Como Lolos Liga Champions Bisa Jadi Mimpi Buruk, Ternyata Begini Alasannya
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com - Klub kejutan Serie A, Como, tengah berada di ambang sejarah bersama pelatih Cesc Fabregas.
Namun, di balik peluang besar lolos ke Liga Champions, Lariani justru dihadapkan pada potensi masalah serius terkait stadion dan aturan finansial UEFA.
Como yang baru dua musim lalu masih bermain di Serie B kini tampil luar biasa. Mereka menempati posisi keempat klasemen sementara, bahkan unggul dalam persaingan atas tim-tim besar seperti AS Roma dan Juventus.
Jika mampu mempertahankan posisi tersebut hingga akhir musim, Como akan mencatat pencapaian bersejarah. Klub ini terakhir kali tampil di kompetisi Eropa pada musim 1980-81 di ajang Piala Mitropa.
Namun, langkah menuju panggung elite Eropa tidak sepenuhnya mulus. Stadion kebanggaan mereka, Stadio Giuseppe Sinigaglia, belum memenuhi standar UEFA untuk menggelar pertandingan Liga Champions.
Renovasi besar diperlukan agar stadion tersebut layak digunakan. Jika proses tersebut tidak rampung hingga September 2026, Como terpaksa harus mencari stadion alternatif untuk laga kandang mereka.
Menurut laporan Calcio e Finanza, Como bahkan telah mengajukan permintaan kepada Sassuolo untuk menggunakan Stadion Mapei sebagai markas sementara.
Situasi ini bukan hal baru, mengingat sebelumnya Atalanta juga pernah mengalami kondisi serupa saat pertama kali tampil di Liga Champions.
Selain persoalan stadion, Como juga dibayangi masalah finansial. Klub ini dimiliki oleh keluarga Hartono asal Indonesia, yang mengambil alih setelah Como bangkrut saat masih bermain di Serie D.
Investasi besar yang digelontorkan memang berhasil mengangkat performa tim secara signifikan. Namun di sisi lain, laporan keuangan hingga Juni 2025 menunjukkan kerugian mencapai 105 juta euro.
Situasi ini membuat Como berpotensi berhadapan dengan aturan Financial Fair Play dari UEFA. Meski demikian, badan sepak bola Eropa itu disebut akan memberikan kelonggaran pada musim pertama jika Como lolos ke Liga Champions.
Setelah itu, Como kemungkinan harus menjalani perjanjian khusus agar kondisi keuangan mereka kembali seimbang dan sesuai regulasi.
Kasus ini mengingatkan pada situasi Aston Villa saat kembali ke kompetisi Eropa pada 2023, yang juga harus beradaptasi dengan aturan ketat UEFA.
Load more