Baru Juga Bantai Pisa 4-0, Luciano Spalletti Langsung Sindir Satu Pemain Juventus: Kenan Yildiz Lebih Baik
- Juventus Official
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, terindikasi menyinggung salah satu strikernya dengan membandingkannya dengan Kenan Yildiz. Hal ini terjadi seiring dengan kegemilangan Kenan Yildiz.
I Bianconeri akhirnya kembali ke jalur kemenangan di Liga Italia pada Minggu (8/3/2026) dini hari tadi WIB. Mereka mengalahkan Pisa dengan skor telak 4-0 di Allianz Stadium, Turin.
Ini merupakan kemenangan pertama mereka di Liga Italia sejak awal Februari lalu ketika menghantam Parma dengan skor telak 4-1. Sejak saat itu, Juve telah melalui empat laga dengan rekor dua hasil imbang dan dua kekalahan.
Juve pun sempat menghadapi kesulitan saat menjamu Pisa. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol, namun kebuntuan akhirnya terpecahkan berkat tandukan Andrea Cambiaso di menit ke-54.
Sebelas menit kemudian, Khephren Thuram menggandakan skor sebelum diikuti Kenan Yildiz pada 10 menit berselang. Di masa injury time, sebuah serangan balik yang diselesaikan Jeremie Boga memastikan tiga poin penuh untuk Juventus.
Kemenangan ini tidak membantu mereka naik secara peringkat di klasemen sementara Liga Italia 2025-2026. Sebab, Como juga menang dan berhasil menyerobot posisi AS Roma di peringkat keempat.
Juve masih berada di peringkat keenam dengan catatan 50 poin, terpaut satu poin dari Lariani di empat besar. Roma juga memiliki 51 poin, sama seperti Como.
Setelah laga, pelatih Luciano Spalletti menyinggung kesulitan Juve untuk mencetak gol karena kekurangan striker yang sesuai dengan karakteristiknya. Dia menurunkan Jonathan David sebagai starter dalam laga ini, namun menariknya keluar setelah jeda turun minum, yang kemudian berujung empat gol di paruh kedua.
Spalletti mengindikasikan bahwa permainan David tidak sesuai dengan Yildiz. Juve memang sudah berupaya untuk memburu striker pada bursa transfer Januari lalu, namun gagal mendaratkan siapa pun kecuali Jeremie Boga, yang notabenenya adalah penyerang sayap.
“Seorang penyerang tengah harus memiliki dampak fisik yang kuat, atau kualitas teknik yang hebat,” kata Spalletti kepada DAZN Italia.
“Tidak banyak ruang melawan tim seperti Pisa, jadi Anda harus mampu memberikan umpan dengan tepat, kami menunjukkan bahwa kami memiliki situasi untuk menimbulkan masalah,” tambahnya.
Load more