Tensi AS-Iran Kian Memanas, Media Irak Sebut FIFA Pertimbangkan Tunda Piala Dunia 2026
- Instagram FIFA
Jakarta, tvOnenews.com - Jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia kini mulai diliputi kecemasan di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi tersebut memunculkan rumor bahwa penyelenggaraan Piala Dunia 2026 berpotensi mengalami penundaan.
Seperti diketahui, gelaran Piala Dunia 2026 mendadak berada dalam situasi penuh ketidakpastian. Hal ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan politik antara Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah dengan Iran yang merupakan salah satu peserta turnamen.
Dampaknya, muncul spekulasi di media sosial yang menyebutkan bahwa FIFA tengah mempertimbangkan langkah ekstrem untuk menangguhkan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026. Rumor tersebut dengan cepat menyebar dan memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola dunia.
Kabar ini pertama kali beredar melalui akun media asal Irak di platform X yang bernama Iraq Football Podcast. Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut ada kemungkinan penangguhan turnamen yang disebut-sebut dapat menjadi salah satu keputusan paling mengejutkan dalam sejarah sepak bola.
“Breaking: Kini beredar rumor bahwa FIFA sedang mempertimbangkan untuk menangguhkan Piala Dunia 2026,” tulis akun tersebut dalam unggahannya. Pernyataan singkat itu langsung memicu kegelisahan di kalangan penggemar sepak bola serta pihak-pihak yang telah menginvestasikan dana besar untuk turnamen tersebut.
? Breaking: There are now rumours circulating that FIFA is considering suspending the 2026 World Cup.
— Iraq Football Podcast (@IraqFootballPod) March 5, 2026
This would be one of the most shocking decisions in football history. Billions invested, nations preparing, qualifiers underway… and the entire tournament is cancelled. ?⚽️? pic.twitter.com/IGL6eBe81A
Spekulasi ini muncul di tengah memanasnya hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang dalam beberapa waktu terakhir mencapai titik paling tegang. Kondisi geopolitik tersebut dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan selama turnamen berlangsung.
Situasi semakin rumit setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan kontroversial terkait partisipasi Iran di negaranya. Ucapan tersebut dinilai banyak pihak berpotensi memperkeruh situasi politik yang sudah sensitif.
Trump bahkan secara terbuka menyatakan tidak terlalu memedulikan nasib Iran karena menganggap negara tersebut telah kalah dalam konflik yang sedang berlangsung. Pernyataan itu memunculkan kekhawatiran mengenai potensi risiko keamanan bagi para pemain, ofisial, maupun suporter.
Load more