Dipecat Gary Cardinale, Conceicao Beri Peringatan untuk Amorim di AC Milan: Tekanan Besar, Harus Juara Liga Champions
- REUTERS/Willy Kurniawan
Jakarta, tvOnenews.com - Sergio Conceicao kembali membahas masa singkatnya sebagai pelatih AC Milan. Ia sekaligus mengingatkan Ruben Amorim soal besarnya tekanan yang menanti di San Siro.
Conceicao menangani Milan sejak pertengahan musim 2024/2025. Ia ditunjuk menggantikan Paulo Fonseca yang lebih dulu kehilangan pekerjaannya.
Awal perjalanan Conceicao bersama Milan sebenarnya cukup menjanjikan. Ia langsung membawa Rossoneri meraih trofi Supercoppa Italiana beberapa hari setelah ditunjuk.
Namun, performa Milan kemudian menurun sepanjang sisa musim. Situasi tersebut membuat masa depan Conceicao di klub akhirnya tidak bisa dipertahankan.
Milan kemudian kalah 0-1 dari Bologna pada final Coppa Italia. Hasil itu membuat Rossoneri mengakhiri musim tanpa tiket kompetisi Eropa.
Conceicao pun harus meninggalkan Milan setelah kontraknya yang berdurasi enam bulan tidak diperpanjang. Meski begitu, ia menilai kegagalan tersebut tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pelatih.
"Saya menghabiskan enam bulan di Milan dan semuanya tidak berjalan dengan baik. Namun, kami berhasil memenangkan Supercoppa dan mencapai final Coppa Italia," ujar Conceicao.
Ia juga menyinggung pernyataan Amorim mengenai prestasi Milan dalam dua dekade terakhir. Menurutnya, fakta bahwa Milan hanya meraih dua gelar liga dalam 20 tahun memang tidak bisa dibantah.
"Amorim mengatakan bahwa Milan memenangkan dua gelar liga dalam 20 tahun, dan itu benar," kata Conceicao. Ia kemudian menegaskan bahwa dirinya tetap berhasil mempersembahkan trofi dalam waktu singkat.
"Saya membawa pulang sebuah trofi dalam enam bulan. Setelah itu, terbukti bahwa pelatih bukanlah masalah utamanya," lanjut mantan pelatih Porto tersebut.
Conceicao tidak menampik dirinya memiliki tanggung jawab atas hasil buruk Milan. Namun, ia mengingatkan bahwa perubahan juga terjadi setelah dirinya meninggalkan klub.
"Jelas, saya juga bertanggung jawab dan saya tidak ingin lari dari tanggung jawab tersebut. Namun, kita melihat bagaimana Allegri dan klub kemudian juga mengalami perubahan," ujarnya.
Kini, perhatian Conceicao tertuju kepada Amorim yang mendapat tugas membangun kembali Milan. Ia pun memberikan dukungan kepada kompatriotnya tersebut sebelum menjalani perjalanan baru di San Siro.
"Saya ingin mengirimkan pelukan kepada Ruben. Saya berharap dia mendapatkan keberuntungan dalam perjalanan barunya ini, yang sama sekali tidak mudah," tutur Conceicao.
Menurut Conceicao, tantangan Amorim tidak hanya datang dari persaingan di lapangan. Tekanan dari publik Milan juga sangat besar karena tuntutan untuk meraih gelar selalu menyertai klub.
"Terutama karena tekanan di Milan. Orang-orang berpikir Anda harus memenangkan Liga Champions atau liga setiap tahun," pungkas Conceicao.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran mengenai ekspektasi tinggi yang akan dihadapi Amorim. Pelatih asal Portugal itu dituntut membawa Milan kembali bersaing di level tertinggi.
(sub)
Load more