Drama Derby d’Italia Belum Usai, Marotta dan Pengamat Sepak Bola Italia Kompak Bela Aksi Kontroversial Bastoni
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com - Kontroversi masih membayangi kemenangan dramatis Inter Milan atas Juventus dalam laga Derby d’Italia di San Siro. Di balik skor 3-2 yang memanaskan persaingan Serie A, sorotan tajam justru mengarah kepada Alessandro Bastoni.
Bek berusia 26 tahun itu dituding melakukan aksi yang memengaruhi keputusan wasit Federico La Penna. Insiden tersebut berujung pada kartu kuning kedua untuk Pierre Kalulu dan memaksa Juventus bermain dengan sepuluh orang sejak babak pertama.
Momen tersebut menjadi titik balik pertandingan. Inter memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengendalikan ritme dan akhirnya mengamankan kemenangan tipis.
Namun kemenangan itu terasa pahit bagi sebagian kalangan. Bastoni dianggap melakukan simulasi yang merugikan lawan dan mencederai semangat fair play.
Gelombang kritik pun mengalir deras, terutama dari pendukung Juventus dan sejumlah pengamat. Media sosial seolah berubah menjadi ruang pengadilan yang menghakimi sang bek tanpa ampun.
Di tengah badai kritik tersebut, suara berbeda datang dari komentator Serie A, Riccardo Trevisani. Dalam podcast Pressing yang dikutip FCInterNews, ia membela Bastoni dengan argumen yang cukup tegas.
Menurut Trevisani, sepak bola pada dasarnya adalah permainan kecerdikan. Ia menilai setiap pemain akan berusaha mencari celah untuk mengungguli lawan, termasuk dalam duel-duel kecil yang kerap menentukan hasil akhir.
“Saya bukan bagian dari kelompok yang marah, karena dalam permainan ini Anda turun ke lapangan untuk mengakali lawan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa tidak ada pemain yang sepenuhnya polos ketika tensi pertandingan sedang tinggi.
Trevisani mengingatkan bahwa praktik semacam itu bukan hal baru dalam sepak bola. Ia menyinggung era sebelumnya ketika kejadian serupa tak selalu berujung pada gelombang kecaman sebesar sekarang.
Meski demikian, tekanan terhadap Bastoni tetap terasa nyata. Bek andalan Inter itu bahkan menonaktifkan kolom komentar di akun Instagram pribadinya setelah menerima sejumlah pesan bernada ancaman.
Hingga kini, Bastoni memilih diam dan fokus membantu timnya. Sikap tersebut menjadi isyarat bahwa ia tidak ingin memperpanjang polemik yang sudah telanjur membesar.
Load more