Ruben Amorim Bangga AC Milan Tumbangkan Udinese 2-0, Puji Perjuangan Pemain di Tengah Badai Cedera
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, mengaku bahagia setelah timnya meraih kemenangan 2-0 atas Udinese di Serie A, Senin (26/10/2026). Ia bangga melihat perjuangan para pemain di tengah jadwal padat dan banyaknya pemain yang mengalami cedera.
Kemenangan tersebut menjadi hasil penting bagi Rossoneri setelah melewati sejumlah pertandingan yang kurang meyakinkan. Milan sebelumnya menelan kekalahan 0-3 dari Bournemouth di Liga Europa.
Menghadapi Udinese, AC Milan mampu menunjukkan respons positif sejak awal pertandingan. Tim tamu tampil efektif dan berhasil mencetak dua gol untuk mengamankan tiga poin dari lawatan ke markas lawan.
Luka Modric membuka peluang melalui tendangan bebas yang dieksekusi dengan cepat. Umpan tersebut membantu Christian Pulisic lolos dari jebakan offside sebelum mencetak gol pembuka bagi Milan.
Keunggulan Milan kemudian bertambah melalui Omari Hutchinson yang mencetak gol pertamanya bersama klub. Ia memanfaatkan bola muntah dari tembakan Ardon Jashari untuk membawa Rossoneri unggul 2-0.
Milan sebenarnya memiliki peluang untuk menambah keunggulan melalui Goncalo Ramos. Namun, tembakannya berhasil ditepis Maduka Okoye hingga membentur mistar gawang.
Di balik kemenangan tersebut, Milan harus menghadapi masalah kebugaran pemain. Ruben Loftus-Cheek mengalami cedera pada menit-menit akhir sehingga harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Meski begitu, Amorim tetap puas dengan performa anak asuhnya. Ia menilai para pemain mampu menjalankan instruksi dan menunjukkan semangat kompetitif sejak menit pertama pertandingan.
"Saya benar-benar bahagia untuk mereka dan sangat bangga, karena semua yang kami bicarakan sebelum pertandingan, yaitu tampil kompetitif sejak menit pertama, menurut saya berhasil kami lakukan hari ini," ujar Amorim kepada DAZN Italia.
"Bahkan ketika kami mulai kelelahan pada babak kedua, kami tetap mampu mengendalikan pertandingan. Saya sangat senang dengan tim ini," lanjutnya.
Amorim menilai kemenangan tersebut tidak lepas dari kemampuan para pemain menjaga konsentrasi meski kondisi fisik mulai terkuras. Ia juga mengingatkan bahwa Milan harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya.
Menurut pelatih asal Portugal itu, jadwal padat sepak bola Eropa menjadi tantangan tersendiri bagi setiap tim. Frekuensi pertandingan yang tinggi membuat pemain rentan mengalami cedera otot dan memaksa pelatih terus menyesuaikan komposisi skuad.
Milan sendiri menghadapi Udinese dengan sejumlah pemain yang belum bisa diturunkan. Adrien Rabiot, Diego Moreira, Mario Gila, Samuel Chukwueze, Matteo Gabbia, Alexis Saelemaekers, dan Pietro Terracciano termasuk dalam daftar pemain yang absen.
Situasi tersebut membuat pemain lain harus siap mengambil tanggung jawab ketika mendapatkan kesempatan. Amorim menegaskan bahwa tugasnya bukan hanya mengejar kemenangan dalam pertandingan terdekat, tetapi juga membangun tim yang lebih kuat untuk masa depan.
"Jika melihat jadwal pertandingan di Eropa, situasinya hampir mustahil untuk dijalani, karena setiap pertandingan selalu ada pemain yang mengalami cedera otot," kata Amorim.
"Semua pemain harus siap. Tugas saya bukan hanya mempersiapkan tim untuk memenangkan pertandingan berikutnya, meskipun itulah yang diinginkan banyak orang. Tugas saya juga membantu Milan untuk masa depan," sambungnya.
Amorim ingin seluruh pemain merasa memiliki peran penting di dalam skuad. Menurutnya, kesempatan bermain akan membantu mereka berkembang sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tekanan bersama klub sebesar Milan.
Ia juga mengapresiasi para pemain yang tetap mampu memberikan kontribusi di tengah keterbatasan skuad. Bagi Amorim, kesiapan mereka menghadapi tekanan menjadi salah satu alasan utama di balik kebanggaannya setelah kemenangan atas Udinese.
"Mereka harus bekerja sangat keras. Hari ini kami kehilangan banyak pemain karena cedera, tetapi mereka menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi tekanan bermain untuk klub ini," ujarnya.
(sub)
Load more