GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Como Lolos Liga Champions Bisa Jadi Mimpi Buruk, Ternyata Begini Alasannya

Klub kejutan Serie A, Como, tengah berada di ambang sejarah bersama pelatih Cesc Fabregas.
Selasa, 24 Maret 2026 - 02:15 WIB
Para Pemain Como FC Jelang Pertandingan Menghadapi Pisa di Liga Italia
Sumber :
  • REUTERS/Daniele Mascolo

Jakarta, tvOnenews.com - Klub kejutan Serie A, Como, tengah berada di ambang sejarah bersama pelatih Cesc Fabregas.

Namun, di balik peluang besar lolos ke Liga Champions, Lariani justru dihadapkan pada potensi masalah serius terkait stadion dan aturan finansial UEFA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Como yang baru dua musim lalu masih bermain di Serie B kini tampil luar biasa. Mereka menempati posisi keempat klasemen sementara, bahkan unggul dalam persaingan atas tim-tim besar seperti AS Roma dan Juventus.

Jika mampu mempertahankan posisi tersebut hingga akhir musim, Como akan mencatat pencapaian bersejarah. Klub ini terakhir kali tampil di kompetisi Eropa pada musim 1980-81 di ajang Piala Mitropa.

Namun, langkah menuju panggung elite Eropa tidak sepenuhnya mulus. Stadion kebanggaan mereka, Stadio Giuseppe Sinigaglia, belum memenuhi standar UEFA untuk menggelar pertandingan Liga Champions.

Renovasi besar diperlukan agar stadion tersebut layak digunakan. Jika proses tersebut tidak rampung hingga September 2026, Como terpaksa harus mencari stadion alternatif untuk laga kandang mereka.

Menurut laporan Calcio e Finanza, Como bahkan telah mengajukan permintaan kepada Sassuolo untuk menggunakan Stadion Mapei sebagai markas sementara.

Situasi ini bukan hal baru, mengingat sebelumnya Atalanta juga pernah mengalami kondisi serupa saat pertama kali tampil di Liga Champions.

Selain persoalan stadion, Como juga dibayangi masalah finansial. Klub ini dimiliki oleh keluarga Hartono asal Indonesia, yang mengambil alih setelah Como bangkrut saat masih bermain di Serie D.

Investasi besar yang digelontorkan memang berhasil mengangkat performa tim secara signifikan. Namun di sisi lain, laporan keuangan hingga Juni 2025 menunjukkan kerugian mencapai 105 juta euro.

Situasi ini membuat Como berpotensi berhadapan dengan aturan Financial Fair Play dari UEFA. Meski demikian, badan sepak bola Eropa itu disebut akan memberikan kelonggaran pada musim pertama jika Como lolos ke Liga Champions.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah itu, Como kemungkinan harus menjalani perjanjian khusus agar kondisi keuangan mereka kembali seimbang dan sesuai regulasi.

Kasus ini mengingatkan pada situasi Aston Villa saat kembali ke kompetisi Eropa pada 2023, yang juga harus beradaptasi dengan aturan ketat UEFA.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jay Idzes Tak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni Lawan Oman dan Mozambik?

Jay Idzes Tak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni Lawan Oman dan Mozambik?

Di tengah kabar Timnas Indonesia yang akan melawan Oman dan Mozambik di FIFA Matchday Juni, kepastian tentang pemulihan cedera Jay Idzes masih jadi teka-teki.
Sinopsis Film Dosa, Horor Berdarah yang Angkat Konflik Mertua dan Menantu

Sinopsis Film Dosa, Horor Berdarah yang Angkat Konflik Mertua dan Menantu

Tren film horor kini tidak lagi hanya mengandalkan jumpscare atau sosok menyeramkan, tetapi mulai mengeksplorasi sisi psikologis manusia. Konflik keluarga, rasa bersalah, trauma
Mampir ke Jembatan Cirahong, Dedi Mulyadi Blak-blakan Ungkap Keinginan Terpendamnya setelah Berantas Pungli

Mampir ke Jembatan Cirahong, Dedi Mulyadi Blak-blakan Ungkap Keinginan Terpendamnya setelah Berantas Pungli

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) mampir ke Jembatan Cirahong, Ciamis. Ia menyampaikan keinginannya dari hasil revitalisasi jembatan penghubung Tasikmalaya.
Tom Lembong dan Miftah Sabri Bedah Peta Kekuatan AI, Soroti Tantangan Geopolitik hingga Ancaman Keterganatungan

Tom Lembong dan Miftah Sabri Bedah Peta Kekuatan AI, Soroti Tantangan Geopolitik hingga Ancaman Keterganatungan

Dalam persaingan teknologi global, Tom Lembong menyebut hal terpenting dalam penggunaan AI tetap terletak pada kemampuan manusia mengenali jati diri dan nurani.
Termasuk Kapten Garuda, 3 Pemain Keturunan Indonesia Pernah Jebol Gawang Juventus di Serie A: Gelandang Berdarah Batak Bikin Nyonya Tua Ketar-ketir

Termasuk Kapten Garuda, 3 Pemain Keturunan Indonesia Pernah Jebol Gawang Juventus di Serie A: Gelandang Berdarah Batak Bikin Nyonya Tua Ketar-ketir

Sejumlah pemain keturunan Indonesia tunjukkan kualitas di kompetisi elite Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Tak sedikit dari mereka mampu mencuri perhatian.
Pelatih yang Pernah Ribut dengan Thom Haye Ini Dukung Bek Berdarah Indonesia Susul Maarten Paes ke Ajax Amsterdam

Pelatih yang Pernah Ribut dengan Thom Haye Ini Dukung Bek Berdarah Indonesia Susul Maarten Paes ke Ajax Amsterdam

Hedwiges Maduro, mantan pelatih Almere City yang pernah ribut dengan Thom Haye, dukung bek berdarah Indonesia kembali perkuat Ajax Amsterdam musim depan.

Trending

Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate dengan Agen Megawati Hangestri: Keputusan Ada di Mega

Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate dengan Agen Megawati Hangestri: Keputusan Ada di Mega

Keputusan akhir diserahkan kepada Megawati Hangestri setelah agennya mengadakan pertemuan tertutup dengan Hillstate, termasuk sang pelatih Kang Sung-hyung.
Akui Keturunan Indonesia di Hadapan FIFA, Gelandang Serie A yang Pernah Jebol Gawang Juventus Ini Tak Bisa Dinaturalisasi dan Bela Garuda

Akui Keturunan Indonesia di Hadapan FIFA, Gelandang Serie A yang Pernah Jebol Gawang Juventus Ini Tak Bisa Dinaturalisasi dan Bela Garuda

Meski akui punya garis keturunan Indonesia di hadapan FIFA, gelandang klub Serie A Liga Italia ini dipastikan tidak bisa dinaturalisasi untuk membela Timnas.
Terbaru Igor Sanders, Ini Daftar 5 Pemain Diaspora yang Kabarnya Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026

Terbaru Igor Sanders, Ini Daftar 5 Pemain Diaspora yang Kabarnya Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 mulai mematangkan persiapan jelang ajang Piala AFF U-19 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanggil sejumlah pemain diaspora.
Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

Sikap tegas ditunjukkan Gubernur Malut Sherly Tjoanda ketika siswa-siswi SMAN 1 Morotai melapor kepadanya perihal guru yang jarang masuk kelas untuk mengajar.
Update Garuda Calling: 1 Diaspora Baru Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026, Penjebol Gawang Ajax OTW Bela Merah Putih

Update Garuda Calling: 1 Diaspora Baru Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026, Penjebol Gawang Ajax OTW Bela Merah Putih

Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF U-19 2026 menunjukkan perkembangan. Di tengah fokus TC, muncul kabar mengenai pemanggilan pemain diaspora baru.
Malam Ini Timnas Indonesia U-17 Berpeluang Cetak Rekor Baru: Hat-trick Lolos Piala Dunia

Malam Ini Timnas Indonesia U-17 Berpeluang Cetak Rekor Baru: Hat-trick Lolos Piala Dunia

Asa Timnas Indonesia U-17 untuk kembali menggetarkan panggung dunia kini terbuka lebar. Skuad Garuda Muda memiliki kesempatan emas untuk lolos ke Piala Dunia ..
Top 3 Voli: Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate, PBVSI Diserbu Volimania, hingga Megawati Hangestri Minta Maaf usai Mundur dari Timnas

Top 3 Voli: Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate, PBVSI Diserbu Volimania, hingga Megawati Hangestri Minta Maaf usai Mundur dari Timnas

Berikut rangkuman tiga berita terpopuler seputar voli yang paling banyak menyita perhatian pembaca tvOnenews.com.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT