuning, namun wasit memilih tidak memberinya kartu kedua. Bahkan pada pelanggaran sebelumnya, sejumlah pihak menilai Ramon seharusnya langsung diganjar kartu merah karena dianggap menggagalkan peluang emas.

Usai pertandingan, Antonio Conte mengkritik kepemimpinan wasit yang memimpin di laga ini. 

“Jangan selalu bicara soal wasit, karena selalu ada yang mengeluh,” ujar Antonio Conte dikutip dari Football Italia, Rabu (11/2/2026).

Namun ia tak menutup fakta bahwa kualitas kepemimpinan pertandingan musim ini menjadi sorotan.

“Ini bukan musim yang bagus untuk wasit dan VAR. Semua mengeluh, pelatih, pemain, fans. Sepak bola harus berkembang. Sama seperti kami memperbaiki tim, pihak wasit juga harus memperbaiki kinerja mereka. Ini tidak baik untuk sepak bola,” tegasnya.

Napoli akhirnya harus menuntaskan pertandingan lewat adu penalti panjang. Dua eksekusi yang gagal dari Romelu Lukaku dan Stanislav Lobotka menjadi penentu kegagalan tuan rumah.

Meski tersingkir, Antonio Conte tetap memberi kredit kepada anak asuhnya. Ia menilai timnya bermain dalam situasi yang sangat sulit, terutama karena krisis cedera yang belum juga mereda.

“Kami menghadapi Como yang punya skuad lengkap dan istirahat 10 hari. Kami baru saja bermain tiga hari lalu melawan Genoa, selesai dengan 10 pemain dan kehilangan satu lagi karena cedera. Scott McTominay sangat penting bagi kami,” ujarnya.

Napoli sebelumnya juga sudah tersingkir dari Liga Champions. Kini Coppa Italia pun melayang, menyisakan Liga Italia sebagai satu-satunya fokus. Conte tak menampik bahwa situasi ini jauh dari ideal.

“Kami bermain melampaui potensi yang ada. Sumber daya kami sangat terbatas dan tidak sebanding dengan ambisi yang seharusnya kami miliki musim ini. Dengan kondisi skuad seperti ini, pelatih mana pun akan kesulitan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan suporter yang tetap memberi semangat meski tim dilanda badai cedera.

Kemarahan Conte semakin terlihat ketika ditanya apakah Napoli masih bisa menantang Inter dalam perburuan Scudetto.

“Apa pertanyaan seperti itu masuk akal?” ucapnya dengan nada getir.

Ia lalu merinci daftar panjang cedera pemain kunci, mulai dari Giovanni Di Lorenzo, Lukaku dengan cedera tendon, hingga Kevin De Bruyne yang mengalami masalah di kaki yang pernah dioperasi. Belum lagi Billy Gilmour yang harus naik meja operasi dan absen berbulan-bulan.

“Bagaimana Anda bisa memprediksi semua itu? Kami kehilangan enam atau tujuh pemain penting dalam waktu lama. Pemain yang tersisa dipaksa terus bermain dan itu menciptakan masalah baru. Ini situasi luar biasa sulit,” jelas Conte.

Ia bahkan mengaku klub tidak diberi keleluasaan bergerak di bursa transfer untuk mencari pengganti sepadan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, dengan selisih sembilan poin dari puncak klasemen dan kondisi tim yang timpang, pembicaraan soal Scudetto terasa tidak realistis.

“Kita harus serius dalam mengevaluasi situasi. Kalau tidak, semuanya jadi tidak masuk akal,” tutup Conte dengan wajah yang masih menyimpan kekecewaan. (hfp)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PDIP Klaim 100 Persen Warga Indonesia Bisa Mendapatkan BPJS Gratis, Begini Perhitungannya

PDIP Klaim 100 Persen Warga Indonesia Bisa Mendapatkan BPJS Gratis, Begini Perhitungannya

Ia memberikan perhitungan peserta BPJS saat ini diluar dari beberapa profesi yang sudah terdaftar atau ditanggung negara.
Kronologi PIC Eiger Kisruh dengan KOL, Pihak Distributor Brand Minta Maaf dan Langsung Pecat Pegawainya

Kronologi PIC Eiger Kisruh dengan KOL, Pihak Distributor Brand Minta Maaf dan Langsung Pecat Pegawainya

Seorang kreator konten membagikan pengalaman pahit dari PIC distributor brand Eiger Adventure hanya perkara tidak mau revisi draft konten. Begini kronologinya.
Airlangga Laporan Paket Stimulus Triwulan I pada Prabowo: Bansos Pangan Hingga WFA Jelang Lebaran

Airlangga Laporan Paket Stimulus Triwulan I pada Prabowo: Bansos Pangan Hingga WFA Jelang Lebaran

Diskon yang diberikan meliputi kereta api sebesar 30 persen, angkutan laut 30 persen, penyeberangan 100 persen, serta tiket pesawat 17–18 persen.
Fakta Ngeri Penembakan Smart Air, Pilot Lari ke Hutan hingga Kirim Sinyal Darurat Sebelum Ditembak

Fakta Ngeri Penembakan Smart Air, Pilot Lari ke Hutan hingga Kirim Sinyal Darurat Sebelum Ditembak

Peristiwa ini menjadi sorotan nasional karena melibatkan kelompok bersenjata di kawasan tersebut dan menimbulkan pertanyaan soal keselamatan penerbangan perintis di Papua.
Jokowi Diperiksa di Polresta Solo terkait Tudingan Ijazah Palsu, Ditanya 10 Pertanyaan Salah Satunya soal Alur Pembuatan Skripsi

Jokowi Diperiksa di Polresta Solo terkait Tudingan Ijazah Palsu, Ditanya 10 Pertanyaan Salah Satunya soal Alur Pembuatan Skripsi

Jokowi diperiksa di Polresta Solo pada Rabu (11/2/2026) sore terkait laporan Jokowi ke Polda Metro Jaya soal dugaan pencemaran nama baik atas kasus dugaan ijazah palsu.
Resmi Tangani Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto Diberi Wewenang Susun Tim Pelatih

Resmi Tangani Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto Diberi Wewenang Susun Tim Pelatih

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi memastikan bahwa pihaknya akan memberikan wewenang penuh kepada Kurniawan Dwi Yulianto terkait susunan tim kepelatihan Timnas Indonesia U-17.
background

Pekan ke-21

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Ragnar Oratmangoen Bisa Jadi Kunci Timnas Indonesia Datangkan Bek Belgia Berdarah Surabaya, John Herdman Tertarik?

Ragnar Oratmangoen Bisa Jadi Kunci Timnas Indonesia Datangkan Bek Belgia Berdarah Surabaya, John Herdman Tertarik?

Dalam arahan John Herdman, pencarian bek tangguh kembali mengarah ke Eropa. Kali ini radar Timnas Indonesia tertuju ke rekan setim Ragnar Oratmangoen di Belgia.
Pantas Saja Namanya Mendunia, Amalan Sunnah ini yang Selalu Dibawa Megawati Hangestri Setiap Bertanding

Pantas Saja Namanya Mendunia, Amalan Sunnah ini yang Selalu Dibawa Megawati Hangestri Setiap Bertanding

Ada satu amalan sunnah selalu dibawa Megawati Hangestri. Bisa menjadi contoh yang baik.
Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira

Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira

Berikut teks khutbah Jumat 13 Februari 2026 spesial jelang Ramadhan 2026/1447 H "Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira".
Pelaku yang Buang Bayi di Apartemen Bekasi Jalani Persalinan Mandiri Sambil Lihat Tutorial di YouTube, Bayi Dinyatakan Meninggal Dunia

Pelaku yang Buang Bayi di Apartemen Bekasi Jalani Persalinan Mandiri Sambil Lihat Tutorial di YouTube, Bayi Dinyatakan Meninggal Dunia

Pelaku yang membuang bayi di salah satu apartemen di Bekasi ternyata menjalani persalinan mandiri. Dia menjalani persalinan mandiri sambil melihat tutorialnya di YouTube.
Pilot dan Co-Pilot Pesawat Smart Air Tewas Usai Ditembak di Papua, Ini Nasib Terbaru 13 Penumpang

Pilot dan Co-Pilot Pesawat Smart Air Tewas Usai Ditembak di Papua, Ini Nasib Terbaru 13 Penumpang

Satgas Damai Cartenz diterjunkan ke lokasi penembakan pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan.
Sebentar Lagi Eligible Dinaturalisasi! 3 Pemain Ini Bisa Jadi Duet Mengerikan Ole Romeny di Timnas Indonesia, Nomor 2 Pernah Tolak Persib

Sebentar Lagi Eligible Dinaturalisasi! 3 Pemain Ini Bisa Jadi Duet Mengerikan Ole Romeny di Timnas Indonesia, Nomor 2 Pernah Tolak Persib

Tiga pemain asing Super League hampir eligible dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia. John Herdman berpeluang mendapat tandem tajam bagi Ole Romeny di depan.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Gagal Tampil di Asian Games 2026, Begini Penjelasan Resmi PSSI

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Gagal Tampil di Asian Games 2026, Begini Penjelasan Resmi PSSI

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, menegaskan hingga saat ini federasi belum menerima surat resmi terkait pembatalan keikutsertaan Indonesia pada Asian Games 2026 yang akan digelar di Jepang.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT