News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Singgung Para Pemain Timnas Indonesia, Jurnalis Belanda Marah Besar Eks Feyenoord Dukung NAC Breda

Jurnalis Belanda marah besar eks Feyenoord mendukung NAC Breda soal kasus skandal paspor. Hal ini telah merugikan banyak pihak termasuk para pemain Timnas Indonesia.
Selasa, 21 April 2026 - 10:21 WIB
Pemain Timnas Indonesia Dean James di Go Ahead Eagles
Sumber :
  • REUTERS/Stelios Misinas

Jakarta, tvOnenews.com - Jurnalis Belanda marah besar eks Feyenoord mendukung NAC Breda soal kasus skandal paspor. Hal ini telah merugikan banyak pihak termasuk para pemain Timnas Indonesia.

Para pemain skuad Garuda di Liga Belanda telah dilanda kesulitan selama beberapa pekan terakhir. Mereka mengalami kesulitan karena skandal paspor yang mencuat akibat laporan NAC Breda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

NAC melaporkan Go Ahead Eagles setelah kekalahan telak dengan skor 0-6. Keberadaan bek kiri Timnas Indonesia, Dean James, dipermasalahkan oleh klub papan bawah Liga Belanda tersebut.

Ya, NAC terancam terdegradasi dari kasta tertinggi Liga Belanda, Eredivisie. Mereka berupaya merenggut poin secara cuma-cuma melalui pengadilan demi menyelamatkan diri dari degradasi.

Tindakan NAC melaporkan Go Ahead Eagles telah berujung kepada skandal yang merugikan banyak pihak. Tak hanya para pemain Timnas Indonesia, mereka yang membela Suriname dan juga Tanjung Verde juga dilarang bermain akibat masalah ini.

Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) telah mengambil keputusan untuk tidak menghukum Dean James atau pun Go Ahead Eagles. Namun, NAC tidak menerima dan membawanya ke pengadilan.

Eks pejabat Feyenoord, Chris Woerts, yang pernah menjabat sebagai Head of Marketing pada 2002 hingga 2008, membela tindakan NAC. Menurutnya, tidak ada salahnya untuk mengambil tindakan demi kepentingan klub.

"Bagus sekali, NAC benar sekali. Mereka hanya mengikuti peraturan. Jika Anda menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat untuk bermain, Anda akan kalah 3-0. Itu hanyalah peraturan KNVB. Dan terlebih lagi, mereka [Go Ahead Eagles] sebenarnya lolos dengan hukuman yang sangat ringan," kata Woerts, dilansir dari Voetbal Primeur.

Jurnalis Wilfred Genee mengatakan bahwa setidaknya 34 klub telah menentang NAC. Namun, Woerts tidak sepakat dengan itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itu tidak benar. Kamis lalu ada pertemuan dengan 34 klub, dan hanya lima klub yang berbicara. Tidak semua 34. Lima klub yang terlibat adalah klub yang menurunkan para pemain; mereka mengeluh,” katanya.

“Mereka sangat vokal. NAC hanya mengatakan: kawan-kawan, kami membela kepentingan kami. Kami memiliki hak penuh untuk melakukannya. Sebenarnya, semua pertandingan yang dimaksud seharusnya berakhir 0-3," tambahnya.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan

Dari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan

Telkom menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan GoZero% - Sustainability Action by Telkom Indonesia, melalui pilar Empower Our People
Usai Tolak Mentah-mentah Ajakan Timnas Indonesia, Pemain Berdarah Maluku Ini Malah Berpeluang Dinaturalisasi Turki

Usai Tolak Mentah-mentah Ajakan Timnas Indonesia, Pemain Berdarah Maluku Ini Malah Berpeluang Dinaturalisasi Turki

Jayden Oosterwolde yang dulu menolak Timnas Indonesia kini dikaitkan dengan naturalisasi Turki usai unggahan viral, memicu spekulasi besar soal masa depannya.
Susah Payah Tembus Timnas Jerman, Gelandang Eropa Berdarah Surabaya Rp43 Miliar Buka Peluang Bela Timnas Indonesia

Susah Payah Tembus Timnas Jerman, Gelandang Eropa Berdarah Surabaya Rp43 Miliar Buka Peluang Bela Timnas Indonesia

Nama Laurin Ulrich tiba-tiba jadi perbincangan hangat di kalangan suporter Timnas Indonesia. Pemain berdarah Jerman-Surabaya ini buka suara soal bela Garuda.
Tak Lagi Dipanggil Megatron, Megawati Hangestri Kini Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Tak Lagi Dipanggil Megatron, Megawati Hangestri Kini Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Megawati Hangestri dikabarkan bakal kembali ke Liga Voli Korea 2026-2027 dan kini diberi julukan baru oleh Media Korea. Simak selengkapnya.
Jorge Martin Ungkap Peran Penting Marc Marquez yang Membantunya Lewati Cedera Panjang di MotoGP Musim Lalu

Jorge Martin Ungkap Peran Penting Marc Marquez yang Membantunya Lewati Cedera Panjang di MotoGP Musim Lalu

Rider andalan Aprilia, Jorge Martin, datang ke MotoGP Spanyol 2026 sebagai runner-up klasemen sementara.
Usai Hapus Pungli, Dedi Mulyadi Ingatkan Jangan Macam-macam di Jembatan Cirahong, KDM: Hayo, Hati-hati

Usai Hapus Pungli, Dedi Mulyadi Ingatkan Jangan Macam-macam di Jembatan Cirahong, KDM: Hayo, Hati-hati

Kang Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa saat ini Jembatan Cirahong sudah dilengkapi dengan kamera CCTV yang selalu memantau situasi dan memberikan rasa aman.

Trending

Trending: Megawati Hangestri Tak Lagi Dijuluki Megatron, Fadly Alberto Dicoret Timnas Indonesia, Kondisi Korban Tendangan Kungfu

Trending: Megawati Hangestri Tak Lagi Dijuluki Megatron, Fadly Alberto Dicoret Timnas Indonesia, Kondisi Korban Tendangan Kungfu

Jagat olahraga Tanah Air diramaikan oleh tiga kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri hingga Timnas Indonesia.
Berkaca dari Kisah Fadly Alberto yang Berjuang Masuk Timnas Indonesia Berujung Permintaan Maaf, Ingatkan Pesan UAH soal Peranan Orang Tua

Berkaca dari Kisah Fadly Alberto yang Berjuang Masuk Timnas Indonesia Berujung Permintaan Maaf, Ingatkan Pesan UAH soal Peranan Orang Tua

Nama Fadly Alberto viral di media sosial. Buntut tendangan kungfunya terhadap satu pemain Dewa United
Dedi Mulyadi Minta UMKM dan PKL di Kawasan Wisata Ciwidey Tidak Jual Kopi Sachet

Dedi Mulyadi Minta UMKM dan PKL di Kawasan Wisata Ciwidey Tidak Jual Kopi Sachet

Kawasan wisata Pacira (Pangalengan, Ciwidey, Rancabali) di Bandung menjadi fokus utama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. 
Indonesia akan Terapkan Dwi Kewarganegaraan Terbatas, Siapa Saja yang Bisa Mengaksesnya?

Indonesia akan Terapkan Dwi Kewarganegaraan Terbatas, Siapa Saja yang Bisa Mengaksesnya?

Saat ini, pemerintah tengah merampungkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kewarganegaraan yang membuka peluang bagi penerapan dwi kewarganegaraan terbatas. Regulas
Kementerian Hukum Sahkan Kepengurusan Partai Bulan Bintang Pj Ketua Umum Yuri Kemal Fadlullah

Kementerian Hukum Sahkan Kepengurusan Partai Bulan Bintang Pj Ketua Umum Yuri Kemal Fadlullah

Kementerian Hukum resmi mengesahkan kepengurusan DPP PBB di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj) Ketua Umum Yuri Kemal Fadlullah.
Top Skor Sepanjang Masa Ketiga Timnas Jepang Blak-blakan Soal Masa Depan Timnas Indonesia Era John Herdman, Prediksi Nasib Skuad Garuda akan Begini

Top Skor Sepanjang Masa Ketiga Timnas Jepang Blak-blakan Soal Masa Depan Timnas Indonesia Era John Herdman, Prediksi Nasib Skuad Garuda akan Begini

Top skor sepanjang masa ketiga Timnas Jepang menilai Timnas Indonesia di era John Herdman punya masa depan cerah dan peluang besar lolos ke Piala Dunia 2030.
Dua Hukuman Ini Diusulkan Dedi Mulyadi untuk Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Viral, KDM Ingatkan tetap Ikut KBM di Sekolah

Dua Hukuman Ini Diusulkan Dedi Mulyadi untuk Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Viral, KDM Ingatkan tetap Ikut KBM di Sekolah

Video beberapa waktu lalu yang menampilkan seorang siswa acung jari tengah yang viral, menuai kritikan. Hal ini juga direspons Dedi Mulyadi
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT