Legenda AC Milan Sebut Rossoneri Menjauh dari Akar, Sentil Kepemilikan Asing: Tak Lagi Nasionalis
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com - Legenda AC Milan, Gianni Rivera, kembali melontarkan kritik tajam terhadap kondisi klub yang dinilai semakin menjauh dari identitas aslinya. Ia menyoroti minimnya kontribusi pemain lokal dalam skuad Rossoneri yang berdampak langsung pada tim nasional Italia.
Kondisi ini terlihat dari tidak adanya satu pun pemain AC Milan dalam skuad Italia terbaru. Situasi tersebut menjadi ironi, mengingat pada masa lalu Milan justru menjadi tulang punggung Azzurri di berbagai ajang internasional.
Pada era keemasan, nama-nama seperti Franco Baresi, Paolo Maldini, hingga Alessandro Nesta begitu dominan di tim nasional. Kini, peran itu perlahan memudar seiring perubahan kebijakan transfer dan sistem pembinaan pemain di klub.
Rivera menilai perubahan arah tersebut tidak lepas dari filosofi baru yang tidak lagi berfokus pada pemain lokal. Ia bahkan secara terbuka menyinggung kepemilikan klub yang kini berada di tangan pihak asing.
“Bahkan pemiliknya orang asing, dan klub tidak lagi percaya pada kebijakan yang dulu melahirkan Baresi dan Maldini,” ujar Rivera, dilansir dari La Gazzetta dello Sport. Pernyataan itu menegaskan kekhawatirannya terhadap hilangnya identitas Milan sebagai klub berbasis pemain Italia.
Meski demikian, Rivera melihat masih ada harapan dari generasi muda. Nama-nama seperti Matteo Gabbia dan Davide Bartesaghi dinilai memiliki potensi untuk menjadi pilar penting di masa depan.
Selain itu, talenta muda seperti Francesco Camarda juga mulai mencuri perhatian publik. Mereka diharapkan mampu mengembalikan peran Milan sebagai salah satu pemasok utama pemain untuk tim nasional Italia.
Dalam kesempatan yang sama, Rivera menegaskan bahwa kecintaannya terhadap Milan tidak pernah pudar. “Hati saya selalu Rossoneri. Milan adalah bagian indah dalam hidup saya,” tuturnya.
Ia juga menyoroti target besar tim nasional Italia untuk kembali tampil di Piala Dunia. Menurutnya, kegagalan dalam dua edisi sebelumnya harus menjadi pelajaran penting.
“Kita harus lolos. Tidak ada lagi play-off, itu saja,” kata Rivera tegas. Ia meyakini Italia masih memiliki kualitas sebagai salah satu kekuatan besar dalam sepak bola dunia.
Rivera turut memberikan pandangannya terhadap pelatih timnas, Gennaro Gattuso. Ia menilai Gattuso sebagai sosok yang mampu membangun semangat juang dan kebersamaan dalam tim.
“Dia serius dan solid, serta berhasil menanamkan semangat besar kepada tim,” ujar Rivera. Hal tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Italia untuk bangkit dan kembali bersaing di level tertinggi.
Namun demikian, kritik terhadap sistem pembinaan tetap menjadi sorotan utama. Rivera menilai klub-klub Italia saat ini terlalu bergantung pada agen dibandingkan membina pemain muda secara langsung.
“Sekarang sepak bola kita tidak lagi menghasilkan juara, dan itu terutama kesalahan klub,” tegasnya. Ia menilai kondisi tersebut harus segera dibenahi agar Italia tidak semakin tertinggal.
Rivera juga mengenang masa ketika dirinya debut di usia 18 tahun bersama sejumlah pemain Milan lainnya di tim nasional. Pengalaman itu menjadi bukti kuatnya kontribusi klub terhadap sepak bola Italia di masa lalu.
Di akhir pernyataannya, ia menyoroti peran Rafael Leao yang kini kerap dimainkan sebagai false nine. Rivera yakin, dengan dukungan suplai bola yang tepat, Leao bisa menjadi striker yang sangat berbahaya.
“Saya akan membantunya, dia akan mencetak banyak gol karena suka menyerang ruang,” kata Rivera. Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan keyakinannya terhadap potensi besar yang dimiliki pemain Milan saat ini.
(sub)
Load more