Masih Ingat Mario Balotelli? Si Anak Nakal yang Kini Terdampar di Liga Kasta Kedua
- Kolase tvOnenews.com / Premierleague.com / tangkapan layar Instagram Man City
tvOnenews.com - Masih ingat Mario Balotelli? Striker yang pernah digadang-gadang sebagai salah satu talenta terbaik dunia itu kini menjalani fase berbeda dalam kariernya setelah sempat membela sejumlah klub papan atas Eropa.
Balotelli pernah dianggap sebagai pemain yang ditakdirkan menjadi salah satu striker terbaik dunia. Dengan fisik luar biasa dan insting mencetak gol yang tajam, ia sempat menikmati masa-masa gemilang bersama Inter Milan dan Manchester City.
Bersama Inter Milan, Balotelli menjadi bagian dari tim yang meraih treble. Setelah itu, ia pindah ke Manchester City dan turut membantu klub tersebut meraih gelar Premier League.
- Instagram/mb459
Namun, perjalanan karier Balotelli juga tidak lepas dari kontroversi. Berbagai tingkah laku di luar lapangan membuat pemain asal Italia tersebut mendapat julukan sebagai "si anak nakal dunia sepak bola".
Saat masih membela Inter Milan, misalnya, Balotelli pernah muncul di televisi mengenakan jersey AC Milan, klub rival sekota Nerazzurri. Ia juga pernah melempar anak panah ke pemain muda di tempat latihan.
Tidak berhenti di situ, Balotelli bahkan pernah menyebabkan kebakaran setelah menyalakan kembang api di kamar mandinya. Ia juga sempat mengendarai mobilnya ke sebuah penjara wanita hanya karena penasaran ingin melihat bagian dalamnya.
Berbagai kontroversi tersebut, ditambah sikap yang dianggap tidak profesional, perlahan memengaruhi perjalanan kariernya.
Pada 2014, Mario Balotelli pindah ke Liverpool dengan harapan besar. Ia didatangkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Luis Suarez, tetapi justru kesulitan menunjukkan performa terbaik.
Mario Balotelli hanya mencetak empat gol sepanjang musim tersebut, termasuk satu gol di Premier League. Kondisi itu membuatnya mendapat label sebagai salah satu rekrutan terburuk Liverpool.
Ia kemudian kembali ke AC Milan. Namun, performanya tidak kunjung membaik dan Balotelli mulai kehilangan statusnya sebagai striker papan atas.
Sejak saat itu, ia lebih banyak berpindah-pindah klub, termasuk OGC Nice di Prancis serta Brescia dan Monza di Italia.
Balotelli kemudian berharap menemukan kembali kariernya bersama Genoa pada Oktober 2024. Namun, petualangan tersebut juga tidak berlangsung lama dan berakhir dengan kekecewaan.
Setelah meninggalkan Genoa, Balotelli bahkan sempat kesulitan mendapatkan klub baru dalam waktu cukup lama.
Perlahan-lahan, namanya mulai jarang terdengar di panggung sepak bola Eropa. Hingga akhirnya, pada Januari lalu, Balotelli memulai petualangan baru di Timur Tengah dengan bergabung bersama Al Ittifaq FC, klub yang bermain di Divisi Pertama Uni Emirat Arab, kasta kedua kompetisi sepak bola negara tersebut.
Alasan Balotelli Memilih Dubai
Dalam wawancara dengan media Inggris, The Guardian, Balotelli mengungkap alasan di balik keputusannya pindah ke Dubai.
"Sejujurnya, itu adalah ide yang muncul hampir di menit-menit terakhir."
Ia kemudian menjelaskan bahwa keputusan tersebut bermula dari pertemuannya dengan pemilik klub.
"Pemilik ingin bertemu saya, dan kami berbincang-bincang. Proyeknya menarik. Semua orang mengatakan bahwa saya pergi ke Dubai karena uang, tetapi untungnya, saya bukan orang yang kekurangan uang. Jadi, uang bukanlah satu-satunya tujuan saya. Proyeknya sebenarnya sangat bagus dan kompetitif. Saya menyukai idenya dan memutuskan untuk mencobanya."
Balotelli juga mengaku cukup menikmati kehidupannya di Timur Tengah, meski masih melihat sejumlah kekurangan dalam kompetisi yang diikutinya.
"Dari segi infrastruktur, ini sangat bagus. Stadionnya indah," ujar Balotelli.
Namun, ia menyoroti minimnya penonton yang hadir di stadion.
"Masalahnya adalah penonton; agak sedih tribunnya kosong. Sistem operasional liga juga agak kurang, tetapi saya pikir akan membaik seiring waktu. Ini berlaku untuk setiap tim di liga."
Load more