Rafael van der Vaart Diskakmat, Omongan Maarten Paes Sukses Dibuktikan Pelatih Baru Ajax Amsterdam Oscar Garcia
- Ajax Amsterdam Official
Jakarta, tvOnenews.com - Rafael van der Vaart seakan kena skakmat setelah menyemprot Maarten Paes. Ajax Amsterdam akhirnya berhasil meraih kemenangan telak 4-0 atas Sparta Rotterdam.
De Amsterdammers akhirnya meraih kemenangan pertamanya setelah melalui tiga laga beruntun tanpa kemenangan. Mereka meraihnya saat menjamu Sparta di Johan Cruijff ArenA pada Minggu (15/3/2026) dini hari WIB.
Rangkaian tiga laga beruntun tanpa kemenangan diakhiri dengan kekalahan 1-3 dari Groningen. Itu menyebabkan pelatih sebelumnya, Fred Grim, didegradasi dari kursi kepelatihan senior kepada tim junior.
Maarten Paes sempat mengkritik performa Ajax setelah kekalahan dari Groningen. Menurutnya, mereka tidak bermain sebagai tim.
"Apa yang kurang? Sebuah tim. Orang-orang yang bersedia berjuang mati-matian untuk satu sama lain. Di saat-saat sulitlah kita akan melihat yang terbaik, apakah kita benar-benar sebuah tim atau tidak. Kita semua harus bercermin dan melihat bagaimana kita bisa berkembang,” kata Paes, dilansir dari Voetbal International.
“Saat menang, semua orang berteman. Di saat-saat sulitlah kita akan melihat yang terbaik, apakah kita bersedia berjuang mati-matian untuk satu sama lain, apakah kita saling mendukung. Sepak bola adalah permainan yang penuh kesalahan, kita semua melakukannya, tetapi setidaknya kita harus menjadi sebuah tim," tambahnya.
Namun, beberapa pengamat Belanda, termasuk Rafael van der Vaart, menyemprotnya. Legenda Timnas Belanda itu menilai Paes tidak layak untuk mengajukan protes karena masih terbilang anak baru dan perlu membuktikan dirinya.
“Teman-teman, tolonglah. Maarten Paes, ya ampun, seorang penjaga gawang berkata seperti itu. Saya akan langsung memulangkannya ke Amerika Serikat,” kata Van der Vaart, dilansir dari FC Update.
“Terutama ketika Anda baru bergabung dan masih harus membuktikan diri. Dia hanya mengatakan bahwa mereka bukanlah tim. Saya tidak bisa memahaminya sama sekali,” tambahnya.
Walau begitu, Ajax akhirnya menang dengan Oscar Garcia melakoni laga debutnya. Sang pelatih dipromosikan dari tim Jong Ajax dan berhasil mempersembahkan kemenangan dengan skor 4-0.
Setelah laga, Garcia menekankan pentingnya untuk tampil mati-matian, seperti yang dikatakan oleh Paes. Dia juga sebelumnya telah mengkritik sesi latihan Ajax yang minim.
"Saya sangat senang bahwa kita telah melihat beberapa elemen dari latihan tercermin dalam pertandingan. Yang mana? Empat gol itu," kata Garcia, dilansir dari Voetbal International.
"Jika Anda tidak memberikan segalanya dalam latihan, akan sulit juga untuk menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi. Tentu saja kita tidak akan berlatih selama tiga jam setiap hari, tetapi ketika Anda berada di sana, Anda harus selalu fokus. Itu pada akhirnya akan membuahkan hasil dalam pertandingan," tambahnya.
Dalam laga itu, gol bunuh diri Joshua Kitolano diikuti oleh gol Steven Berghuis di babak pertama. Ajax sudah unggul 2-0 pada saat jeda turun minum.
Di paruh kedua, giliran Davy Klaassen dan Mika Godts yang membubuhkan namanya di papan skor. Ini membuat duel berakhir dengan skor telak 4-0 untuk kemenangan tuan rumah.
Berbeda dengan laga-laga sebelumnya, Paes tidak perlu terlalu direpotkan dalam laga ini. Dia hanya perlu melakukan satu penyelamatan di sepanjang laga karena pertahanan Ajax sukses diperbaiki oleh Garcia. (rda)
Load more