Perlahan tapi Pasti, Investasi Mahal AC Milan pada Ardon Jashari Mulai Terlihat dan Berpotensi Bantu Rossoneri Raih Scudetto
- AC Milan
Jakarta, tvOnenews.com – Datang dengan ekspektasi besar bukanlah perkara mudah bagi seorang pemain muda. Ardon Jashari merasakan betul tekanan itu sejak pertama kali menginjakkan kaki di AC Milan pada musim panas lalu.
Proses kepindahannya pun penuh drama. Negosiasi antara AC Milan dan klub lamanya berjalan alot, bahkan beberapa kali dikabarkan batal sebelum akhirnya benar-benar rampung.
Ketika transfer itu resmi diumumkan, publik Rossoneri langsung menaruh harapan tinggi. Label harga yang tidak murah membuat banyak pasang mata tertuju kepadanya.
Namun sepak bola kerap berjalan di luar skenario ideal. Baru beberapa pekan bergabung, Jashari sudah harus menepi akibat cedera yang dialaminya saat latihan.
Absennya sang gelandang membuat proses adaptasinya terhambat. Ia kehilangan momentum penting untuk memahami ritme Serie A dan tuntutan taktik di bawah arahan Massimiliano Allegri.
Saat kembali pulih, situasinya tak serta-merta membaik. Allegri sudah menemukan kerangka inti tim yang solid, sementara Luka Modric tampil konsisten dan sulit tergeser dari lini tengah.
Persaingan pun semakin ketat. Jashari harus bersabar, menunggu kesempatan sambil terus bekerja dalam senyap.
Meski demikian, perlahan ia mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Setiap menit bermain dimanfaatkannya untuk membuktikan bahwa dirinya layak mendapatkan tempat.
Dilansir dari MilanNews, sejumlah pengamat mulai membandingkannya dengan Sandro Tonali. Sebelum musim Scudetto, Tonali juga sempat diragukan karena belum langsung tampil sesuai ekspektasi.
Tonali membutuhkan waktu untuk menemukan bentuk permainan terbaiknya. Namun setelah melewati proses tersebut, ia menjelma menjadi motor permainan yang nyaris tak tergantikan.
Situasi Jashari dinilai memiliki kemiripan. Ia datang dengan beban harga dan harapan besar, lalu harus melewati fase sulit sebelum benar-benar bersinar.
Kilasan kualitasnya sebenarnya sudah mulai terlihat. Assist yang ia kirimkan kepada Rafael Leao pekan lalu menjadi bukti bahwa visi dan ketenangannya di lapangan bukan sekadar wacana.
Kini muncul wacana bahwa ia akan dimainkan berdampingan dengan Modric, bukan sekadar menjadi pelapis. Jika skema itu benar diterapkan, Jashari berpeluang menunjukkan kemampuan terbaiknya tanpa tekanan berlebihan.
Bagi Milan, kesabaran bisa menjadi kunci penting. Tidak semua pemain langsung bersinar pada musim pertama, terlebih di klub sebesar Rossoneri dengan tuntutan tinggi di setiap pertandingan.
Perjalanan Jashari masih panjang. Jika diberi ruang dan waktu yang cukup, bukan tidak mungkin ia akan mengikuti jejak Tonali, dari pemain yang sempat diragukan menjadi jawaban di lini tengah Milan.
(sub)
Load more