AC Milan Kena Scam Transfer? Habiskan 70 Juta Euro Lebih, 2 Rekrutan Termahal Rossoneri Ini Malah Jadi Camat di Era Allegri
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com - AC Milan tengah menghadapi dilema besar terkait dua rekrutan termahal mereka musim ini. Christopher Nkunku dan Ardon Jashari belum mampu memberikan dampak signifikan di atas lapangan.
Kedua pemain tersebut didatangkan dengan nilai transfer yang tidak kecil. Jika digabungkan, total investasi Milan untuk keduanya menembus lebih dari 70 juta euro.
Ekspektasi tinggi yang mengiringi kedatangan mereka pun belum terjawab. Hingga kini, Nkunku dan Jashari lebih sering memulai laga dari bangku cadangan.
Laporan La Gazzetta dello Sport menyebut situasi ini sebagai bagian dari dinamika bursa transfer Milan. Tidak semua rekrutan anyar mampu langsung beradaptasi dengan tuntutan tim.
Sebaliknya, beberapa pemain justru tampil sesuai harapan. Luka Modric dan Adrien Rabiot langsung memberi kontribusi nyata.
Kehadiran keduanya menjadi penopang stabilitas permainan Rossoneri. Pengalaman dan kualitas mereka membantu tim tetap kompetitif di papan atas.
Di sisi lain, ada pemain yang berkembang secara bertahap. Samuele Ricci mulai menunjukkan potensi sebagai bagian penting masa depan klub.
Namun, tidak sedikit pula pemain yang tampil inkonsisten. Pervis Estupinan menjadi contoh pemain yang performanya masih naik turun.
- REUTERS/Daniele Mascolo
Sorotan utama tetap tertuju pada Nkunku dan Jashari. Keduanya dinilai belum mampu menjawab kepercayaan besar dari manajemen klub.
Nkunku direkrut dari Chelsea dengan harapan memperkuat lini serang. Fleksibilitasnya bermain di berbagai posisi menjadi nilai tambah yang diharapkan bisa memberi variasi taktik.
Sementara itu, Jashari merupakan hasil negosiasi panjang dengan Club Brugge. Milan melihatnya sebagai gelandang muda dengan prospek jangka panjang.
Sayangnya, musim perdana keduanya tidak berjalan mulus. Faktor cedera menjadi salah satu penyebab utama minimnya kontribusi mereka.
Jashari sempat menepi cukup lama akibat cedera retak fibula. Situasi ini membuat proses adaptasinya di kompetisi Serie A berjalan lebih lambat.
Di sisi lain, Nkunku datang tanpa kondisi ideal. Minimnya menit bermain sebelumnya membuatnya kesulitan menemukan ritme permainan terbaik.
Pelatih Massimiliano Allegri pun harus berhati-hati dalam memberi kesempatan. Ia baru mulai memainkan Nkunku secara lebih intens setelah pertengahan musim.
Load more