Jurnalis Belanda Berbondong-bondong Serang Maarten Paes, Kiper Timnas Indonesia Diprediksi Bernasib Buruk
- Instagram @maartenpaes
Jakarta, tvOnenews.com - Jurnalis asal Belanda beramai-ramai menyerang Maarten Paes setelah mencatatkan dua penampilan bersama Ajax Amsterdam. Sang kiper Timnas Indonesia diprediksi bisa mengalami nasib buruk pada musim depan.
Paes baru bergabung pada bursa transfer musim dingin lalu dengan Die Amsterdammer. Kiper berusia 27 tahun itu direkrut Jordi Cruyff, direktur teknik baru Ajax yang juga penasihat teknis Timnas Indonesia.
Sang penjaga gawang didatangkan untuk menggantikan Remko Pasveer yang sebelumnya meninggalkan klub ibu kota Belanda pada Januari lalu untuk Heracles Almelo. Saat Paes tiba, Ajax sudah memiliki Vitezslav Jaros sebagai kiper utama.
Namun, Jaros kemudian mengalami cedera lutut parah pada akhir Februari. Paes pun dengan otomatis diandalkan sebagai kiper utama Ajax.
Dari dua penampilan, kiper Timnas Indonesia itu hanya kebobolan sekali. Lebih jauh lagi, berhasil mencatatkan total delapan penyelamatan dalam dua pertandingan pertamanya bersama Ajax.
Walau begitu, sejumlah jurnalis Belanda mengkritisi kemampuan Paes dalam menjadi pembuka serangan. Kiper berusia 27 tahun itu dinilai tidak fasih dalam melakukan build-up.
Jaros tidak diharapkan bermain lagi hingga musim ini usai. Sang kiper asal Republik Ceko pun harus dipulangkan ke Liverpool setelah masa pinjamannya habis pada musim panas mendatang.
Namun, Maarten Paes tidak diharapkan menjadi starter pada musim depan. Berdasarkan laporan dari media Belanda, AD NL, Jordi Cruyff akan mencari kiper baru pada bursa transfer musim panas mendatang.
Jurnalis Belanda, Mike Verweij, juga berpendapat bahwa Paes tidak akan menjadi kiper utama. “Saya kira dia tidak akan menjadi kiper pilihan pertama Ajax,” kata Verweij dalam podcast Kick-off dari De Telegraaf.
“Setelah musim ini usai, Ajax tentunya ingin merekrut seorang pemain yang memiliki kaliber setara, dan mungkin yang lebih baik. Meskipun saya pikir dia bermain cukup baik melawan NEC,” tambahnya.
Valentijn Driessen telah mengkritik Paes sejak laga debutnya kontra NEC. Dia menekankan bahwa sang kiper Timnas Indonesia lemah dalam pembangunan serangan.
"Dia melakukan beberapa penyelamatan bagus, tetapi cara dia membangun serangan... itu tidak seharusnya terjadi. Dia memberikan bola kepada pemain yang seharusnya tidak dia berikan, atau sekadar mengoper bola ke NEC. Ada yang salah dengan itu. Dia juga gagal memanfaatkan tendangan sudut," kata Driessen dalam podcast tersebut.
Load more