Presiden FIGC Umumkan Timnas Italia Naturalisasi Lebih dari Satu Pemain
- REUTERS/Jennifer Lorenzini
Jakarta, tvOnenews.com -Â Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malago, mengatakan bahwa Timnas Italia akan menaturalisasi lebih dari satu pemain. Satu nama sudah diketahui, yaitu Alessandro Romano.
Gli Azzurri akan memasuki era baru bersama Malago, yang mulai menjabat di Federasi sejak pertengahan tahun ini. Malago mengambil alih posisi Presiden FIGC dari Gabriele Gravina, yang telah dianggap gagal.
Ketidakmampuan Italia lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 lalu, yang ketiga secara beruntun, merupakan kegagalan Gravina. Malago diharapkan untuk mampu memperbaiki sepak bola Italia.
Dia telah berupaya melakukannya dengan menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih. Selain itu, Claudio Ranieri juga bertugas sebagai Direktur Teknik di FIGC pada saat ini.
Malago memiliki ambisi untuk tak hanya mengembalikan Italia ke Piala Dunia, melainkan juga kembali berjaya. Apalagi, laga terakhir mereka di babak knockout Piala Dunia adalah pada final 2006 ketika mengalahkan Prancis lewat adu penalti.
"Kami belum pernah memainkan pertandingan babak gugur di Piala Dunia sejak kami memenangkan final 2006 melawan Prancis. Italia tidak boleh hanya membatasi diri pada babak kualifikasi," kata Malago, seperti dilansir dari laporan jurnalis Gianluca Di Marzio.
"Kita juga perlu melihat ke depan dan tampil baik. Untuk melakukan ini, kita perlu membangun jalur dengan pemain muda," tambahnya.
Untuk itu, Timnas Italia juga akan mengandalkan bakat pemain yang sebelumnya tidak mewakili Italia. Alessandro Romano bermain untuk Cagliari pada saat ini, namun dia bukanlah pemain Timnas Italia.
Dia membela Swiss di level junior, namun eligible untuk memperkuat Azzurri melalui kakek-neneknya. FIGC pun sudah mengurus perubahan federasinya dan telah diresmikan pada 9 September lalu, menurut Football-Italia.
Romano akan diperbolehkan untuk memperkuat Timnas Italia mulai jeda internasional September ini. Namun, Malago menekankan bahwa dia bukanlah satu-satunya pemain yang hendak dinaturalisasi.
"Romano memilih Italia berkat kerja keras Claudio Ranieri dan Roberto Mancini. Tapi dia bukan satu-satunya; ada beberapa anak muda yang memiliki pilihan untuk bermain membela ayah atau ibu mereka. Kami bekerja keras untuk mewujudkannya," katanya.
"Kita perlu membangun tim yang kuat dan mengembalikan kepercayaan diri para pemain setelah apa yang terjadi. Saya tahu betul bahwa kita bergantung pada ribuan variabel, tetapi kita tidak boleh menempatkan diri kita dalam situasi di mana satu insiden saja dapat menyebabkan krisis pahit lainnya," pungkasnya. (rda)
Load more