Mirwan Suwarso Bongkar Alasan Como 1907 Sulit Boyong Pemain dari Timnas Indonesia
- REUTERS/Guglielmo Mangiapane
tvOnenews.com - Presiden Como 1907 Mirwan Suwarso akhirnya buka-bukaan terkait pertanyaan kenapa belum ada lagi pemain Timnas Indonesia di klub tersebut.
Sebelumnya, Emil Audero menjadi pemain Timnas Indonesia yang pernah memperkuat Como 1907. Namun sekarang, sang penjaga gawang disekolahkan ke Cremonese.
Como 1907 yang dinahkodai Cesc Fabregas memecahkan sejarah dengan lolos ke Liga Champions untuk kali pertama sepanjang berdirinya klub.
Klub berjuluk Lariani tersebut berhak lolos ke Liga Champions setelah finis di posisi keempat Serie A bahkan melampaui klub legendaris macam AC Milan hingga Juventus.
Pencapaian luar biasa Como 1907 tersebut membuat jajaran manajemen tim disorot, salah satunya adalah sang presiden klub asal Indonesia Mirwan Suwarso.
Mirwan Suwarso dipercaya oleh PT Djarum selaku pemilik Como 1907 untuk memimpin tim pada 2019. Sejak saat itu, kiprahnya di sepak bola Italia jadi sorotan.
Keberhasilannya itu juga membuat Mirwan Suwarso diberondong pertanyaan kenapa Como 1907 belum memberi kesempatan terhadap pemain Timnas Indonesia.
Alasan Como 1907 Belum Boyong Pemain Timnas Indonesia
- REUTERS/Daniele Mascolo
Hal itu jugalah yang menjadi uneg-uneg dari Helmy Yahya. Dalam obrolan yang diunggah di kanal Youtube-nya, ia langsung menanyakan poin tersebut kepada Mirwan Suwarso.
Secara rinci, pria kelahiran Madiun, Jawa Timur 50 tahun silam tersebut menjelaskan bagaimana peraturan di sepak bola Italia terhadap pemain non-Eropa.
“Kalo peluang selalu pasti ada, namun kendalanya seperti ini; di Italia itu hanya boleh dua pemain non Eropa, dua pemain asing, bukan hanya untuk di tim utama, tapi sampe paling bawah,“ ujarnya.
“Jadi kalo gue ngambil pemain muda usia 16 tahun, di tim senior jatahnya jadi cuman satu,“ jelas Mirwan Suwarso di YouTube Helmy Yahya Bicara.
Dengan kuota yang terbatas itulah, Dewan Sepak Bola Como 1907 menjadi bertindak lebih selektif dalam urusan rekrutmen pemain dari luar Eropa.
“Jadi kita harus benar-benar cari bakat yang paling bagus gitu kan, karena si bakat ini kita cuman punya jatah dua pemain non Eropa, berarti itu bisa termasuk dari Brasil, Argentina, Uruguay, Afrika, ya itu persaingan siapapun yang masuk kemari,“ ungkapnya.
Ia bahkan mencontohkan pemain non-Eropa di Como 1907 yang pada akhirnya kesulitan untuk berasimilasi seperti Ali Jasim (Irak) dan Alieu Fadera (Gambia).
“Kita sudah pernah ngambil pemain dari Irak, kita sudah pernah ngambil dari Gambia, kedua-duanya sudah tersingkir gitu kan karena asimilasinya emang sulit di sini,“ beber Mirwan Suwarso.
Como 1907 Kasih Kesempatan Belajar kepada Pelatih Indonesia
- Youtube Helmy Yahya Bicara
Oleh karena itu, Mirwan Suwarso menuturkan bahwa Como 1907 saat ini lebih membuka kesempatan yang seluas-luasnya terhadap pelatih atau analis dari Indonesia.
Bahkan sejak musim 2024, ada salah seorang video analis Como yang ternyata berasal dari Bandung yaitu Dani Suryadi. Sudah dua tahun dia bekerja di klub Italia itu
“Kita lebih banyak memberikan kesempatan kepada pelatih ya atau analis, ada satu orang analis kita orang Indonesia, anak Bandung,” ceritanya.
Tidak hanya itu, juru taktik Timnas Indonesia U-17 yang sekarang yakni Kurniawan Dwi Yulianto juga pernah menimba ilmu di Como 1907 sebagai asisten pelatih.
“Dulu Kurniawan juga pernah jadi asisten di sini, banyak dari tim sosial produksi, 11 orang mungkin ya,“ tutupnya.
(han)
Load more