Dulu Tolak Timnas Indonesia Demi Belanda, Kini Tijjani Reijnders Jadi Sasaran Amukan Fans De Oranje Usai Cetak Gol di Liga Arab Saudi
- REUTERS/Tyrone Siu
Jakarta, tvOnenews.com - Tijjani Reijnders mencetak gol perdana bersama Al Qadsiah di Saudi Pro League. Namun, momen tersebut justru diikuti kritik tajam dari sejumlah fans Timnas Belanda.
Reijnders tampil saat Al Qadsiah menghadapi NEOM di King Khalid Sport Stadium, Selasa (25/08/2026). Gelandang keturunan Indonesia itu membuka keunggulan timnya pada menit ke-29.
Gol tersebut lahir melalui tembakan terukur dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras hingga gagal dihentikan penjaga gawang NEOM.
Al Qadsiah kemudian memperbesar keunggulan melalui Mateo Retegui. Penyerang tersebut mencetak gol lewat eksekusi penalti pada menit ke-56.
Al Qadsiah akhirnya mengamankan kemenangan 2-0 atas NEOM. Hasil tersebut membawa mereka naik ke posisi kedua klasemen sementara Liga Arab Saudi.
Bagi Reijnders, gol itu menjadi catatan penting dalam perjalanan barunya. Ia berhasil membuka rekening gol setelah memilih melanjutkan karier di kompetisi Arab Saudi.
Namun, kebahagiaan tersebut tidak sepenuhnya dirasakan Reijnders. Unggahannya di media sosial justru mendapat sejumlah komentar bernada sindiran dari penggemar Belanda.
Dilansir VoetbalPrimeur, kritik muncul setelah Reijnders mencetak gol untuk Al Qadsiah. Sebagian suporter menilai kepindahannya dari Manchester City menuju Arab Saudi sebagai langkah mundur.
Salah satu kritik datang dari akun bernama Smits. Ia menilai keputusan Reijnders membuat sang pemain tidak lagi terlihat seperti pesepak bola profesional.
"Dari seorang pemain sepak bola menjadi seorang pemalas, baiklah, setidaknya katakanlah dengan jujur," tulis Smits dalam komentarnya. Sindiran itu ditujukan terhadap pilihan karier Reijnders.
Kritik lebih keras kemudian disampaikan akun Bier maakt je mooi. Ia menilai Reijnders dan sejumlah pemain lain lebih mengutamakan keuntungan finansial daripada persaingan di Eropa.
"Singkirkan saja semua pencari uang seperti Reijnders, Summerville, Geertruida, dan Guus Til mulai sekarang, urusi saja sendiri dengan dolar minyakmu dan kehidupan hampa milikmu," tulisnya.
Sementara itu, akun Rearman justru menyayangkan keputusan Reijnders meninggalkan persaingan elite Eropa. Menurutnya, gelandang tersebut masih memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi.
"Sayang sekali, karena Reijnders sebenarnya bisa saja bermain di beberapa gelar Liga Premier lagi atau di puncak liga lain," tulis akun tersebut.
Load more